Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
A guest


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap ketika Eric tiba di rumah. Begitu turun dari mobil dan melewati pintu masuk, betapa terkejutnya Eric ketika mengetahui bahwa Ivana sudah ada disana, di dalam rumah nya.


“Hai” ucap Ivana datar.


“Kak… kak Ivana? ngapain lo disini?” tanya Eric heran.


“Loh, kan gue udah bilang kalau gue nggak bakal pulang kerumah? Gue udah ngehubungin kenalan nyokap gue supaya gue bisa numpang tinggal sementara waktu” Ivana menjelaskan se singkat mungkin.


“Ya… tapi, kenapa lo nggak bilang ke gue kalau lo mau nginep disini?”


“Beda konteks, Eric. gue nginep disini sebagai anaknya temen nyokap lo. cewek apaan gue, yang tiba tiba dateng ke rumah cowok dan numpang nginep?” Ivana beralasan.


“Pikiran lo ribet juga ya”


“Ya gitulah… lagian gue udah cukup familiar kok sama tempat ini. waktu lo di Amerika, gue sama Yukiya beberapa kali main kesini.” Kenang Ivana.


“Berarti, kalian harusnya udah kenal sama Elvira dong?”


Ivana mengambil jeda sejenak sebelum menjawab pertanyaan Eric.


“Kayak nya, lo nggak tahu banyak soal Elvira ya?” Ivana balik bertanya, dan Eric mengangguk setuju. Ia memang tak tahu banyak soal Elvira.


“Kita lanjutin ceritanya nanti aja deh, lo ganti baju dan istirahat dulu aja. gue juga mau istirahat dulu. Kita obrolin nanti, abis jam makan malam”


***

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Jam makan malam telah usai, setelah menyantap makan malam nya, Eric dan Ivana pun duduk bersama di ruang utama.


“Oke, gue udah janji kalau kita bakal ngebahas soal Elvira setelah jam makan malam. Tapi… kenapa tiba tiba Alfian jadi ikutan disini?” Ivana menunjuk pemuda dengan Hoodie warna pastel yang ikut duduk bersama tanpa di undang itu.


“Gue disini karena Eric bilang, ada hal penting yang mau dibicarain soal Elvira. gue juga mau ngajak Eric maen game yang baru gue beli di Steam. Jadi sekalian aja nginep. Lo sendiri ngapain cewek ada di rumah cowok malem malem gini?” Alfian balik bertanya.


“Gue numpang nginep di rumah temennya nyokap gue. kebetulan aja temennya nyokap gue itu nyokapnya Eric. jadi beda konteks ya, gue nggak nginep disini sebagai orang yang kenal sama Eric.” Ivana menjelaskan.


“Ribet”


“Biarin”


“Oke, debatnya lanjutin nanti aja. kita kumpul disini karena mau gibah soal Elvira kan?” Eric menengahi.


“Oke, gue mulai dari pertama kali gue kenal Elvira ya. gue kenal dia, waktu sama sama jadi pasien di Central hospital” Alfian membuka topic pembicaraan.


“Emangnya lo pasien poli jiwa juga? Gue langsung buka bukaan aja ya sama kalian… dulu gue emang di rawat di Central hospital karena gejala depresi dan gangguan kecemasan. Waktu itu, gue nggak tahu kalau gue Esper. Waktu itu, kebetulan ada dua orang lain yang seumuran gue. Luciel dan Elvira. gue ngejalanin sesi konseling bareng mereka. Makanya gue bisa kenal Elvira” Alfian menjelaskan.


“Luciel tuh siapa?” tanya Ivana bingung.


“Gimana jelasinnya ya… lo tahu cowok berambut perak yang tadi tiba tiba nyerang kita di Gor?” tanya Eric.


“Maksud lo, yang ngaku namanya Lilith?”


“Iya, gini… hantu orang itu adalah anggota tambahan di klub Esperia. tapi, badan nya… dikendaliin sama sejenis… iblis. Gue juga nggak paham sih. tapi ya, intinya gitu” Eric berusaha menjelaskan sesederhana mungkin.

__ADS_1


Ivana menganggukan kepalanya walau agak tidak paham.


