Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
An Innocent Sinner (4)


__ADS_3

    Ketika ia menghampiri Yukiya, Ivana menyadari bahwa Gio sudah bersiap untuk menyerangnya dari belakang. Dalam satu gerakan, gadis itu melakukan tendangan sapuan yang mengenai kaki Gio, sehingga pemuda itu terjatuh. Tak menyia nyiakan kesempatan, Ivana langsung menindih tubuh Gio dan mengunci pergerakan nya.


    Tentu saja karena bobot tubuhnya tak seberapa, bahkan tehnik kuncian yang tepat pun dapat dipatahkan karena kekuatan fisik Gio sudah naik berkali kali lipat. Gio mendorong tubuh Ivana hingga membentur Ring.


Sakit.


    Ivana sudah tak bisa membedakan dari mana rasa sakit itu berasal. dari bekas pukulan yang menghantam beberapa bagian tubuhnya kah, dari kakinya kah, atau dari lebam di wajah nya. tapi bukan berarti keadaan Gio lebih baik.


    Apa yang terjadi dalam pertarungan berdurasi beberapa menit ketika keduanya tak sadarkan diri tadi?


    Belum sempat Ivana bangkit, Gio sudah bersiap melancarkan serangan lagi. Dan kali ini, lagi lagi Yukiya menjadikan tubuhnya sebagai tameng untuk melindungi Ivana.


“Yukiya! Lo apa apaan sih?” ucap Ivana frustasi.


Melihat Yukiya menerima pukulan itu, sungguh mengingatkan Ivana akan apa yang terjadi dua tahun yang lalu.


“Please, pergi dari sini…” Ivana mulai putus asa. Tapi Yukiya bangkit lagi.


“Gue gak apa apa. cukup tahan dia sampai dia sadar kan?”


Gio kembali bersiap untuk pukulan selanjut nya. tapi sepersekian detik sebelum pukulan itu dilancarkan, seseorang berteriak dari arah pintu masuk.


“Gio, Berhenti!”


***


            Sambil berusaha memberanikan diri, Eric membalikan tubuh yang mengambang di permukaan air itu. sama sekali tak ada tanda tanda kehidupan. kulitnya pucat dan mulai membiru, terdapat luka lebam di sana sini dan rantai yang mengikat kakinya ke batu karang agar tidak hanyut ke tempat lain.

__ADS_1


    Ini adalah pertama kalinya Eric melihat mayat dalam Archein seseorang. Apa ini sejenis Hiraeth, atau… entitas lain yang tak Eric ketahui?


Tiba tiba saja, mata mayat itu terbuka, dan menatap kearah Eric. Eric terkejut dan refleks mundur beberapa langkah.


“Anjir! Masih hidup ternyata!” ucapnya terkejut.


“Lo… siapa?” tanya sosok misterius itu. “lo… manusia?” tanyanya lagi.


Setelah memastikan bahwa sosok dihadapannya tidak berbahaya, barulah Eric menjawab pertanyaan pemuda itu.


“Nama gue Eric. dan ya… gue manusia. Apa lo juga manusia?” tanya Eric pada sosok yang tampak menyerupai mayat hidup itu. pemuda itu terdiam sejenak, ia tampak memikirkan sesuatu sebelum menjawab pertanyaan Eric.


“Karena gue udah pernah mati, kayak nya… gue bukan manusia lagi”


“Tunggu sebentar…” Eric memperhatikan sosok pemuda dihadapannya ini. jika diperhatikan lagi, bukankah… ia mirip dengan versi lebih muda dari seseorang?


“King?” sosok mayat hidup itu kembali berpikir sejenak. “apa lo anggota El diablo?”


Eric menggelengkan kepalanya cepat.


“Enggak, gue bukan anggota El diablo. Tapi gue kenal lo sebagai ketua El diablo.” Eric menjelaskan. King tampak tersenyum, seolah menemukan kenangan berharga ketika nama klub itu disebut.


“Gue gak tahu, udah berapa lama sejak gue mati dan terjebak di dunia ini. mungkin tiga tahun? Ngomong ngomong… apa kabar anak anak El diablo? Masih suka kumpul kumpul?”


“Bentar bentar. Ada yang mau gue tanyain dulu. Seinget lo, lo udah mati kan? Orang yang udah mati… bukannya pergi ke tempat lain? kenapa lo masih ada disini? Didalam Archein lo sendiri?” tanya Eric heran. “dan lo bilang, lo sama sekali gak tahu soal apa yang terjadi selama tiga tahun ini?”


King menggelengkan kepala nya, dan menunjukan rantai yang mengikat kakinya agar tidak dapat pergi dari tempat ini.

__ADS_1


“Waktu gue mau pergi… tiba tiba rantai ini udah ada di kaki gue. dan gue, jadi terikat di tempat ini. selama tiga tahun ini, gue ada disini. Nggak kemana mana.”


“Jadi, lo nggak tahu soal kejadiannya kak Ivana dua tahun yang lalu?”


“Emang nya… Ivana kenapa?”


Dari semua jawaban yang Eric dapat, tampaknya sosok King benar benar tak tahu soal apa yang terjadi selama tiga tahun ini.


“Oke, dua tahun yang lalu… Lo mukulin adiknya kak Ivana, supaya dia mau balik lagi jadi anggota El diablo” Eric memulai ceritanya. King tampak terkejut mendengar perkataan yang muncul dari mulut Eric.


“Gue mukulin adiknya Ivana? itu gak mungkin! Dia bahkan nggak punya adik. Dia itu hidup sendirian di Bellkarta, makanya dia gabung sama El diablo, supaya bisa ketemu sama orang orang yang senasib kaya dia.” King membantah.


“Oke, kayaknya lo gak tau juga… kalau El diablo udah jadi salah satu Geng paling kuat di Bellkarta dengan puluhan anggota yang sebagiannya berasal dari kalangan Elit. tapi dua tahun yang lalu, lo kalah dari seseorang dan akhirnya masuk penjara. Hari ini, adalah hari dimana lo keluar dari penjara dan lo malah bikin masalah baru”


Eric berusaha menjelaskan se singkat mungkin.


King tampak terkejut mendengar penjelasan Eric. ia menundukan kepala nya, menatap rantai yang mengikatnya di tempat ini.


“Tapi seperti lo lihat… gue udah mati. Orang yang menyebabkan semua kekacauan itu, pasti bukan gue” King berspekulasi.


“Gue bikin El diablo buat ngumpulin anak anak terlantar di Bellkarta, yang punya nasib sama. Gak pernah sekalipun gue ngebayangin kalau El diablo bakal berubah jadi geng paling kuat di Bellkarta. Dari awal, kami Cuma pengen hidup layak. Karena ada banyak hal yang nggak bisa dilakuin sendirian, akhirnya gue ngumpulin orang orang orang supaya… kita bisa ngelakuin itu semua sama sama” lanjutnya.


Mendengar cerita King tentang El diablo di masa awal awal, tampaknya Eric bisa mengerti kenapa Ivana dan Gio memutuskan untuk bergabung dengan El diablo pada saat itu. walau tentu saja, kegiatan memalak bukan hal yang bisa dibenarkan bagaimanapun keadaan nya.


“Eric, kamu bisa dengar suara saya?”


***

__ADS_1


__ADS_2