Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
Among the beast


__ADS_3

Kemampuan The beast yang menakutkan itu pun akhirnya diaktifkan, King dapat merasakan seluruh otot di tubuh nya menegang, bersiap untuk semua serangan yang kemungkinan besar akan menghujani tubuh nya.


Ini kah, rasa takut?


Sesuatu yang nyaris tak pernah ia rasakan dari musuh musuh nya yang lain.


“Ini hebat! Lo sama sekali nggak berubah Ivana! gue pikir lo bakal makin tumpul di bawah kepemimpinan El diablo baru yang cemen” King tertawa terbahak bahak.


“Kontradiktif. Apa lo nggak tahu kalau gue bisa mengendus rasa takut lo?”


Sorot mata yang tajam dengan Iris keemasan itu menandakan bahwa energy Ether mulai masuk ke dalam tubuh Ivana. tentu saja, ini merupakan pertanda yang benar benar jelas bahwa kemampuan ‘The beast’ telah aktif.


King menyeringai, diam diam memikirkan alasan kenapa hipnotis nya bisa di patahkan begitu saja oleh Ivana.


Kenapa? Kenapa hipnotis nya gagal?


King tidak habis pikir, padahal barusan jelas jelas Ivana membukan kedua bola mata, dan melihat ke arah nya. trik macam apa yang digunakan gadis ini?


            Satu tendangan lolos mengenai bahu King, pemuda itu meringis kesakitan. Setelah kemampuan the beast


aktif, tiap serangan yang dilancarkan Ivana berkali kali lipat lebih cepat dan kuat. seolah gadis ini tak akan kehabisan tenaga setelah melakukan gerakan yang membutuhkan banyak energy itu, seolah stamina nya setara dengan petarung professional, bahkan lebih dari itu. keadaan ini tak akan berlangsung selama nya, King tidak akan membiarkan diri nya berada dalam keadaan terpojok terus menerus begitu saja.


            King membuka dua kancing teratas seragam nya, menunjukan Tattoo berbentuk pentagram dengan berbagai jenis pola kuno disekitar nya. tattoo yang menyerupai symbol symbol khusus yang kerap kali digunakan dalam ritual kaum Pagan. Pemuda itu menggigit jemari nya, membiarkan beberapa tetes darah keluar dan mengoles nya sembarang di atas tattoo itu.

__ADS_1


            Sebagai Esper murni, Eric dapat merasakan tubuh nya tiba tiba gemetar. Eric dapat merasakan kehadiran entitas lain di tempat itu, suatu makhluk yang keberadaan nya sangat kuat, sangat kuat hingga menyebabkan peningkatan kekuatan yang sangat drastic di tubuh king.


Orang Indonesia biasa menyebut kemampuan seperti itu dengan istilah ‘Ilmu hitam’


“Eric, lo kenapa?” tanya Gio yang menyadari kalau wajah eric mendadak berubah pucat pasi. Gio sendiri yang merupakan Sub Esper tidak dapat merasakan keberadaan entitas gaib yang merasuki tubuh king.


“Apa kak Gio tahu, apa yang barusan King lakuin?” Eric balik bertanya. Pemuda ini masih berusaha menenangkan tubuh nya yang bereaksi terhadap kehadiran entitas gaib berkekuatan besar di tempat itu.


“Gue Cuma lihat barusan dia nge gigit jari nya sampai berdarah, terus dioles ke dada sebelah kiri. Apa mungkin itu sejenis pemicu semangat bertarung?” tanya Gio heran..


“Kak Gio lihat tattoo di dada kiri nya itu?”


Lagi lagi Gio menggelengkan kepala nya. wajar saja bukan? Tattoo itu adalah bagian yang diciptakan secara… gaib. Sementara Esper lain, yaitu Elvira masih tergeletak tak sadarkan diri.


“Mungkin emang Cuma gue yang bisa lihat, karena gue satu satu nya Esper disini. Di dada kiri King ada symbol pagan. Dan tempat ini… dipenuhin energy yang gak bisa gue jelasin” Eric mencoba menjelaskan sesuatu yang bahkan tak dapat ia pahami. Wajar saja, selama menjadi Esper, ia tak belajar banyak soal ilmu metafisik.


“Apa maksud lo… Ether?”


Eric menggelengkan kepala nya yakin.


“Gue gak bisa jelasin secara detail. Tapi, energy ini jelas bukan Ether”


            Setelah tubuh nya dilingkupi oleh Energi misterius tersebut, kekuatan King kini meningkatkan Drastis. Bukan hanya setara, pemuda itu bahkan mengungguli Ivana dalam hal kekuatan. Ivana cukup terkejut dengan perubahan kekuatan yang cukup drastic tersebut. Tapi ia tak punya waktu untuk ragu.

__ADS_1


Gadis itu meningkatkan jumlah Ether yang merasuki tubuh nya, walau ia paham betul kalau akal sehat nya tak akan sanggup mengatasi aliran Ether yang membludak dan menguasai tubuh nya.


Bagaimana pun, ia tak bisa membiarkan diri nya kalah begitu saja. Ivana dapat merasakan sensasi ‘terbakar’ yang kini menguasai tubuh nya. tiap gerakan terasa sangat ringan, gadis itu masih berusaha mengendalikan dirinya di tengah peningkatan energy tak masuk akal yang bahkan tak bisa ia kuasai.


 Perlahan ia kehilangan kendali atas diri nya sendiri. Kalau sudah begini, ia akan mempercayakan pertarungan ini pada insting nya saja.


King tersenyum puas.


Ivana yang dikuasai insting bertarung, menatap mata nya tajam, berusaha membaca serangan lewat pergerakan pupil nya. King menatap Iris keemasan Ivana, menyadari bahwa gadis itu kini benar benar terfokus pada mata nya.


“Ivana, dengar perintah gue”


Gadis itu berhenti bergerak, dan King langsung menghantamkan tinju nya ke pipi kanan gadis itu, membuat tubuh Ivana oleng, membentur pembatas Ring, dan jatuh membentur dingin nya lantai arena.


“Ivana!!” Gio yang menonton di luar Arena tak bisa menahan diri nya untuk tidak memanggil nama gadis yang kini terkulai tak sadarkan diri di atas Ring itu. ia tahu, Ivana naik ke atas Ring setelah mempertimbangkan scenario terburuk yang akan terjadi jika ia harus berhadapan dengan king dan kalah.


Ia benci fakta bahwa ia tak bisa melakukan apapun untuk menolong Ivana tanpa merusak rencana yang sudah disiapkan matang matang.


King berjongkok di samping tubbuh Ivana. pemuda itu menarik kerah baju Ivana dan mendekatkan bibir nya ke telinga gadis itu.


“Ivana, sekarang lo adalah bidak gue. bangun, dan lawan siapapun yang menentang gue”


***

__ADS_1


__ADS_2