
Nafas Eric tercekat. Ia tak menyangka kalau Janetta bisa mengetahui hal itu hanya dalam sekali pertemuan.
“Dari mana kak Janetta tahu soal itu?”
Gadis itu memasang senyum nya.
“Karena saya ketua The Core? Kamu mungkin sudah dengar beberapa informasi tentang saya dari Ivana. saya selalu punya cara untuk mengetahui kelemahan orang lain. Segala hal tentang kamu sudah saya ketahui… termasuk soal kemampuan Retrocognition kamu” gadis itu menjelaskan.
“Dari mana kak Janetta dapat informasi itu?” tanya Eric lagi.
Janetta memajukan sedikit badan nya kearah Eric dan bicara dengan volume yang benar benar pelan.
“Itu Ra-Ha-si-a”
Gadis itu lagi lagi meminum the Earl Grey yang tersaji di hadapan nya.
“Saya benar benar tertarik sama kemampuan Retrocognition kamu, benar benar cocok dengan kebutuhan The core yang berkaitan dengan bidang informasi. Tapi mau bagaimana lagi, Prince sudah lebih dulu meminta kamu untuk bergabung… saya tidak berani mengambil apa yang sudah dia incar.”
Gadis itu meletak kan kembali cangkir porselen nya di atas meja.
“Tapi yasudahlah… toh saya sudah dapat pengganti”
“Jadi, rumor kalau kak Janetta lagi nyari anggota baru untuk direkrut sebagai anggota El diablo itu benar?”
Janetta menganggukan kepala nya.
“dia juga punya kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan The Core…”
Janetta terdiam sejenak melihat tumpukan modul yang bertumpuk di atas meja.
__ADS_1
“Dari pada itu, bagaimana kalau kita bicarakan soal tugas kamu? Sebagai tutor sementara kamu, saya harus memastikan kalau kamu menyelsesaikan target pembelajaran sesuai kesepakatan awal. Apa tugas untuk minggu ini sudah dikerjakan?” Janetta mengalihkan pembicaraan.
“Tugas minggu ini sudah selesai di periksa pak Hans kemarin lusa. Untuk minggu selanjutnya akan saya selesaikan sebelum hari sabtu”
“Bagus, saya bersyukur kamu orang yang rajin. Sepertinya pekerjaan saya tidak akan terlalu berat”
Janetta bangkit dari tempat nya duduk.
“Untuk hari ini, sampai disini dulu saja. Toh saya datang ke sini hanya untuk memperkenalkan diri. Saya akan berkunjung lagi besok malam jam tujuh”
Sebagai tuan rumah, Eric pun bangkit dari tempat nya duduk dan mengantar Janetta ke pintu keluar rumah nya. Setelah memastikan kalau Janetta benar benar pulang, eric langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi Julia.
EricG : kak Julia, barusan gue udah ketemu kak Janetta
JellyJ : terus gimana?
JellyJ : jadi, dia batal nge rekrut anggota baru buat The Core?
Eric G : dia bakal tetep nge rekrut satu anak. Dia bilang, anak itu punya kemampuan yang cukup berguna juga buat the Core.
Ditengah pembicaraan daring itu, Eric tiba tiba teringat pada kata kata Alfian saat di rumah sakit.
JellyJ : lo udah tahu, siapa yang bakal dia rekrut?
EricG : ini Cuma dugaan, tapi firasat gue… orang itu adalah Elvira.
***
Waktu menunjukan pukul Sembilan malam. Masih di apartemen nya, Elvira tengah mengerjakan beberapa pekerjaan rumah yang harus ia selesaikan untuk kemudian dikumpulkan di hari senin.
__ADS_1
Gadis itu meregangkan tubuh nya.
Sesi konseling dan terapi yang ia jalani hari ini berjalan cukup baik. Ia minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter. Ia juga menjawab tiap pertanyaan yang diajukan psikolog dengan baik. Gadis itu tertawa riang.
Vira berhasil mengelabui mata orang orang dari Pandora Association yang bekerja di Central hospital.
“Kamu tau nggak… gini gini aku ngikutin semua pelajaran di kelas loh. Semua yang Elvira tau, aku pun pasti tahu. Tapi, apa yang aku tahu… belum tentu Elvira tahu”
Gadis itu menoleh kearah sosok hantu berambut perak yang berdiri di samping nya.
“Kamu tahu kenapa?”
Sosok yang hanya bisa dilihat orang orang dengan anugrah khusus itu hanya menjawab dengan Diam.
“Karena aku yang asli. Elvira yang kamu suka itu palsu! Cuma kepribadian yang dibikin dari kepingan memori yang nggak lengkap!”
“Gue, sama sekali nggak peduli. Apakah dia palsu atau nggak, karena buat gue… dia nyata. Sama kaya keberadaan gue sebagai hantu.”
“Terserah! Aku nggak suka hal hal rumit kaya gitu. Kamu mau sampai kapan disini?”
Hantu berambut perak itu lagi lagi tak menjawab pertanyaan Vira.
“Yaudah terserah… toh orang yang udah mati, nggak bisa ngusik orang yang masih hidup kayak aku.”
Vira kembali mengerjakan soal soal yang ada di hadapan nya. Sementara sosok hantu berambut perak mulai bergerak meninggalkan Vira,
“Kasian cewek itu… kalau pun dia mati, dia nggak bakal bisa gentayangan kaya kamu. Dia Cuma bakal ngilang…”
***
__ADS_1