
“Luciel…” Alfian memanggil pemuda itu. “lo masih hidup?”
Pemuda itu tertawa terbahak bahak. Suara tawa yang terdnegar seperti berbagai suara yang dijadikan satu.
“Perkenalkan, namaku adalah Lilith. Aku adalah… apa yang sering kalian sebut sebagai iblis perempuan pertama” ucap pemuda itu. kali ini, suaranya terdengar seperti suara manusia normal.
Alfian sama sekali tak dapat memahami situasi ini. jika yang mengikutinya selama ini adalah hantu Luciel, maka apa yang terjadi pada tubuh asli nya? atau… inikah fenomena yang biasa orang sebut dengan istilah kesurupan? Astral projection? Atau apa?
“Apa yang lo lakuin ke Luciel? Kenapa iblis kaya lo bisa ada di badan temen gue?’ tanya Alfian lagi.
“Sulit menjelaskannya pada bocah seperti mu. yang jelas, tadinya aku datang kesini untuk menyelamatkan salah satu bidak kami” pemuda itu menendang tubuh King yang sudah tergolek. Tak ada nafas, tak ada tanda tanda kehidupan dari tubuh itu. “Sayang sekali, aku terlambat. Sekarang, tubuh ini tak lebih dari jasad kosong. Tak ada lagi yang bisa digunakan”
“Apa tujuan lo manfaatin King sampai kaya gini?” tanya Eric lagi. Pemuda itu tersenyum simpul.
“Hanya ingin mengucapkan salam, pada manusia yang hendak berperang dengan kami… kami hanya ingin tahu, sudah sejauh mana manusia mempersiapkan diri untuk menghentikan kami. Ternyata, yang mereka persiapkan hanya bocah bocah ingusan seperti kalian. Ini agak mengecewakan. Tapi…” Lilith menunjuk Eric yang tepat berada lurus dihadapan nya. “kau cukup cerdas untuk mengelabuhi ku dan membebaskan milik kami. Aku harus memuji mu untuk itu”
Pemuda yang memperkenalkan dirinya sebagai Lilith itu segera berbalik, hendak meninggalkan GOR.
“Tunggu! Jangan per—“
Sebelum Eric sempat menyeselesaikan ucapan nya, kobaran api berwarna hitam muncul dari telapak kaki Lilith, dan membakar tubuh pemuda itu hingga lenyap tak bersisa.
Yang tersisa hanyalah sebuah tanda tanya besar.
Apa kemunculan Lilith dihadapan mereka hari ini, dan semua yang terjadi selama ini hingga mereka berkumpul di titik ini, semua nya… adalah scenario yang memang sudah diciptakan untuk tujuan tertentu?
Hal pertama yang Nathanael lakukan pada situasi tersebut adalah, memeriksa keadaan King.
Tak ada nafas, detak jantung, maupun denyut nadi yang teraba. Tubuh itu bahkan sudah terasa dingin.
__ADS_1
“Apa salah satu diantara kalian sempat melawan dia?” tanya Nathanael pada semua yang ada di gelanggang. Baik Eric, Gio, maupun Ivana menggelengkan kepala mereka. Tak satupun dari mereka yang sempat bertarung melawan King.
“Syukurlah kalau begitu. Saya harus membawa dia ke rumah sakit untuk memastikan keadaan nya. jika memang anak ini sudah meninggal, dan dilakukan otopsi, saya harap tak satupun diantara kalian yang terkena masalah…”
Nathanael mengangkat tubuh yang sudah tak bernyawa itu. bobotnya menyusut drastis, begitu pun tinggi badan nya. semua orang menyadari hal itu ketika melihat seragam yang melekat di tubuh King mendadak tampak kebesaran. Seolah tubuh itu kembali ke keadaan tiga tahun yang lalu. Namun, tak seorang pun berani berkomentar disituasi yang cukup aneh itu. Yukiya sudah menjelaskan bahwa King sejak awal memang sudah mati.
