Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
Secretly


__ADS_3

    Mobil hitam yang ditumpangi Eric dan Ivana mulai bergerak meninggalkan pelataran sekolah, menuju Square town. Baik Ivana maupun Eric sama sama duduk di kursi penumpang, ini karena Ivana hendak membicarakan sesuatu yang tampaknya cukup penting.


    “Jadi, ini soal Yukiya…” ucap Ivana membuka pembicaraan. “gue denger… lo bisa masuk kedalam memori orang lain kan?”


    Eric menganggukan kepalanya.


    “Sebenernya, ada sesuatu yang pengen gue tahu soal Yukiya. Dan ini mungkin ada hubungannya sama kemampuan Sub Esper dia” lanjutnya.


    “Kemampuan sub Esper dia itu… Regenerasi super kan?”


    Ivana menganggukan kepalanya.


    “Yup, itu juga yang bikin gue penasaran. Beberapa tahun yang lalu, Yukiya dibawa sama orang orang dari klan asal ibunya. Selama tujuh hari, dia nggak pulang. Sejak kejadian itu, Yukiya jadi sering sakit sakitan. Yukiya nggak cerita banyak ke gue, karena gue terhitung sebagai orang diluar klan Dokumizu. Tapi, tadi siang dia bilang kalau hal itu ada hubungan nya sama kemampuan Sub Esper dia”


    Ivana menatap lurus kearah Eric.


    “Sub esper, bukan anak anak yang punya kemampuan Esper secara alami. bahkan gue punya kemampuan ini, dari nyokap gue. tapi Yukiya lahir sebagai anak normal. Apa lo nggak penasaran, kenapa dan untuk apa yang namanya Sub Esper itu ada?”


    Eric terdiam sejenak, ia tahu kearah mana pembicaraan ini bermuara.


    “Kak Ivana pengen gue ngeliat masa lalunya Yukiya?” tanya Eric. Ivana menganggukan kepalanya yakin.


    “Kalau lo dapet sesuatu, nanti lo bisa kasih tahu gue”

__ADS_1


    “Nggak usah nanti, sejujurnya gue emang udah pernah lihat masa lalunya Yukiya”


    Eric terdiam sejenak, berusaha mengingat kembali apa yang ia lihat dalam ruang memori pemuda itu.


    “Sekumpulan anak dia suatu ruangan besar. Ruangan itu mirip rumah tradisional jepang, bahkan alas nya pun pakai tikar tatami. Mereka duduk hadap hadapan. Yukiya ada diantara mereka. Kemudian nggak lama kemudian, beberapa orang mulai menyajikan… suatu minuman dalam gelas tradisional jepang. gue nggak paham… mereka bicara dalam bahasa jepang. setelah itu, ereka diminta buat nenggak minuman itu sampai habis. Setelah mereka semua minum, beberapa anak mulai tumbang. Termasuk Yukiya. Nah, waktu gue masuk ke memorinya Yukiya yang satu ini, gue sempet kena Overwritten” Eric menceritakan memori yang ia dapat dari kenangan milik Yukiya.


    “Overwritten?” tanya Ivana tak paham.


    “Iya, Overwritten. Ini terjadi ketika gue masuk ke memori seseorang, terus kenangan orang itu tiba tiba masuk kebadan gue sendiri. Seolah apa yang terjadi di dalam ruang memori itu adalah sesuatu yang terjadi ke gue sendiri” pemuda itu menjelaskan.


    Ivana pun menangangguk paham. Ternyata, melihat masa lalu bisa menimbulkan dampak seperti itu.


    “Oh iya, selain itu… gue juga ngeliat kenangan lain di dalam memori Yukiya. Gue ngeliat… cewek yang masih anak anak. Rambutnya pirang, dia berlutut gitu di depan Aquarium yang isinya mayat dalam resin.” Eric berusaha mendeskripsikan.


    “Itu… mungkin gue. waktu gue nemuin mayat nyokap gue didalam cairan Resin itu, yukiya juga ada disana. Di hari ulang tahun gue” Ivana menduga.


    Beberapa menit setelah melaju, mobil akhirnya melewati kawasan Square town yang ramai. Kompleks apartemen temat Ivana dan yukiya tinggal berada tak jauh dari kawasan ini.


    “Pak, sekalian aja ke daerah Apartemen A” ucap Eric pada sang sopir, pak Yudha pun mengangguk patuh.


    “Loh, lo tahu apartemen gue?” tanya Ivana heran.


    “Sebenernya, gue pernah ngebuntutin Yukiya sampai daerah apartemen kalian. Walau pada akhirnya, gue nggak tahu lokasi tepat dimana kalian tinggal” ungkap Eric jujur.

__ADS_1


    “Sampai segitunya…” komentar Ivana. “oke, balik lagi soal Yukiya. Sejujurnya, banyak hal yang pengen gue tahu soal Yukiya karena dia sub Esper. Gue sempet mikir, kalau gue tahu soal apa yang terjadi sama sub Esper kaya Yukiya, gue mungkin juga bisa tahu soal nyokap gue. tapi ternyata… ini dan itu mungkin nggak berhubungan” Ivana menyimpullkan.


    “Tapi, bukannya semua sub Esper yang kita kenal kecuali Yukiya, punya satu kesamaan ya? sama sama terhubung ke Pandora Association?” Eric berspekulasi.


    “Itu dia, tapi kayaknya… mereka nggak segampang itu cerita soal… hal itu. bahkan Gio, dia nggak pernah cerita tentang apa aja yang dia lakuin waktu tinggal di bawah naungan Pandora Association selama satu tahun”


    Tak lama kemudian, mobil pun terhenti di kawasan apartemen A.


    “Apartemen kak Ivana ada di gedung yang mana?” tanya Eric penasaran.


    “Cukup dianter sampai sini aja. udah nggak jauh kok” ucap Ivana seraya membuka pintu mobil.


    “Barang barang lo yang masih di rumah gue gimana? Mau dianter kesini langsung atau mau lo ambil sendiri?”


    “Gue udah bilang ke tante Regina kok, yang gue bawa ke rumah lo Cuma baju ganti. Kata tante Regina, ditinggal juga nggak apa apa, buat jaga jaga kalau nanti gue nginep lagi disana”


    Tiba tiba, Eric memicingkan matanya curiga.


    “Lo… ada rencana buat nginep lagi? Ngapain? Kenapa rumah gue? kenapa nggak rumah temen lo yang lain?” Eric mengajukan pertanyaan bertubi tubi.


    Ivana hanya tersenyum simpul.


    “Bye… makasih atas tumpangan nya”

__ADS_1


    Ivana berlalu pergi tanpa menjawab satupun pertanyaan Eric.


***


__ADS_2