Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
History of El diablo (1)


__ADS_3

Alexander Gildereich tersenyum puas.


“Kamu benar, padahal saya Cuma ngirim pesan anonym ke klub jurnalistik. Saya nggak nyangka kalau mereka langsung bereaksi dengan mengirim request langusng ke Klub Esperia. tapi semua memang berjalan sesuai scenario saya” ucap nya tenang.


“Eeeh… ternyata bapak masih suka main main sama anak SMA. Walau saya sudah bisa tebak sih, tujuan bapak ngelakuin itu semua”


“Jadi, gimana pendapat kamu tentang Eric? apa dia layak jadi bagian dari Proyek Pandora? ”


Alfian berpikir sejenak.


“Awal nya, saya pikir dia Cuma anak orang kaya biasa yang kebetulan punya tragic back story dan bla bla bla. Tapi hari ini, di nyelametin saya. Dia masuk kealam bawah sadar saya, di tuntun Hiraeth, keluar dari loop, dan bahkan tidak menyentuh satu pun informasi di Library’s of life. Bapak yakin, itu anak bapak?” tanya Alfian heran.


“Hey, waktu masih muda… saya lebih keren dari itu. saya bahkan udah kenal dunia mafia Rusia dan melalui lebih banyak hal waktu seumuran anak itu. jelas dia anak saya, dia punya separuh kehebatan saya” Alexander membanggakan diri nya. “jadi, apa dia layak jadi bagian dari proyek Pandora?”


“Kalau sudah begini… saya nggak mungkin nggak setuju. Tapi yang lain mungkin punya pendapat berbeda. Dan soal ini, tergantung kesediaan Eric juga”


“Dia nggak mungkin nggak bersedia. Proyek ini sangat penting bagi keberlangungan hidup di pulau Bellkarta. Tidak,Bahkan dampak dari proyek ini mungkin bisa lebih besar dari itu”


Alfian menutup Novel yang sedari tadi ia baca.


“Yah, kalau pihak Pandora Asociation yang berpusat di Vatikan sampai turun tangan… tidak mungkin masalah nya se sederhana itu” Alfian berspekulasi.


“Ah ngomong ngomong, bapak udah tau belom… kabar terbaru soal King?”


“King?” Alex mengernyitkan kening nya tak paham.


“Maksud saya, kak Kevin… murid Santana yang masuk penjara anak itu loh”


“Ooohh… anak *** yang ngerusak reputasi Santana itu ya. Kalau ingat anak itu saya jadi kesal… perkumpulan orang tua murid langung nuntut yang macem macem ke pihak kami. Untung masalah cepet selesai karena ada anak anak yang di bawa pak Arthur itu. kalo nggak, saya nggak tahu deh kedepan nya gimana” Alex mengenang. “emang nya anak itu kenapa? Dia ribut sama tahanan lain? masa tahanan nya diperpanjang?”


Alfian menggelengkan kepala nya.


“Justru sebalik nya pak, kak Kevin udah keluar dari penjara”


***

__ADS_1


“Sekitar dua tahun yang lalu… sebelum El diablo diambil alih kak Daniel, gue pernah dikejar kejar sama anak El diablo. Waktu itu gue udah keluar dari El diablo, tapi mereka maksa gue buat tetep jadi anggota geng itu.” Ivana membuk cerita nya.


“Nggak ada yang nggak bisa gue kalahin. Terus terang, gue nggak masalah walau harus berantem sama anggota mereka tiap hari. Tapi… pada suatu hari adik gue di sandera…


2 tahun yang lalu…


Hujan turun deras, ivana berlari secepat mungkin menuju Gelanggang terbengkalai yang terletak tak jauh dari Santana Senior High School. Nafas ny memburu, dada nya serasa terbakar. Sepucuk surat dari seseorang berinisial ‘K berada dalam genggaman nya, Ivana tetap membawa surat itu walau kini tinta nya luntur dan kertas nya mulai rusak karena basah terkena hujan.


BRAAAAKKK!!!


Ivana mendorong pintu di hadapan nya sekuat tenaga.


“Akhir nya lo datang juga, Q” pemuda tinggi besar dengan rambut di cat pirang itu berdiri dari kursi nya. gelanggang itu dipenuhi anggota gangster El diablo dengan tinggi badan yang jauh lebih tinggi dari Ivana.


Tapi gadis itu tak gentar, ia melangkah masuk walau dalam keadaan basah kuyup.


