Terjebak Cinta Nona Arogan

Terjebak Cinta Nona Arogan
49.


__ADS_3

*Minggu pagi.


Charlotte tengah asyik menonton sambil menikmati salad sayur sebagai sarapannya. Hampir setiap hari Charlotte selalu menikmati salad sebagai menu sarapannya.


Tidak lama kemudian, terlihat Xander datang duduk tepat di sebelah Charlotte. Menatap sang adik yang masih jutek padanya.


"Elo masih marah karena semalam?" tanyanya.


Charlotte menggedikkan bahunya acuh. "Untuk apa gue marah?"


"Lihat, elo jutek gitu!"


"Oke, gue memang marah!" ujar Charlotte kesal. Ia lalu menodongkan garpu di tangannya pada Xander sambil menatap tajam sang kakak.


"Xander! Gue cuma nggak suka melihat elo yang harus di hukum karena kesalahan gue. Denger, gue ini punya harga diri dan gue masih bisa menerima akibat dari kesalahan gue. Gue orang yang bertanggung jawab. Jadi gue juga bakal terima kalau kakek turut menyalahkan gue semalam. Tapi lo nahan gue buat ngomong apapun ke kakek!"


Xander tersenyum. "Denger Charlotte! Kalau gue biarin elo ngomong, itu cuma akan menambah permasalahan karena gue tau elo sama kakek nggak pernah sejalan. Kalian akan selalu bertengkar. Gue nggak mau itu."


"Dan masalah semalam, gue akui, gue juga salah karena sebagai kakak, gue nggak bisa larang elo!"


Charlotte menghela napasnya perlahan.


"Oke, gue minta maaf!" ujar Charlotte yang langsung membuat Xander tertawa.


"Seumur hidup gue baru lihat elo minta maaf dengan wajah seserius ini! Itu lucu." ejek Xander membuat Charlotte kesal sendiri.


"Gue nggak akan lakuin hal menjijikan ini lagi." gerutunya dan kembali di hadiahi tawa nyaring oleh Xander.


Xander kemudian menatap sekelilingnya dan berseru. "Paul, minta pada pelayan membuatkan nasi goreng untukku, aku akan sarapan nasi goreng saja pagi ini." pinta Xander.


"Baik tuan muda." jawab Paul kemudian bergegas melaksanakan permintaan tuan mudanya itu.


Xander melirik Charlotte yang masih tampak sedikit cuek padanya, "Elo hanya sarapan itu? Gue tidak yakin kalau elo akan kenyang."


"Tidak masalah!" jawab Charlotte singkat. "Gue nggak suka kalau nanti berat badan gue bertambah karena makan makanan sepertimu itu."


Xander menggedikkan bahunya. "Elo memang tidak bisa menghadapi hidup menyenangkan, seperti orang. Berhentilah makan rumput hijau itu dan makanlah nasi goreng, sepertiku."


Charlotte hanya menggeleng. "Ini salad, bukan rumput."


"Makan nasi goreng sesekali tidak akan membuat elo gemuk, Lottie." Xander bersikeras.

__ADS_1


"Tidak! Gue lebih menikmati sarapan ini di banding makanan lain." Charlotte tetap bertahan pada seleranya.


"Baiklah! Terserah lo saja." jawab Xander menyerah.


Tidak lama kemudian seorang pelayan datang untuk mengantar sarapan milik Xander. Nasi goreng dan telur goreng setengah matang dan ini adalah menu favorite Xander.


Xander menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, celingukan mencari seseorang. "Dimana kakek, Paul?"


"Tuan Romanov sudah pergi pagi-pagi sekali, tuan muda. Beliau mengatakan ada hal penting yang harus di lakukan." jawab Paul.


Xander menghela perlahan. "Kemana kakek? Apa kakek masih marah padaku?"


***


*di tempat lain


"Apa kau yakin rekanmu itu ahli dalam hal ini, Mario?" tanya tuan Romanov sang bodyguard yang berdiri di belakangnya.


Mario mengangguk mengiyakan. "Ya tuan! Saya yakin seratus persen."


"Butuh waktu berapa lama baginya untuk menjalankan tugas ini?" tanya tuan Romanov lagi.


"Maaf tuan, untuk hal itu saya kurang tahu." Mario membungkukkan sedikit kepalanya.


