Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
Mother


__ADS_3

Ivana terbangun dari tidurnya dengan nafas terengah engah. Keringat dingin mengucur dari pelipisnya. Gadis itu melihat kesekeliling, berusaha meyakinkan dirinya bahwa itu semua hanya mimpi.


Mimpi mengenai sesuatu yang pernah terjadi bertahun tahun lalu.


“Duh, sialan… mimpi buruk” gadis itu mengusap keringat yang membasahi kening nya dan segera turun dari tempat tidurnya.


Ia berjalan menuju meja rias, menatap pantulan dirinya di cermin. Ia melihat wajah sang ibu disana, semua orang yang mengenal sang ibu selalu mengatakan bahwa Ivana terlihat persis seperti wanita cantik itu.


Gadis itu menghela nafas panjang.


Kejadian di hari itu, bagaimana mungkin Ivana melupakan nya? itu adalah hari dimana ivana mengetahui kalau pekerjaan sang ibu adalah… membunuh orang.


***


“Kak Ivana keliatan kaya orang yang nggak tidur semaleman. Kenapa?” tanya Eric khawatir. Saat ini, keduanya tengah berada di dalam mobil yang melaju menuju SMA Santana. Ivana yang memang jarang memakai riasan tak dapat menutupi lingkaran hitam di bawah matanya. Selain itu, ia juga tampak lelah dan agak pucat.


Bukan apa apa, jika terjadi sesuatu pada Ivana, Eric lah yang akan terkena omelan sang mama.


“Cuma mimpi buruk. Kalau emang nggak enak badan, gue bakal langsung numpang tidur ke UKS tanpa disuruh” ucap Ivana sebelum menguap.


Apa ini ada hubungannya dengan kejadian semalam?


Tadi malam, setelah menunjukan symbol Eos miliknya, Janetta mengatakan bahwa ibu kandung Ivana berasal dari tempat yang sama dengan dirinya dan Daniel.


“Kau juga akan jadi bagian dari kami”

__ADS_1


Itu adalah kata kata terakhir Janetta sebelum meninggalkan Ivana dan Eric di perpustakaan. Sejak awal Eric memang sudah menduga kalau ada sesuatu yang… mencurigakan dari Pandora Association.


“Apa lo kepikiran soal perkataan nya kak Janetta tadi malem?” Eric menebak.


“Entahlah… semoga aja ini bukan suatu hal yang besar”


***


“Ric, kak Ivana kenapa? Kok dia keliatan kaya nggak fit gitu? udah ke dokter?” Yukiya mengajukan pertanyaan bertubi tubi. Pagi itu, ia sempat melihat Eric dan Ivana ketika keduanya baru turun dari mobil. ia hendak menghampiri Ivana ketika menyadari bahwa kakak nya itu tidak terlihat seperti biasanya. Tapi, pemuda itu mengurungkan niatnya. Ia khawatir kalau Ivana masih marah padanya.


“Tadi pagi, waktu gue tanya sih katanya dia ngalamin mimpi buruk. Mungkin tidur nya nggak bener. Kak Ivana bilang, dia bakal langsung ke UKS kalau beneran ngerasa nggak enak badan” jawab Eric sambil meletakkan buku bukunya di atas meja.


“Mimpi buruk?”


Yukiya berpikir sejenak.


“Apa itu ada hubungan nya sama keadaan kak Ivana?” tanya Eric bingung.


“Aduuuhh… gimana ya, itu sama aja kaya nabur garam diatas luka dia. eh, tapi lo udah tahu kan kalo gue sama kak Ivana beda ibu?” Yukiya berusaha memastikan. Eric menganggukan kepalanya.


“Iya intinya, segala hal tentang… mendiang ibunya kak Ivana itu tabu. Dia punya banyak kenangan buruk tentang ibunya itu”


“Ummm… sorry gue banyak nanya, apa jangan jangan kak Ivana korban kekerasan dari mendiang ibu nya?” tanya Eric penasaran. Tentu saja, melihat sifat Ivana yang memang suka bertarung bukan hal yang mengejutkan kalau ternyata gadis itu pernah mengalami sejenis kekerasan di waktu kecil. Apalagi Ivana juga sempat bercerita kalau orang yang mengajarinya ilmu bela diri adalah mendiang ibunya.


Tapi diluar dugaan, Yukiya ternyata menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Nggak, gue pikir bukan itu masalahnya”


Yukiya memainkan jemarinya diatas meja. Ia tengah mempertimbangkan, apakah hal yang akan ia ucapkan ini adalah sesuatu yang layak dibicarakan atau tidak. Tapi setelah dipikir pikir, cepat atau lambat seseorang akan menceritakan hal ini padanya juga.


“Lo tau gak, nyokapnya Ivana siapa?” tanya Yukiya.


“Ini setahu gue ya, katanya dia cewek dari Rusia yang… pernah punya hubungan sama om Vano isadores. Dan itu sebelum om Vano ketemu nyokap lo, istri sah nya yang sekarang. Iya kan?”


Yukiya memicingkan matanya. Ternyata Eric cukup banyak tahu juga mengenai keluarganya.


“Oh iya,terus kemampuan nya kak Ivana itu turunan dari nyokap nya kan?” Eric memastikan.


“Lo bener. semua fakta yang lo bilang barusan, bener. tapi… ada satu hal penting yang hilang”


Yukiya mendekatkan bibirnya ke telinga Eric.


“Profesi nyokap nya kak Ivana sebelum meninggal adalah… pembunuh bayaran. Alasan kenapa dia bisa ketemu Vano adalah… karena dia dapet misi buat nge bunuh bokap gue itu”


Eric tak dapat menyembunyikan keterkejutan di wajahnya. Ia tak pernah menyangka, kalau cerita seperti itu benar benar ada.


“Menurut lo, kenapa bokap kita bisa saling akrab, sampai jadi kolega dan rekan sampai sekarang?” tanya Yukiya lagi.


Eric lagi lagi menggelengkan kepalanya karena tak tahu.


“Dulu… bokap lo dan bokap gue ini rebutan nyokap nya kak Ivana”

__ADS_1


***


__ADS_2