“Jangan main main King, adik gue nggak ada hubungan nya sama ini semua”


“Oh, tentu ada… Queen. Dia adek lo, dia punya hubungan sama lo. Lo itu milik El diablo… jadi jelas dia ada hubungan nya sama kami” ucap pemuda itu tenang. “lo itu terlalu arogan, keluar dari El diablo seenak nya. sekarang duduk dulu okay… kita bicara baik baik”


“Apa ini nggak terlalu lebay? Lo segitu takut nya sama cewek?” Ivana mengejek.


            Pria bernama sandi king itu menyalakan sebatang rokok, menghisap nya, kemudian menghembuskan asap nya tepat di wajah Ivana.


“Cewek dari mana nya? lo bahkan bukan manusia, lo itu monster!” ucap nya pada Ivana. gadis itu memalingkan wajah nya, iya benar benar benci bau asap rokok.


“Lo itu monster yang nggak bisa di kekang, gue akuin… lo itu yang paling kuat di antara semua anggota El diablo yang lain. TAPI, lo itu Arogan! Dan Arogansi lo itu, bikin gue MUAK!”


            Pemuda itu menjambak rambut Ivana, memaksa gadis itu untuk menatap mata nya. bagaimanapun Ivana tahu kalau kemampuan hypnosis pemuda itu adalah kelemahan nya yang paling fatal. Jika ia terkena pengaruh hipnotis, ia akan kehilangan kemampuan bertarung nya. jadi Ivana menutup mata nya rapat rapat.


“Oh, pinter juga lo…”


Pemuda itu kemudian memberi isyarat pada bawahan nya untuk mengeluarkan sandera. Seorang bocah dengan tubuh penuh lebam, berjalan terhuyung dalam keadaan tangan terikat. Ia kemudian jatuh terjerembap tepat di samping King.


“Kak… Ivana” ucap nya terbata.

__ADS_1


Ivana refleks langsung membuka mata nya.


“Yukiya!!” jerit Ivana begitu matanya menangkap sosok sang adik yang terkulai di samping tempat duduk King. Kesempatan itu langsung di manfaatkan King untuk membuat Ivana menatap mata nya. hipnotis berhasil, Ivana kini tak berkutik.


“Lo harus di didik supaya nurut, lo itu Cuma milik El diablo”


Bugh!


Satu tendangan mengenai perut Yukiya, bocah itu meringis kesakitan. Ivana hanya menatap yukiya dengan tatapan kosong. Karena pengaruh hipnotis, tubuh Ivana tak bisa bergerak, walau ia sadar penuh akan apa yang terjadi di hadapan nya.


“Berhenti!” ucap pemuda yang tiba tiba muncul dari pintu gelanggang. Orang itu tak lain adalah Gio, bawahan Ivana yang paling setia semasa Ivana masih menjadi anggota El diablo.


Ia langsung menghambur kearah Ivana.


“Ivana… lo nggak apa apa?” tanya nya. namun Ivana tak menunjukan reaksi apa apa. ia hanya menatap anak buah setia nya itu dengan tatapan kosong.


“Jack… dari mana aja lo? Pesta udah dimulai dari tadi. Lo telat banget tau nggak?” ucap King santai.


“King ini nggak bener. Kalau lo mau mau bawa Ivana balik kesini, nggak gini cara nya!”


“Ooohh… udah berani nge bacot lo ya”


Satu pukulan hampir mendarat di wajah Gio andai pemuda itu tak menahan nya.


“Baru segini udah ngerasa hebat?”


Sebuah tendangan mengenai punggung Gio secara telak. Pukulan bertubi tubi lain nya langusng menghampiri. Pemuda itu mencoba melawan, tapi serangan bertubi tubi dari sepuluh orang sekaligus tentu bukan sesuatu yang bisa ia hadapi.


“Lo lihat ini Ivana? nggak ada yang bisa lo lindungin!”


Tak butuh waktu lama untuk membuat Gio babak belur. King dan anak buah nya baru berhenti setelah gio tak sadarkan diri. Setelah puas menghajar Gio, ia langsung menghampiri Ivana yang masih berada dalam pengaruh hipnotis nya.


“Ini pelajaran buat lo, jangan pernah macem macem sama gue. nyuruh lo tunduk, lo harus tunduk ke gue. no excuse… paham lo?”


Setelah puas memberi pelajaran pada Ivana, king dan seluruh anggota El diablo yang lain meninggalkan GOR. Meninggalkan Ivana yang masih dalam kondisi terhipnotis, sementara Yukiya dan Gio berada dalam keadaan tak sadarkan diri.

__ADS_1


***


__ADS_2