"Ini sudah sangat lama, Mario! Hampir lima belas menit kita menunggu dia!" gerutu tuan Romanov. "Kenapa dia belum datang juga?"


"Saya akan mengabari dia agar datang lebih cepat, tuan!" ujar Mario meraih ponsel dari kantongnya, namun terhenti saat ia melihat seseorang memasuki pintu ruangan mereka.


"Itu dia tuan!"


Pria yang baru tiba itu tersenyum.


"Ah saya terlambat!" ujarnya tersenyum kaku. "Saya agak bingung mencari ruang VIP di restoran ini. Beruntung seorang pelayan tadi memberitahu saya."


Tuan Romanov mengangguk mengerti. "Pesanlah makanan." ujar tuan Romanov.


"Saya memesan minum saja! Air putih biasa." ujar pria itu pada pelayan yang berdiri di sebelahnya.


"Jadi, bisa saya tau, ada keperluan apa anda menghubungi saya?" tanya pria itu tanpa basa basi.


"Baiklah! Saya akan langsung saja. Saya mau anda mencari data dan informasi tentang seseorang."

__ADS_1


"Seseorang?"


Tuan Romanov mengangguk. "Seseorang dengan nama Justin Kim!"


Tuan Romanov kemudian memberi tanda pada Mario. Dan setelah melihat itu Mario langsung mengeluarkan sebuah foto dan meletakkannya ke atas meja.


"Ini adalah foto yang di ambil dari salah satu rekaman cctv dari kafe milik saya!" terang tuan Romanov. "Dia adalah orang yang harus anda selidiki."


"Foto ini sedikit kabur, tuan." ujar pria itu mengerutkan keningnya.


"Saya tidak peduli! Itu adalah pekerjaan anda." ujar tuan Romanov tegas. "Dengar! Saya akan membayar anda mahal asal anda bisa memberikan informasi mengenai pemuda itu pada saya dalam dua hari!"


"Tiga hari!" tawar pria itu.


Tuan Romanov menggeleng. "Dua hari, karena pemuda itu masih berada satu kota dengan kita. Itu artinya pekerjaan anda akan jauh lebih mudah. Dan tenanglah, karena anda akan mendapatkan bayarannya sekarang. Cash!"


Pemuda itu menelan ludahnya kasar saat Mario mengangkat koper dan memperlihatkan uang yang bisa ia taksir bernilai ratusan juta.


"Deal!" ujar pria itu tersenyum.


"Saya tau anda bisa melakukannya." puji Tuan Romanov balas tersenyum. "Jadi, saya ingin anda cari informasi apapun, pendidikan, tempat bekerja, bahkan orang-orang terdekatnya sekalipun. Apapun!"


Pria itu mengangguk. "Baiklah tuan! Saya akan berusaha mendapatkan semua informasi yang anda inginkan!"


"Bagus! Lebih cepat lebih baik." ujar tuan Romanov.


"Akan segera saya laksanakan, tuan! Kalau begitu, saya pergi sekarang!" pamit pria itu kemudian beranjak pergi dari ruangan itu.


Tuan Romanov hanya melihat kepergian pria itu dengan ekspresi datar sambil mengetuk-ngetukan jari telunjuknya ke atas meja.


"Tuan!" seru Mario membuat tuan Romanov langsung meliriknya. "Saya penasaran, kenapa anda benar-benar menyelidiki pemuda itu?"


Tuan Romanov menghela. "Hm, bukankah aku sudah mengatakan padamu tadi pagi di mobil, kalau sejak insiden kecelakaan itu, aku jadi menginginkannya."


"Maksud saya, apa yang bisa pemuda itu lakukan sampai anda begitu menginginkannya." tanya Mario lagi.


Tuan Romanov lalu tersenyum. "Dia... aku ingin menjadikannya sebagai pengganti Xander!"


"Pengganti tuan Xander?" tanya Mario tidak mengerti.


Tuan Romanov mengangguk. "Dia akan menjadi pengganti di sisi Charlotte, saat Xander pergi bersamaku nanti." ujar tuan Romanov. "Dia memiliki sikap yang baik. Dia sopan dan berkarakter. Jika dia bersama Charlotte, sikap Charlotte pelan-pelan akan berubah menjadi lebih baik. Aku yakin itu."

__ADS_1


***


__ADS_2