
“Kak Ivana… nginep di rumah lo?” tanya Yukiya begitu Eric duduk disampingnya.
“Iya. dia bilang, dia lagi nggak mau ketemu lo. wajarkan? Setelah lo nyembunyiin banyak hal dari dia.” jawab Eric sambil meletakkan buku buku diatas meja nya.
“Gue kira, lo masih marah soal kejadian kemaren… lo keliatan biasa aja” