Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
Wish of the Dead


__ADS_3

Mimpi.


Sebuah mimpi buruk tentang kejadian yang sudah lewat. Bagaimanapun, hari itu terasa seperti hari kemarin bagi Vira. Ia mengerjapkan mata nya beberapa saat, berusaha mencerna situasi yang ada.


Ia terbaring di lantai yang dingin dan kotor.


Tangan nya diikat oleh seutas tali yang cukup kuat, begitupun dengan kedua kaki nya.


Mulut nya pun ditempeli sejenis lakban sehingga ia tidak bisa bicara.


Ini dimana?


Vira mengedarkan pandangan nya ke sekeliling. Ada rak bola tak terpakai, juga beberapa bangku bekas yang tampak nya diambil dari gudang persediaan lama tempat kursi kursi bekas dari Santana di simpan.


Apa ini masih wilayah sekolah?


Gadis itu berusaha menggerakan tubuh nya, butuh beberapa saat hingga ia bisa mendudukan tubuh nya dan bersandar ke loker berdebu di belakang nya. vira berusaha mengingat kejadian barusan. Ia berlari karena Alfian, Nathanael dan Eric mengejar nya. ia berlari hingga keluar wilayah sekolah dan dihalang halangi oleh dua orang laki laki tingi besar. Salah satu diantara mereka membekap nya, dan dari situlah ia mulai kehilangan kesadaran nya.


Oke, jadi bisa disimpulkan kalau ini sebuah penculikan.

__ADS_1


Tak lama kemudian, terdengar suara seseorang membuka pintu. Seorang laki laki berkepala botak memasuki ruangan. Ia tampak agak terkejut ketika menyadari bahwa sandera yang ia bawa telah siuman.


“wow, cepet juga lo sadar nya”


Pemuda itu mendekati Elvira dan melepaskan plester yang menutupi mulut nya.


“hai, lo cantik juga.” Puji nya sambil menyentuh rambut panjang Elvira. Gadis itu tampak biasa saja dengan perlakuan laki laki dihadapan nya.


“iya, aku tahu kalau aku cantik. Tapi aku nggak suka diiket. Bisa lepasin nggak?” pinta gadis itu dengan wajah memelas. Laki laki berkepala botak itu tertawa mendengar permintaan Elvira.


“terus, kalo udah gue lepasin, lo mau kabur? Gitu?”


“aku nggak akan kabur. Please… buka ya? pegel nih diiket kaya gini terus” pinta nya lagi.


“lo lucu juga ya. lo bisa cerna situasi nya nggak sih? lo nggak berada dalam posisi bisa bernegosiasi. Jadi, mending lo diem. Dan kita lihat, apa lo bisa jadi umpan yang bagus apa enggak”


Pemuda itu mengambil salah satu bangku dan menaruh nya di hadapan Elvira. Ia pun duduk di atas bangku itu sambil menatap Elvira.


“anak pungut keluarga Gildereich… siapa yang nyangka kalau anak anak dari kalangan orang penting bisa ada di Santana di waktu bersamaan. Esper dan Sub Esper. Dikumpulin di suatu institusi yang berdiri di bawah naungan korporasi besar. kenapa mereka manggil orang orang dari asosiasi Pandora di Vatikan, ke sini? Apa lo tahu sesuatu?”

__ADS_1


“apa aku kelihatan kaya orang yang ikut ikutan hal kaya gitu? aku Cuma anak SMA biasa. Kamu pasti udah ambil dompet atau hape aku, kamu periksa aja sendiri… uang aja aku nggak punya” gadis itu berusaha meyakinkan.


“gue nggak yakin kalau lo Cuma anak SMA biasa”


Pemuda itu mengulurkan tangan nya, dan memegang dagu Elvira agar wajah gadis itu mendongak dan mata kedua nya bertemu.


“lihat mata gue, sebentar lagi… lo akan masuk kea lam mimpi, mimpi yang sangat panjang…”


***


“Elvira itu, punya kepribadian ganda” hantu berambut perak itu berucap.


“maksud lo, DID? (Dissosiative identity Disorder)”


Hantu berambut perak itu m/enganggukan kepala nya.


Sejak awal, Eric tahu kalau memang ada sesuatu yang tak beres dalam diri Elvira. Tapi, apa ini saat yang tepat untuk membicarakan hal itu? di saat genting seperti ini?


“gue bakal denger penjelasan lo nanti. Sekarang, gue harus balik ke sekolah” ucap Eric sambil berlari menuju sekolah.

__ADS_1


“kalau gitu… lo hutang satu janji sama gue” sosok hantu itu mengekor di belakang Eric. “lo harus bunuh Vira”


***


__ADS_2