Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
Side effect


__ADS_3

Sial, Eric keceplosan. Ia terdiam sejenak, berusaha menimbang kata kata yang tepat untuk mengelak dari tuduhan yukiya.


“gue kebetulan nemu biodata lo di laman sekolah, karena penasaran, jadi gue baca baca” Eric beralasan.


“laman yang isinya biodata siswa kan nggak semudah itu di akses? Lagian… dalam rangka apa lo ngebuka laman sekolah?” tanya Yukiya lagi. “Eric, lo nggak lagi berusaha ngorek identitas gue kan?” Yukiya tersenyum sinis.


            Sementara itu, Eric tengah berusaha memutar otak, lagi lagi berusaha mencari alasan yang tepat untuk mengelak dari tuduhan Yukiya. Namun sia sia, kali ini sepertinya ia tertangkap basah.


“lo juga… kemarin nantangin gue buat liat kejadian satu hari yang lalu di memori lo. Kenapa lo nantangin gue? apa karena lo udah tahu kalau kemampuan gue Cuma bisa dipake buat kejadian yang terjadi jauh di masa lampau?”


“binggo!” Yukiya tak menyangkal pernyataan Eric. “lo bener, gue emang tau kalau kemampuan lo nggak bisa dipake buat ngeliat kejadian yang baru terjadi. Selain itu… gue juga tau soal kejadian delapan tahun yang lalu, waktu mansion lo diserang.”


            Eric benar benar terkejut mendengar pernyataan Yukiya. Sejauh apa yukiya tahu tentang dirinya?”


“lo pasti lagi bertanya tanya, kenapa gue bisa tahu sejauh itu… dan sekarang, lo pasti makin penasaran tentang siapa gue sebenar nya” ucap Yukiya tenang.


            Eric tak membalas provokasi Yukiya. Saat ini, ia tengah menggunakan masa lalu nya untuk mengorek masa lalu yukiya.


            Dalam masa lalu pemuda itu, Eric melihat Aquarium berisi mayat wanita dalam Resin, dan seorang gadis kecil berambut pirang yang duduk bersimpuh memunggungi nya. seorang wanita dewasa berbicara dalam bahasa jepang, menutup mata Yukiya dan semua nya menjadi gelap.


            Selanjutnya Yukiya berada di sebuah dojo bersama beberapa anak lain nya. secangkir minuman dihidangkan, Yukiya kecil meneguk nya sampai habis, lalu tiba tiba sensasi terbakar muncul dari kerongkongan. Mendadak, seluruh tubuh Eric terasa benar benar panas.


            Eric terbatuk, ia mulai kesulitan bernapas. Tak lama kemudian, pemuda itu terjatuh, sensasi terbakar di seluruh tubuh dikombinasikan dengan gejala kedulitan bernapas membuat Eric tumbang. Ia berusaha terus bernapas dengan stabil, namun sulit. Hal terakhir yang ia lihat sebelum kehilangan kesadaran adalah wajah Yukiya, yang menatap nya dengan tatapan kasihan.


***


“Eric, kamu bisa dengar suara saya?”

__ADS_1


Suara yang sudah tak asing lagi di telinga Eric, ia bisa mendengar nya dengan jelas.


“apa yang kamu lihat?” tanya suara itu.


“ada minuman… saya minum sampai habis, dan ternyata minuman itu beracun.” Eric berusaha mendeskripsikan sesederhana mungkin. Sensasi terbakar dan kesulitan bernapas yang ia rasakan benar benar menyiksa. Ia bisa melihat satu per satu anak lain nya juga jatuh tergeletak dan kehilangan kesadaran.


“itu bukan ingatan kamu Eric, kamu mungkin sudah mengalami banyak hal, tapi selama ini, belum pernah ada yang meracuni kamu”


Citra itu berubah, kali ini ia melihat Yukiya yang tergeletak, sebisa mungkin berusaha bernapas dengan sisa tenaga yang ada.


“sekarang, apa yang kamu lihat?” tanya suara itu lagi.


“perempuan di dalam Aquarium, bola mata nya hilang. Lalu ada gadis kecil, didekat Aquarium itu…. gadis kecil berambut pirang”


***


            Eric terbangun dengan nafas memburu. Keringat membasahi kening nya, perlahan lahan ia mulai mengumpulkan kesadaran.


“Yukiya mana?” tanya Eric.


“setelah nyusulin pak Nathanael di perpustakaan dan ikut nganter lo sampai ruangan ini, dia ke ruang Jurnalistik buat ngasih tahu kak Julia kalau desain poster nya udah Fix. Mending lo lihat jam, sekarang udah jam berapa coba?”


            Eric melirik jam dinding, waktu menunjukan pukul tujuh malam. Pantas saja tempat ini terasa sangat sepi.


“kok bisa sih gue pingsan lama banget” Eric *** rambut nya.


“mau gimana lagi, efek samping dari overwritten kan emang gini. Lagian lo juga ngapain ngorek masa lalu Yukiya. Lo nggak kapok sama kejadian nya Elvira ya?”

__ADS_1


“gue juga nggak tahu bakal gini jadi nya.”


            Alfian bangkit dari sofa tempat nya duduk dan berpindah ke samping Eric.


“emang nya, apa yang lo lihat dari masa lalu anak itu? lo sampai ngalamin gejala Asphyxia… hampir aja lo dibawa ke rumah sakit” tanya Alfian penasaran.


Eric berpikir sejenak. Berusaha mengingat kembali apa yang ia lihat dalam memori Yukiya. Kejadian saat Yukiya kecil meminum cangkir berisi minuman beracun itu… jika dilihat dari keadaan nya, mungkin tampak seperti upacara tertentu. Semua orang mengenakan pakaian adat jepang. Tapi ia juga tidak tahu detail nya, semua pembicaraan dalam memori itu di lakukan dalam bahasa jepang yang tak ia pahami.


Selain itu, gadis kecil berambut pirang yang ia lihat dalam memori yukiya juga… siapa gadis itu? mayat siapa yang ada di Aquarium?


“I’m not sure…”jawab Eric kemudian. “pokok nya gue harus pulang sekarang. Ada beberapa hal yang harus gue pikirin”


            Eric bangkit dari sofa dan menuju pintu.


“kak Alfian nggak pulang?” tanya Eric heran.


“ada yang mau gue tanyain ke lo” ucap Alfian. “apa lo… berusaha buat nyari tahu identitas Yukiya?” tanya Alfian.


“iya” jawab Erci tegas. “apa jangan jangan kak Alfian udah tahu siapa Yukiya?”


Alfian menggelengkan kepala nya.


“gue juga nggak tahu. Tapi, kalau lo mulai nyelidikin yukiya, lo juga bakal sampai di lebih banyak teka teki lain tentang sekolah ini, institusi dibawah yayasan punya bapak lo sendiri. Apa lo siap sama semua konsekuensi nya?”


Eric terdiam.


Pertanyaan yang sama seperti yang di lontarkan Julia tadi siang. Tapi,kalau sudah begini… mana mungkin ia masih ragu untuk tidak menuntaskan rasa ingintahu nya.

__ADS_1


“gue siap, apapun konsekuensi nya”


***


__ADS_2