Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
Imitation


__ADS_3

“oke, karena kemarin kita udah ngebahas soal Esper, hari ini gue bakal jelasin tentang anak anak special lain yang dikategorikan sebagai Sub esper.” Alfian membuka pembicaraan. “sub Esper itu, sebutan buat anak anak dengan kemampuan special yang mirip Esper. Tapi perbedaan nya, kemampuan mereka nggak bakal berkembang. dan perbedaan paling mencolok lain nya adalah… mereka nggak bisa ngelihat hal hal metafisik.”


“Sub esper, secara kasat mata bakal kelihatan kaya anak anak yang punya bakat special. Misal nya, punya reflex dan kekuatan diatas rata rata, atau kecerdasan yang luar biasa. Yah, bagaimana pun kemampuan mereka itu merupakan tiruan dari kemampuan Esper, tapi variasi nya lebih luas. Selain itu, berbeda sama Esper yang merupakan bakat alami… Sub Esper itu bakat buatan. Jadi, memang ada metode atau kejadian tertentu yang memicu terlahir nya kemampuan Sub esper.” Alfian menjelaskan.


“jadi, selain Esper yang ada di klub ini… apa di sekolah ini juga ada anak anak yang dikategorikan sebagai Sub Esper selain kak Ivana?” Tanya Eric penasaran.


“ada beberapa. Prince ketua El diablo, Janetta dari klub Jurnalistik, bahkan Gio ketua The Hive… mereka masuk kategori Sub Esper.”


“tau dari mana kalau mereka Sub Esper?” Tanya Eric lagi.


“saya yang kasih tahu” ucap seorang pria yang tiba tiba muncul dari balik pintu. Nathanael Kim, seperti biasa selalu muncul ditengah pembicaraan penting seperti hantu.


“Sebelum klub ini dibentuk,  Alfian diskusi dulu sama saya soal kandidat orang orang yang bakal jadi anggota Eskul ini. sayang nya, nggak ada satu pun dari mereka yang bersedia ikut gabung, karena masing masing udah megang posisi penting di klub lain. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau di masa depan nanti, mereka bakal diajak join. Untuk saat ini, klub Esperia Cuma beranggotakan Esper dan satu anak biasa karena kekurangan anggota.” Nathanael menjelaskan.


“kalau gitu, bapak tahu dari mana?” tanya Eric lagi.


            Nathanael terdiam sejenak mendengar pertanyaan Eric. Tak disangka kalau Eric akan mengajukan pertanyaan itu.


“sayang sekali, saya nggak punya kewenangan untuk jawab pertanyaan itu”


Sungguh Jawaban yang tidak memuaskan. Tapi mau tidak mau, Eric harus menelan nya.


“oke, cukup penjelasan soal Sub Esper nya. Sekarang kita bahas soal kegiatan klub. Apa Poster sudah jadi?” tanya Nathanael. Eric membuka gulungan poster yang ia bawa dan menunjukan nya pada anggota klub.

__ADS_1


“poster udah jadi, kak Julia bilang kalo model nya udah fix, bisa dipublikasikan secepat nya. Jadi tinggal nunggu persetujuan kalian, Pembayaran nya nanti setelah publikasi selesai.” Eric menjelaskan.


            Yukiya memperhatikan isi poster itu dengan seksama.


“desain nya udah bagus, tapi apa nggak bakal ada foto kita nya?” tanya Yukiya.


“gue nggak setuju” tolak Elvira langung. “gue nggak mau muka gue dipampang. Silahkan aja kalo kalian mau” ucap nya.


“gue juga nggak setuju, apa lagi karena dari awal Reputasi gue kurang bagus” ucap Eric.


“gue juga nggak setuju, kalo foto gue masuk poster di sebelah kalian kalian… gue bakal keliatan pendek nya” ucap Alfian yang tinggi badan nya tak sampai 170 cm.


“beneran nggak ada yang setuju nih?”


“banyak cewek cantik nya?”


“banyak, tapi hampir semua anggota eskul modelling penggemar berat nya Prince”


“ck!” Yukiya menyandarkan kepala nya ke Sofa, Kecewa.


“oke, jadi gimana poster nya? udah fix?” Tanya Eric berusaha memastikan.


“fix aja deh, biar cepet kelar”

__ADS_1


“oke… pak, saya ke ruang jurnalistik duu buat ngasih tahu kak Julia kalau desain poster nya udah fix ya” Eric meminta izin. Yang kemudian langsung di iya kan oleh Nathanael.


“Ric, gue ikut deh, pengen jalan jalan. Boleh kan pak?” kali ini Yukiya yang meminta izin.


“ya, boleh. Saya juga duduk duduk disini karena Gabut nunggu rapat Komite.” Ucap Nathanael santai.


“ruang guru isi nya bapak bapak sama ibu ibu semua ya pak?” tanya Alfian iseng.


“ya begitulah… pembicaraan mereka nggak nyambung sama saya.”


“kalau gitu, kami pergi ya pak”


            Eric dan Yukiya pun pergi meninggalkan perpustakaan sementara Alfian, Elvira dan pak Nathanael asyik berbincang bincang.


***


“kasian juga ya pak Nathanael, baru umur dua puluh dua tahun udah jadi guru. Di institusi kaya gini pasti susah nyari temen sebaya” Yukiya berkomentar.


“denger denger sih, pak Nathanael pernah Advance class waktu SMA, dan ngambil program fast track pas kuliah. Wajar kalau dia jadi guru di usia yang relative muda dan agak susah buat nge baur sama guru lain yang rata rata lebih tua. Lo yang pernah ikut program Advance class juga pasti paham”


            Yukiya tiba tiba menghentikan langkah nya.


“Eric, lo tahu dari mana kalau gue pernah ikut program Advance class?”

__ADS_1


__ADS_2