“Silahkan kalian selesaikan urusan kalian… jika ada yang harus dijelaskan, saya akan menjelaskannya pada kalian nanti… setelah urusan anak ini benar benar selesai”
Tepat sebelum Nathanael melangkah lebih jauh, tiba tiba saja Gio merasakan sakit kepala yang luar biasa. Pemuda itu terjatuh di atas kedua lutut nya, sementara darah menetes dari hidung nya.
“Gio, lo nggak apa apa?” tanya Ivana yang langsung menghampiri pemuda itu. padahal, sejak meniru kemampuan Yukiya, tubuhnya pulih dengan cepat dan tampak baik baik saja.
“Kamu juga ikut saya. Meniru kemampuan Sub Esper tingkat tinggi tanpa jeda seperti itu… jelas ada efek samping nya”
Maka sesuai instruksi, Gio pun mengekor Nathanael menuju Central hospital.
“Yukiya, jelasin semua nya. sekarang!”
***
Vira membuka matanya perlahan, dan menyadari bahwa dirinya kini tengah berada di suatu GOR. Ia melihat sekeliling, dan mendapati bahwa semua orang kelihatannya sedang membicarakan sesuatu yang cukupp serius.
“Yukiya, jelasin semua nya. sekarang!” ucap Ivana. “kenapa lo terlibat sama ini semua? Selain itu… soal luka luka lo juga”
Yukiya menghela nafas panjang.
“Oke, gue akuin. Ini semua rencana gue. bahkan soal insiden pemukulan itu… waktu gue dipukul dan dibawa kerumah sakit… itu semua rencana gue”
“Lo dipukul? Jadi korban pemukulan itu elo?” ucap Ivana tak percaya.
__ADS_1
“Iya. korban pemukulan itu memang gue. kak Ivana nggak bakal tahu karena waktu gue pulang… luka itu udah sembuh. Dan ya, sama kaya kalian… gue bukan manusia biasa. Gue punya kemampuan regenerasi spesial” jawab Yukiya.
“Gila ya… lo ngerahasiain hal ini dari gue?”
“Dan buat rencana lo ini juga, lo ngorbanin Elvira? kalau sampai terjadi apa apa sama dia gimana?” kali ini Eric yang mengajukan pertanyaan.
“Kalo ada apa apa ya… gak apa apa” jawab Vira tiba tiba. Gadis itu segera bangkit dan menghampiri Yukiya. “selama aku masih hidup, nggak ada masalah kan?” ucap Vira tanpa keraguan sedikit pun.
“Yuuki… anter pulang yuk. Pulang sekarang yuk?” ajak Vira pada Yukiya.
“Oke, kak Janetta… dengan ini, gue udah memenuhi semua syarat buat diterima jadi anggota The core kan? Gue manfaatin semua informasi yang gue punya buat nge gerakin orang orang disini. Dan tujuan gue tercapai. Selain itu, gue juga memenuhi syarat buat terlibat dalam project Pandora karena gue sub esper. Clear kan?”
Eric benar benar terkejut mendengar ucapan Yukiya dan kini matanya beralih pada Janetta yang sedari tadi hanya diam menyimak pembicaraan yang ada.
“Kamu benar, kamu lulus. Saya tidak punya alasan untuk tidak menerima kamu sebagai anggota The core” jawab janetta akhirnya. Mendengar jawaban itu, Yukiya langsung berbalik hendak meninggalkan gelanggang bersama Vira.
“Kurang ajar! Jadi semua ini udah direncanain? Lo pikir kita semua mainan atau gimana?” kemarahan Eric sudah sampai pada puncak nya. ia hendak mengejar Yukiya. Tapi janetta menghalangi jalan nya.
“Berhenti!” ucap Janetta, yang masih bisa mempertahankan wajah datarnya yang tenang.
“Kak janetta, please minggir. Ini udah keterlaluan!”
“Eric, stop. Lo nggak bisa ngapa ngapain Yukiya soal ini. karena sekarang, yukiya adalah anggota the core” cegah Alfian.
“Terus emangnya kenapa kalau dia anggota the core?”
“Semua kerahasiaan dan keamanan anggota The core, dijamin oleh pihak sekolah. dalam hal ini, yang nentuin aturan mainnya adalah… bokap lo sendiri”
***
__ADS_1