Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
Awaken


__ADS_3

Eric menelan ludah. Harus nya ini memang menjadi kesempatan yang bagus untuk mengorek lebih banyak informasi dari Alfian. Tapi tidak, ini tidak terasa benar. Mengorek informasi dari orang yang bahkan tak sadarkan diri adalah hal ter Bangs4t yang pernah ia pikirkan.


“Enggak, gue kesini Cuma buat bangunin kak Alfian” ucap Eric tegas.


Bocah itu menghapus senyum jenaka nya.


“Bagus, karena kalau kau terpancing untuk mengorek informasi dari ruangan ini…. aku bersumpah akan memasukan mu ke dalam Loop dan membiarkan mu terjebak disana selama nya”


Bocah itu bangkit dari tempat nya duduk.


“Alfian ada di dalam peti ini. silahkan kau buka dan bangunkan dia…”


Eric menghampiri peti itu. membuka tutup nya, dan mendapati Alfian yang tengah tertidur di dalam nya. ini tak sesulit yang ia duga, Eric pikir akan ada jebakan lain ketika ia membuka penutup peti itu, namun nyata nya tidak.


“Kak, kak Alfian!”


Eric mengguncang guncang tubuh Alfian. Alfian membuka mata nya perlahan, ia tampak terkejut ketika mendapati Eric sudah ada di hadapan nya.


Hujan yang sedari tadi turun deras, mendadak berhenti.


“Lo… lo kok bisa ada disini?” tanya Alfian heran. “lo Eric asli atau Cuma khayalan doang? Kalau lo Cuma khayalan gue… berarti orientasi seksual gue harus dipertanyakan”


Eric langsung memukul kepala Alfian, kesal.


“Sial…. Susah susah gue kesini Cuma buat denger bacotan nggak jelas dari lo! Paling nggak bilang makasih kek” ucap Eric pada Alfian yang baru siuman.

__ADS_1


Alfian keluar dari peti mati nya dan meregang kan tubuh nya beberapa saat.


“Lo udah Room tour? Gimana rasa nya masuk ke alam bawah sadar gue?” tanya Alfian pada Eric.


“Room tour apaan, gue sempet kejebak di dalem Loop tau gak” keluh Eric. “tapi kita harus cepet. Badan lo di dunia nyata ada dalam keadaan yang lumayan kritis. Gimana cara nya keluar dari sini?” tanya Eric.


Alfian menunjuk ke arah langit kelabu diatas nya.


Air sisa hujan yang menggenang berubah menjadi tetesan air dan terbang ke langit. Makin banyak, makin banyak… seluruh reruntuhan gereja itu pun perlahan lenyap, dan semua nya mnejadi gelap.


***


Eric terbangun dari tidur nya dengan nafas terengah engah. disaat yang bersamaan, Eric mendapati Alfian yang tengah terbatuk batuk di samping nya, sebagai Efek dari air kolam yang melewati tenggorokan nya.


“Eh, bu… tenyata udah malem ya” ucap Alfian yang menyadari perubahan tubuh Nathanael. Setelah kesadaran nya kembali sepenuh nya, Alfian menyadari kalau di tempat itu juga ada Daniel dan Gio.


“Waduh, ada acara apa nih sampe ketua El diablo dan The hive ada disini segala?” tanya nya heran. “kalian udah tahu ibu ibu ini siapa?” Alfian menunjuk Nathanael dan langsung disambut oleh jitakan keras di kepala nya.


“Kalau udah bisa ngomong kaya gitu, berarti kamu baik baik saja” Nathanael menyimpulkan.


“Orang kaya lo ternyata bisa sekarat juga ya…” kali ini Gio yang berkomentar.


“Jadi… selain pak Nathanael, kenapa kalian bisa ada disini?” tanya Alfian yang masih penasaran. Kalau Nathanael, wajar saja kalau guru muda itu mencari nya dan entah bagaimana menemukan nya di kolam.


“Pak Nathanael nelpon gue waktu gue lagi di luar bareng kak Gio. Terus kami nyari lo bertiga, dan nemuin lo udah tenggelem di kolam Aquatic center” Eric menjelaskan.

__ADS_1


“Kalo gue tadinya balik ke sekolah buat nyariin lo karena ada urusan, tapi malah ngeliat mereka bertiga lari lari ke Aquatic Center, jadi gue ikutin” kali ini Daniel yang menjawab.


“Lo ada perlu apa nyari gue?”


“Tadinya mau minta tolong buat jadwal El diablo hari ini sih, tapi kalau keadaan lo gini…”


Alfian terbatuk lagi.


“Ah sorry, kaya nya gue emang nggak bisa bantu lo hari ini Prince” ucap Alfian sambil berusaha mengendalikan batuk nya.


“Tau kok, makanya gue mau ngajak Eric aja”


Daniel melirik jam tangan nya. waktu sudah menunjukan pukul setengah delapan malam.


“Gue harus cepet cepet ke GOR” ucap Daniel ketika menyadari bahwa waktu yang ia punya tingggal tiga puluh menit lagi untuk tiba di markas El diablo.


“Kalau tempat yang kalian tuju adalah GOR tua tidak terpakai dekat sekolah, saya bisa antar kalian ke dekat wilayah GOR itu. setelah itu, saya harus bawa Alfian ke rumah sakit untuk diperiksa” ucap Nathanael.


Tiba tiba, ponsel Daniel berdering. Pemuda itu pun mengangkat nya.


“Halo?”


“Halo Prince… ada sedikit masalah”


***

__ADS_1


__ADS_2