Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
Disorder


__ADS_3

Kembali ke sekolah, Eric mendapati bahwa Yukiya absen di hari itu.


“Yukiya ngirim surat dokter kok, katanya dia sakit dan nggak bisa sekolah” ucap petugas absensi ketika Eric menanyakan perihal ketidakhadiran Yukiya.


            Tak ada penjelasan lebih Detail selain yukiya membutuhkan sedikit waktu untuk istirahat. Itu dapat sedikit dipahami, Yukiya memang meminta agar hal ini dirahasiakan. kalau hal ini sampai menyebar, komite sekolah akan dibuat repot dan penjagaan terhadap siswa siswi Santana akan diperketat.


Apa Ivana tahu kalau terdapat indikasi bahwa Yukiya diserang oleh salah satu anak buah King? Eric tak tahu.


Gio mengekor nya kemana mana, tiap kali Eric keluar kelas untuk sekedar membeli makanan ke kantin atau pergi ke toilet.


“King udah balik… Ivana udah nyuruh gue buat jagain lo. sebagai anak yang punya sekolah, kalau king mau ngambil alih el diablo lagi, atau mau balas dendam ke pihak sekolah, lo adalah sasaran paling empuk. Jadi gue harus jagain lo” Gio menjelaskan.


            Eric hanya bisa mendengus kesal atas perlakuan berlebihan pada nya itu. tapi ia memang tak menampik kalau penjagaan ekstra terhadap dirinya memang dibutuhkan.


“Terus, King itu udah balik ke sekolah? Atau dia di drop out?” tanya eric penasaran.


“jelas jelas dia di Drop out. Kalau dia nggak di drop out, orang orang di komite kesiswaan pasti ribut ngomongin soal criminal yang diizinin balik ke Santana. selanjut nya gimana, nggak tau deh.”


“Bagus deh kalau dia di drop out. ngomong ngomong, kak Alfian hari ini udah sekolah kaya biasa?”


“udah, tapi kayak nya masih agak batuk gitu”


Yah, itu merupakan hal yang wajar mengingat Alfian tenggelam di dasar Air selama lebih dari satu jam. Malah suatu keajaiban Alfian tidak tewas. Semua berkat mekanisme pertahanan yang dilakukan Librarian.

__ADS_1


“gue balik ke kelas. Nggak usah ngikutin gue lagi” ucap Eric sebelum melenggang masuk ke kelas dan meninggalkan Gio yang berdiri sendirian di koridor.


***


“Elvira, lo mau kemana?” tanya Eric ketika Elvira hendak pergi meninggalkan kelas sambil membawa tas nya. “hari ini ada pertemuan klub. Lo nggak lupa kan?”


Gadis itu berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan eric.


“aku nggak lupa kok. ini mau berangkat ke ruangan klub”


Tunggu, apa barusan Elvira baru saja menyebut diri nya dengan sebutan ‘Aku’?


“yaudah ayo bareng ke kelas kak Alfian. Kita belom nentuin tempat pertemuan nya”


“kenapa?” tanya gadis itu heran.


“nggak, ayo ke ruang kelas kak Alfian”


***


Karena secara kebetulan ruangan Nathanael tak terpakai, Alfian pun memutuskan untuk menggunakan ruangan itu untuk melakukan pertemuan klub.


“jadi, Yukiya nggak masuk hari ini?” tanya Alfian heran.

__ADS_1


“iya, dia tadi udah ngirim surat dokter kok ke bagian absensi”


“sudah saya duga, sepertinya kita harus berkunjung ke tempat tinggal dia untuk memastikan kalau dia baik baik saja” ucap nathanael yakin.


“oh, gue bilang ke pak Nathanael soal ini, dan kami sempet telpon Yukiya, sabtu pagi” ucap Alfian.


“terus, Yukiya bilang apa?”


“dia bilang nggak apa apa kok… dia justru udah pulang ke rumah”


“aneh, padahal jelas jelas dia pingsan da nada luka yang harus dijahit”


Sssskkkk!


Eric merasakan sensasi seperti rambut di gunting dari bagian belakang kepala nya. refleks, ia langsung menoleh dan mendapati kalau Elvira tengah memegang gunting


Eric meraba bagian belakang kepala nya, ada bagian ujung rambut yang terpotong disana.


“Elvira, lo apa apaan sih!?” ucap eric ketika ia menyadari bahwa rambut nya terpotong.


“aku potong sedikit, supaya rapi” ucap gadis itu dengan tatapan nyalang.


“tidak, kamu bukan Elvira!” ucap Nathanael yang langsung bangkit dari tempat nya duduk.

__ADS_1


“Vira, apa itu kamu?”


__ADS_2