“Lima tahun yang lalu, gue dan Yukiya pindah dari jepang ke Indonesia karena satu dan lain hal. Gue tadinya mau dititipin di rumah keluarga Gildereich seandainya kejadian di mansion itu… nggak terjadi.” Ivana sempat


melirik ke arah Eric, menimbang kalau kalau Eric merasa tak nyaman dengan cerita itu. tapi Eric memberi isyarat agar Ivana melanjutkan cerita nya. “gue dan Yukiya emang sering main kesini, tapi kami sama sekali nggak pernah ketemu Elvira. tante Regina Cuma bilang kalau anak perempuannya sakit, dan sering nginep di rumah sakit.”


“Gue ketemu Elvira di Central hospital. Waktu itu, Yukiya jadi korban penganiayaaan yang dilakuin sama King dan anak buah nya. Yukiya yang waktu itu lagi Kritis, tiba tiba di datengin cewek nggak di kenal yang ternyata adalah Elvira. Waktu gue mergokin dia, Elvira lagi motong rambut Yukiya yang waktu itu dalam kondisi nggak sadar. Gue curiga kalau anak itu mau nyelakain Yukiya, karena gue juga mergokin dia hampir nge gunting selang Ventilator Yukiya. Makanya gue heran, kenapa Yukiya bisa… akrab sama anak itu”


“Jadi, lo sama Eric udah temenan dari kecil?” tanya Alfian penasaran.


“Nggak… waktu gue pindah dari jepang ke Indonesia, Eric udah berangkat ke Amerika. Nyokap bokap gue kenal lumayan deket sama orang tua Eric. kebetulan juga Light Us Company dan Saint corp itu punya project bersama, salah satunya di pulau ini” Ivana menjelaskan.


“Oooh…” Alfian menganggukan kepala nya sambil menyuapkan camilan yang ada di meja ke mulut nya.


“Ngomong ngomong, Elvira itu… punya kepribadian ganda, atau gimana sih?” tanya Eric pada Alfian.


“Gue jelasin setahu gue aja ya. Elvira itu… dulu dirawat karena ngalamin gangguan kecemasan. Tapi bukan Cuma itu aja. gue, Elvira, dan anak yang namanya Luciel itu dirawat dengan perlakuan khusus. Kode Pandora, kode yang dipake sama petugas medis Central hospital ketika pasien yang datang ke mereka masuk kategori esper atau Sub Esper.” Alfian menjelaskan.


“Oh, pantes! Waktu Yukiya di bawa ke rumah sakit setelah insiden pemukulan itu… petugas medis sempet nyebutin kode Pandora, dan dia dibawa ke tempat lain sementara kami nggak boleh ikut” ucap Eric yakin. Sekarang semua nya menjadi jelas.


“Oke, setelah diperiksa sama orang orang dari Asosiasi Pandora, ternyata Elvira ini punya kemampuan sebagai Soul Diver. Sama kaya lo, Ric. Yang jadi masalah adalah… Elvira ini jiwa nya nggak stabil. Kemampuan sebagai Soul diver ini nggak bisa dipake kalau kondisi kejiwaan Elvira nggak stabil. Sementara Elvira dirawat disini, gue pun dibawa ke pusat Asosiasi Pandora di Vatikan. Waktu itu, pak Nathanael juga baru diberangkatin ke Vatikan dari korsel. Gue adalah kelinci percobaan pertama kemampuan Catharsis nya pak Nathanael. Kemampuan Catharsis ini, dipake buat misahin bagian diri gue yang nggak stabil, dan… berhasil. Kalian bisa lihat kalau bagian diri gue yang tahu segala nya udah jadi sosok Librarian yang tinggal di Archein gue. maka, berkat kemampuan Catharsis nya pak Nathanael, gue pun bisa hidup normal lagi kaya sekarang.”


“Lalu, setelah proses Catharsis gue berhasil, metode yang sama pun dicoba ke Elvira. tapi… kepribadian yang kebelah itu… justru jadi dua bagian nggak utuh yang sama sama nggak stabil. Antara Vira dan Elvira. itu dua kepribadian yang merespon satu trauma dengan cara berbeda. Yang satu, jadi pembenci. Yang satu, jadi penakut. Vira yang suka motong rambut orang, terutama laki laki itu juga hasil dari kekerasan yang dia dapat dari saudara laki laki dia sebelum dia dibuang ke panti asuhan, dan diambil sama keluarga lo, Ric” Alfian menjelaskan panjang lebar.


Eric teringat akan citra yang ia lihat ketika ia memasuki masa lalu Elvira.

__ADS_1


“Gimana cara nya, supaya jiwa Elvira utuh lagi?”


***


__ADS_2