Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
Payback (1)


__ADS_3

Suara langkah kaki.


Berlari cepat, Eric dapat merasakan tubuh nya sedikit terguncang.


Suara nafas yang memburu.


Hangat.


Apa ini?


Eric membuka mata nya perlahan dan mendapati bahwa Gio tengah menggendong dirinya dipunggung sambil terus berlari.


“Eric udah sadar!” Ivana yang berlari di belakang Gio adalah orang pertama yang menyadari hal itu.


“Woy! *****! Turunin gue!” ucap Eric begitu tersadar sepenuh nya. Gio langsung menghentikan lari nya dan menurunkan Eric yang sudah berontak dari punggung nya.


“Santai dong, astaga! Lo kaya abis diapain aja!” ucap Gio setelah menurunkan Eric dari punggung nya.


Eric mengedarkan pandangan nya ke sekeliling. Ini… adalah jalan yang pernah ia lewati sebelum menuju markas El diablo.


“Kenapa kita ada disini? Bukan nya tadi gue masih ada di ruangan nya pak Nathanael?” tanya Eric heran.


“Benar, saya menyuruh Gio untuk membawa kamu menuju markas El Diablo. Pak Nathanael menjaga Alfian dan Daniel di sekolah. Jadi hanya saya, kamu, Gio dan Ivana yang akan berangkat ke markas El diablo.” Janetta menjelaskan situasi nya pada Eric. “Oh ralat, saya tidak akan ikut masuk. Saya cukup melihat dari kejauhan saja dan memberi instruksi. Kalau saya dijadikan sandera, bukankah akan lebih merepotkan?”

__ADS_1


“Ya, kalo gitu kenapa kak Janetta nggak ikut pak Nathanael di sekolah aja?”


“Tentu saja, supaya saya bisa menganalisis keadaan nya dan memberi kalian instruksi. Oh ya, kemampuan saya adalah telepati. Bukankah itu berguna dalam situasi ini?”


Eric berpikir sejenak. Ternyata, itu rahasia kemenangan gemilang Daniel melawan seluruh anak El diablo beserta King dan mengambil alih gangster terbesar di Bellkarta itu. Dengan metode yang sama, apa ia bisa mengalahkan King juga?


“Oke, jadi kita lagi mau pergi ke markas El diablo? Terus rencana nya gimana? Langsung berantem, atau gimana?”


“Pertama, kita akan bernegosiasi dengan King. Kita akan meminta baik baik pada King agar dia mau membatalkan semua permintaan nya”


“Gue udah kasih tau kak Janetta kalau cara itu nggak berhasill. Tapi, kak Janetta tetep aja pegen coba cara itu” Ivana berpendapat.


“Gue setuju sama kak Ivana… tapi ya, apa boleh buat. Kak Janetta Mastermind nya disini”


“Terus, gue muncul nya kapan? Kalau ujung ujung nya Ivana sama Gio yang bakal maju, ngapain gue repot repot masuk ke Archein kak Daniel? bukan nya lebih efisien kalau langsung gue yang maju aja?” protes Eric.


“Kamu diperlukan untuk rencana selanjut nya. kamu akan melawan King setelah stamina nya habis. Buat dia tak sadarkan diri, dengan begitu, kamu bisa masuk ke Archein dia dan mengambil kemampuan hypnosis nya”


“Kalau rencana ini berhasil, King nggak akan pernah nge ganggu Santana lagi. Makanya, gue bakal berusaha mati matian buat ngelawan king kali ini” ucap Ivana, yakin.


“Waktu denger rencana nya, gue sempet nggak setuju Karena lo bakal masuk Archein lagi, dan itu beresiko tinggi. Tapi, setelah dipikir pikir Resiko nya sepadan sama hasil yang bakal di dapat.” Ucap Gio. “gue cukup mastiin kalau nanti, king udah kehabisan banyak stamina buat ngelawan gue. jadi, pas dia ngelawan lo… Lo punya kesempatan lebih buat menang.”


“Tunggu, emang nya King mau berantem dengan cara kaya gitu? tiga lawan satu? Terus anak buah yang lain Cuma nontonin gitu?” tanya Eric lagi.

__ADS_1


“King baru keluar dari penjara. Mengalahkan kalian bertiga adalah kesempatan yang bagus untuk mendapat kepercayaan penuh dari sleuruh anak buah nya, dan saya yakin kalau King nggak bakal melewatkan kesempatan ini. walau ini hanya spekulasi, tapi kamu boleh pegang kata kata saya. Intuisi saya sangat jarang meleset”


Eric menghela nafas panjang.


“Oke, gue serahkan semua rencana ini ke kak Janetta. Kak Janetta lebih tahu situasi nya dari pada gue”


Janetta menggelengkan kepala nya pelan.


“Sejujurnya, saya punya firasat buruk mengenai hal ini”


“Firasat buruk?”


Janetta menganggukan kepala nya.


“Satu tikungan lagi, dan kita akan sampai di markas El diablo. Apa kalian siap, untuk pertarungan melawan King?”


Ivana menganggukan kepala nya, begitupun dengan Gio. Ini adalah Reuni pertama untuk kedua nya setelah insisden dua tahun yang lalu itu.


“Gue bukan Gio yang mereka pukul habis habisan dua tahun yang lalu. Gue yang sekarang udah nggak se lemah itu” ucap Gio yakin.


“Gue juga siap buat ngebales semua perlakuan King ke Adik gue waktu itu. gimana pun cara nya, rencana ini harus berhasil.” Tambah Ivana.


“Baiklah… mari kita jalankan rencana ini hingga tuntas, lalu pulang tanpa penyesalan”

__ADS_1


***


__ADS_2