
“Mungkin dia harus kontrol. Gara gara kejadian di kolam renang, ada beberapa cc air yang masuk ke paru paru dia. makanya dia masih belom fit” Eric menebak.
“Oh ya? lo yakin bukan karena sebab lain?”
Yukiya menghentikan kegiatan nya sejenak dan meletakkan pulpen yang ia gunakan diatas meja.
“Karena udah pernah masuk Archein nya kak Alfian, gue pikir lo pasti lebih paham kalau kak Alfian itu… punya struktur Archein yang lebih spesial dibandingin kita semua. Dan… hubungan dia sama orang orang disekitarnya punya imbas yang cukup signifikan terhadap Archein dia”
Eric mengernyitkan dahinya.
“Lo tahu banyak juga ya soal Archein…” ucap nya heran.
“Anggap aja gitu, lagian ini Cuma tebakan sih. hubungan dia sama kak Julia itu nggak bagus buat archein dia” lanjut Yukiya.
“Hei, jangan sok tahu. lo bahkan nggak tahu apa apa soal mereka berdua” Eric menyanggah. Yukiya tertawa mendengar ucapan Eric.
“Yang barusan gue omongin itu, anggap aja sebagai omong kosong” ucapnya sambil melanjutkan kegiatan nya mengerjakan tugas.
Tak lama kemudian, Elvira datang sambil membawa nampan berisi tiga cake yang sudah disajikan diatas piring kecil, poci berisi the oolong dan tiga buah cangkir.
“Kalian akrab juga ya, aku nggak nyangka kalau yuuki bisa temenan sama orang lain” ucap Elvira sambil menaruh nampan itu di samping meja. Tentu saja karena meja yang digunakan adalah meja lipat, space yang ada tidak cukup luas untuk tempat menaruh buku buku dan nampan sekaligus.
__ADS_1
“Ada dua cheese cake sama tiramisu. Kalian mau yang mana?” tanya Vira.
Yukiya melihat cake itu beberapa saat.
“Gue cheesecake deh, itu toping nya raspberry atau strawberry?” tanya Yukiya pada Eric.
“Nggak tahu, ini bukan gue yang pesen tapi kak Julia. Karena ada satu dan lain hal, dia langsung pergi tanpa sempet bawa pesanan dia. jadi gue nggak tahu dia pesen rasa apa aja”
“Gue mau yang blueberry…” ucap Vira seraya mengambil cheesecake dengan toping selai berwarna ungu tua yang tampak nya merupakan toping rasa Blueberry.
Karena yang tersisa adalah Tiramisu, maka Eric pun mengambil cake itu. kebetulan, cake tiramisu itu tidak tersa aterlalu manis dan sesuai dengan seleranya.
“Ngomong ngomong… emang nya ada apa sampai kak Julia nggak sempet ngambil pesanan dia? ada kerjaan mendadak atau apa?” tanya Yukiya kepo.
Mendengar hal itu, Yukiya tak bisa menahan rasa geli nya, dan langsung tertawa terbahak bahak.
“Yuuki… jangan gitu, ada orang berantem kok kamu malah seneng sih?” protes Vira pada Yukiya.
“Sorry sorry, berarti… lo dikira jadi selingkuhannya kak Julia gitu? lo jadi PHO dong?” ucap Yukiya sambil berusaha mengendalikan tawa nya.
“Sial… kenapa gue jadi terlibat sama urusan percintaan mereka sih. padahal gue nggak punya maksud apa apa” ucap Eric sebelum menyuapkan tiramisu ke mulutnya.
__ADS_1
“Ya… salah lo sendiri ngajak cewek orang ketemuan di kafe gitu. hari minggu lagi, siapa yang nggak curiga?”
“Hei, bukan gue yang ngajka duluan, tapi kak Julia. Selain itu, sebelum nya juga kita udah pernah ketemuan gini. Kak Alfian juga tahu dan dia ngijinin ngijinin aja kok. man ague tahu kalau bakal jadi masalah kaya gini” protes Eric.
“Yah, semoga aja mereka nggak putus gara gara lo. kalau iya, siap siap aja nanti lo masuk bulletin dengan healine sebagai perusak hubungan orang”
Sementara itu, Vira tampak tenang sambil menikmati Cheese cake di tangan nya.
“Ngomong ngomong… lo Vira kan?” tanya Eric pada gadis yang duduk disamping nya itu. gadis itu menganggukan kepalanya.
“Gue... penasaran, Elvira nya kemana?” tanya Eric lagi.
“Elvira lagi tidur. Oh, please jangan sebut sebut namanya. Nanti dia bangun” protes Vira. “sayang banget kalau dia bangun pas aku lagi makan cake ini. nanti aku nggak sempet makan cheese cake ini sampai habis. Padahal, kesempatan kaya gini jarang banget aku dapetin” ucap Vira jujur.
Gue bener bener penasaran sama kondisi lo. diantara lo sama Elvira… mana yang asli?”
“Elvira itu… muncul setelah Catharsis. Dilihat dari situ aja, lo bisa tahu dong mana yang asli” Yukiya mewakili Vira menjawab pertanyaan itu.
“Aku yakin, Elvira juga diri aku yang asli” ucap Vira setelah menghambiskan seluruh cake nya. “aku nggak terlalu paham, tapi kalau nggak ada dia… rasanya aku nggak utuh aja. dan aku rasa, sama kaya sosok Elvira di diri aku… semua orang pun punya sisi gelap kaya gitu jauh di dalam diri mereka masing masing. Sisi gelap yang pengen mereka sembunyiin dari semua orang”
Vira meneguk the Oolong nya, sebelum melanjutkan pembicaraan.
__ADS_1
“Itu Cuma pendapat aku sih, bisa jadi aku salah”
***