Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
Uninvited


__ADS_3

“Kak Alfian!” Eric memanggil Alfian ketika ia tiba di lobby dan kebetulan melihat Alfian yang hendak menuju ke kelas. Pemilik nama itu menoleh, wajahnya tampak kusut, dengan kantung mata hitam yang sebelumnya tak pernah Eric lihat. Apa mereka memang bertengkar se parah itu hingga Alfian tidak tidur semalaman?


“Soal kemaren—“


“Gue putus sama Julia…” potong Alfian sebelum Eric sempat menyelesaikan kata katanya.


“Pu… putus?” Eric nyaris tak mempercayai apa yang baru saja ia dengar. “gara gara gue? serius kak, gue tuh nggak ada hubungan apa apa sama kak Julia… ini masih soal yang waktu itu loh, aduh… gimana jelasin nya” Eric gagal merangkai kata yang tepat untuk menjelaskan maksudnya pada Alfian, ia terlanjur diselimuti rasa bersalah karena yang menyebabkan Alfian dan Julia bertengkar kemarin adalah dirinya.


“Nggak, bukan gara gara lo kok. gue sama Julia emang udah nggak cocok aja. ini juga masalah lama, jadi lo nggak usah khawatir” Alfian berusaha meyakinkan Eric yang terlanjur panic.


“Jadi, bukan gara gara gue kan putus nya? gue nggak jadi PHO diantara kalian kan?”


Alfian menggelengkan kepalanya.


“Terus… kak Julia nya mana? Kalian nggak berangkat bareng karena udah putus?” tanya Eric penasaran.


“Justru itu yang jadi masalah.” Alfian menyandarkan tubuhnya ke tembok disamping jendela lantai dua yang menghadap langsung ke halaman depan sekolah.


“Sejak kemaren, gue nggak lihat Julia keluar dari kamar nya sama sekali. Bahkan pagi ini, dia submit izin buat ngambil jatah Remote class di Student log nya. gue tahu, karena gue ketua kelas.terus terang, gue takut dia kenapa kenapa, tapi gue juga nggak enak nanya nya” ucap Alfian jujur.


“Remote class tuh apa kak?” tanya Eric heran.


“Lo anak yang punya sekolah, tapi nggak tahu apa apa soal program sekolah ini. dasar aneh” Alfian berkomentar. “disekolah ini terutama anak kelas S, kan banyak anak anak yang punya kesibukan sendiri, contoh nya kak Daniel yang nyambi jadi model… atau anak pejabat lain yang wajib ikut acara pertemuan


ini itu buat urusan bisnis. Nah, Remote class ini adalah program khusus buat murid kelas S dimana mereka bisa ngambil jatah buat belajar dari rumah selama seminggu penuh. Jatahnya adalah sebulan sekali. Lo bisa ambil program ini di semester dua sampai semester lima. Nanti kerasa deh, kelas bakal sepi buat anak S class” Alfian menjelaskan.

__ADS_1


“Dan minggu ini, kak Julia tiba tiba ngambil jatah Remote class?”


Alfian lagi lagi menganggukan kepalanya.


“Waktu gue putusin, Julia tiba tiba nangis. Gue sendiri nggak nyangka kalau dia bakal… nangis gara gara hal ini.”


Alfian menundukkan kepala nya.


“Apa harusnya gue nggak mutusin dia ya?” ucap nya sedikit menyesal.


            Eric meletakkan tangan nya diatas bahu Alfian.


“Kak, gue belum pernah pacaran sih… dan Advice dari gue juga belom tentu berguna buat kak Alfian. Tapi, menurut gue pribadi… ketika kalian udah sama sama nggak cocok, bukannya ini yang terbaik ya?” Eric berpendapat.


***


Sepulang sekolah, Eric memutuskan untuk pergi ke rumah tempat Alfian tinggal.


“Mumpung hari ini nggak ada kegiatan klub, gue mau main ke tempat kak Alfian sekalian bayar cake yang kemarin. Kak Julia pesen cake dan nggak sempet dia bawa, jadi gue bawa dan rasanya… nggak enak kalo gue nggak gantiin uang nya” Eric beralasan.


“El diablo masih libur emang nya?” tanya Alfian penasaran.


“Kak Daniel mendadak ngambil banyak job minggu ini. dia bilang, setelah semua job nya beres, dia bakal putus kontrak sama agensi nya. buat persiapan UN kali? tahun ini dia udah kelas tiga kan?” Eric menebak.


“Hei, dia itu murid S class dari Santana loh. Perkara lulus UN itu kecil buat orang kaya dia…” Alfian menyanggah.

__ADS_1


Sesampainya di gerbang sekolah, Eric mendapati bahwa mobilnya telah terparkir tak jauh dari sana.


“Sopir gue udah dateng. Naik mobil aja ke tempat lo nya, gimana?”


Alfian pun menganggukan kepalanya setuju.


***


Rumah dengan dua lantai dan berukuran cukup besar itu terdiri dari dua belas kamar utama. Enam kamar untuk penghuni perempuan, dan enam kamar untuk penghuni laki laki. Letak enam kamar, dan enam kamar lain nya saling berseberangan, begitupun kamar Alfian dan kamar Julia.


Setelah menaiki tangga menuju lantai dua, Alfian langsung menuju kamar ketiga dari kanan, kamar yang menjadi tempat tinggal Alfian.


Alfian membuka kunci pintu menuju kamarnya. Diam diam, ia sempat menoleh kearah pintu kamar Julia yang terletak di seberang kamarnya. Pintu itu masih tertutup rapat, tak ada tanda tanda kalau Julia akan keluar dalam waktu dekat.


“Kak Julia ada di ruangan yang mana kak?” tanya Eric pada Alfian. Alfian menunjuk pintu yang tepat berada di seberang kamarnya.


“Kamar Julia ada disana, lo coba aja ketuk dulu pintunya” Alfian memberi saran.


Setelah diberi tahu ole Alfian, Eric pun menuju pintu yang dimaksud dan mengetuk pintu itu perlahan.


“Kak Julia? Ini gue… Eric” ucap Eric pada seseorang di balik pintu.


“Ada perlu apa kesini?”


***

__ADS_1


__ADS_2