Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
The worst Enemy


__ADS_3

Tak seperti biasanya, Eric melewati gerbang sekolah dengan langkah gontai. Semalaman ia tak tidur karena kesal, pingsan selama hampir enam jam itu bukan waktu yang sebentar, ia merasa telah membuang banyak waktu karena tak sadar kan diri selama itu. jadi, ia berusaha mengganti waktu yang terbuang dengan mengerjakan semua soal dari tutor pribadi nya yang seharus nya ia kerjakan selama jangka waktu satu minggu. Akibat nya ia kebablasan dan malah tidak tidur semalam suntuk.


Di Lobby utama, ia mendapati beberapa anak yang tengah memasang poster klub Esperia. tampak nya mereka bagian dari klub Jurnalistik. Sesuai janji, Julia benar benar melakukan publikasi dan memasang poster itu di nyaris semua tempat yang bisa dipasangi poster. Eric bersyukur, dengan begini klub Esperia perlahan akan memulai kegiatan resmi nya.


Sesampai nya di kelas, Eric mendapati Yukiya sudah duduk dibangku nya, juga menyapa nya seperti biasa.


“gue pikir lo nggak bakal masuk hari ini, abis lo pingsan nggak sadar sadar” ucap yukiya begitu Eric menaruh tas di kursi kosong yang berada tepat disamping tempat nya duduk.


“masa baru minggu pertama masuk sekolah gue udah bolos sih” jawab Eric sambil memijat kening nya.


“terus, Dark circle di sekitar mata lo itu kenapa?” tanya Yukiya lagi.


“gue gadang semaleman buat ngerjain soal dari tutor gue. bagus kan, kerjaan buat seminggu gue selesein semalem. Gue sampe kebablasan dan malah nggak tidur sampe pagi” Eric menjelaskan.


Oh, Eric merasa ada yang aneh. Bukan kah kemarin ia dan Yukiya baru saja bersitegang karena Eric berusaha membongkar identitas Yukiya?


“oh ya, soal yang kemaren… no hard feeling ya. Gue nggak keberatan kok kalau lo mau ngorek tentang identitas gue. kalo lo emang mau nyari tahu, ya silahkan aja. kak Julia juga udah ngaku kok kalau dia juga lagi berusaha ngorek identitas gue” ucap Yukiya santai.


“jadi… kak Julia juga udah ketahuan ya” Eric agak kecewa.


“iya, jadi silahkan aja kalo kalian mau nyari tahu tentang gue” Yukiya sedikit mendekatkan mulut nya ke telinga Eric. “itu pun, kalo kalian bisa”

__ADS_1


***


“lo bener, gue emang ngaku ke Yukiya soal usaha kita nge bongkar identitas dia” ucap Julia. Saat ini, ia dan eric tengah berada di bangku taman. Jam istirahat kedua sudah dimulai sejak lima menit yang lalu, kebetulan Eric dan Julia bertemu di kantin dan akhirnya memutuskan untuk berbicara sebentar.


“kenapa dia bisa tahu kalau kak Julia terlibat?” tanya eric heran.


Julia menyedot susu kotak rasa strawberi di tangan nya sebelum menjawab pertanyaan itu.


“karena dia yang sengaja mancing gue buat nyari tahu identitas dia. lo lihat anting di telinga gue?”


Julia memiringkan wajah nya, menunjuk anting hitam yang terpasang di telinga kanan nya.


“waktu pertama kali Yukiya datang ke klub Jurnalistik buat mint dibikinin poster, dia ngasih lihat anting di telinga kiri nya yang persis kaya yang gue pake. Kejadian itu lah yang bikin gue penasaran tentang siapa anak itu sebener nya” Julia menjelaskan.


“Anting ini, pemberian dari orang yang ngaku sebagai bapak biologis gue. harus nya ada sepasang, tapi yang satu lagi hilang sekitar satu setengah tahun yang lalu. Gue memang nggak lihat detail anting yang yukiya pake, tapi… tau dari mana kalau gue kehilangan kehilangan pasangan anting yang gue pake, padahal dia bahkan baru kenal gue. dan kalo bener anting itu adalah pasangan dari anting yang gue pake ini, kenapa bisa ada di dia?”


Julia meminum habis sisa susu kotak nya, dan melempar kotak kosong itu ke tempat sampah.


“bocah itu sengaja mainin kita” Julia mendengus kesal.


“well… dia jenius yang bahkan dua kali ikut program akselerasi di jepang. Dia pasti nganggep kita bego” ucap Eric sinis.

__ADS_1


“Woiiiii!!!!!”


Tiba tiba terdengar suara seseorang dari lantai tiga, yang langsung menarik perhatian Julia dan Eric. Yukiya melambaikan tangan nya riang.


“KAK ALFIAAANNN!!! ADA YANG SELINGKUH TUH!!!” teriak nya usil.


“bangsaaatttt!!! Dia bener bener bikin gue naik pitam!” Julia mengepalkan tangan nya dan memukul bangku taman dengan tinju nya. gadis itu kemudian pergi meninggalkan Eric dengan suasana hati yang buruk.


“kak, nati sore jadi ketemu di gerbang sekolah nggak?” tanya Erci sebelum Julia pergi.


“jadi! Gue udah nggak sabar pengen bongkar semua identitas bocah ingusan itu. liat aja, berani berani nya dia nantangin pentolan anak jurnalistik kaya gue”


Julia meninggalkan taman sambil bersungut sungut.


“nggak ada informasi yang nggak bisa gue dapet. Gimana pun cara nya, gue selalu dapetin informasi appaun yang gue mau!”


Julia sudah hilang dari pandangan. Eric belum beranjak dari bangku taman karena jam istirahat belom berakhir.


Yukiya masih di tempat nya, tersenyum ke arah Eric dengan senyum nakal nya.


Eric tertawa.

__ADS_1


Diam diam berharap kalau orang se merepotkan Yukiya tidak akan menjadi musuh nya kelak.


***


__ADS_2