
Gadis itu tertegun mendengar ucapan Nathanael, kemudian mulai tertawa tak terkendali.
“Kalau gitu, aku potong rambut sendiri aja ya?” Elvira mengarahkan gunting ke rambut nya sendiri.
Tanpa perlu diberi aba aba, Alfian langsung melompat ke belakang kursi dimana Elvira berada dan langsung merampas gunting dari tangan gadis itu. dalam upaya merampas gunting itu, tak sengaja alfian ikut mencabut sarung tangan dari tangan Elvira. Menampakan tangan Elvira yang biasanya tertutup dibalik sarung tangan itu.
Terdapat banyak luka baru disana.
Ini memang bukan pemandangan yang baru bagi Eric. tapi, kenyataan bahwa terdapat banyak luka luka baru disana, apa kondisi psikologis Elvira memburuk?
“Elvira, bukan nya kamu sudah datang untuk sesi konseling kemarin?” tanya Nathanael.
“Iya, Vira ikut sesi konseling kok”
“Vira?” Nathanael menepuk jidatnya. “pantas saja parameter psikologis kamu tidak stabil akhir akhir ini” gumam nya.
Gadis itu berubah gugup dan mulai mengigiti kuku nya.
“Sepertinya kamu harus menjalani Katharsis lagi”
Begitu mendengar kata Katharsis, Elvira langsung panic dan berlari keluar ruangan. Nathanael, Eric dan Alfian langsung mengejar gadis itu, namun terhenti karena Alfian mendadak tak bisa berhenti terbatuk. Sepertinya, efek dari tenggelam tempo hari masih berdampak pada system pernapasan nya.
__ADS_1
“Eric, kamu yang kejar dia!” ucap Nathanael begitu menyadari bahwa kondisi Alfian tidak memungkinkan untuk berlari cepat.
***
Melewati koridor dan lantai demi lantai, Elvira berlari secepat mungkin.menengok ke belakang, gadis itu menyadari bahwa langkah nya tak terkejar. Tapi bukan berarti ia bisa berhenti berlari.
Vira tertawa puas, kini ia sudah berada di luar lingkungan sekolah dan berlari kea rah apartemen nya. namun, langkah nya terhenti ketika dihadapan nya berdiri dua orang laki laki tinggi besar yang menghalangi jalan nya.
“Kalian kok ngehalangin aku terus sih? aku mau pulang!” ucap nya kesal.
Tiba tiba, pria itu memegangi kedua tangan Elvira. Gadis itu berusaha berontak sebisa mungkin, bagaimana pun tenaga nya jelas kalah kuat. belum sempat berteriak, Salah satu pria itu mengeluarkan sapu tangan yang sudah di beri kloroform dan membekap Elvira dengan sapu tangan itu. seketika, Elvira merasakan pandangan nya kabur dan tubuh nya menjadi lemas. Ia dapat merasakan tubuh nya di gendong dan dimasukan ke dalam mobil, setelah itu ia tak ingat apa apa lagi.
***
Berbekal intuisi yang minim itu, Eric pun melangkahkan kaki nya menuju jalan yang biasa dilalui Elvira untuk menuju apartemen nya. baru berjalan beberapa puluh meter, Eric sudah menemukan kartu ‘King diamond’ yang tergeletak di atas jalanan beraspal.
Apa ini pertanda sesuatu? Kartu king of diamond yang secara kebetulan tergeletak begitu saja?
Lagi pula, secepat apapun Elvira berlari, di jalanan lenggang yang lurus dan sepi ini, Eric pasti bisa mendapati keberadaan orang di jarak tiga ratus sampai lima ratus meter. Tidak mungkin Elvira berlari secepat itu dan kini sudah tiba di apartemen nya. itu nyaris mustahil, bahkan untuk Eric yang laki laki sekalipun.
Eric dapat merasakan ada sesuatu yang tidak beres.
__ADS_1
Ia langsung mengambil ponsel nya dan berusaha menghubungi nomor Elvira yang terdapat di daftar kontak nya. terdengar nada sambung beberapa kali sampai akhir nya panggilan itu dijawab.
“Halo, el… lo dimana?”
“Cewek yang anda hubungi… sedang menuju markas El diablo, harap siapkan pasukan setelah bunyi beeeeppp”
“Woi!!! Siapa ini—“
Sambungan terputus.
Apa ini artinya Elvira diculik? Tak ada bukti pasti. Mungkin saja ponsel Elvira dicuri oleh seseorang. Tapi, El diablo kata nya? anggota El diablo hanya Daniel dan ivana. dan suara pria yang barusan mengangkat telpon dari nya tidak terdengar seperti Daniel.
Apa ini berkaitan dengan El diablo yang lama? Dengan king?
“Sialan!!!” pekik Eric kesal.
Di tengah kebingungan nya itu, tiba tiba Eric merasakan hawa dingin yang berhembus mendekati nya. ia menoleh kebelakang. Sosok hantu laki laki berambut perak menatap nya lurus.
“Gue tau Elvira dibawa kemana. Tapi sebelum itu, gue mau ngajuin satu
syarat”
__ADS_1
***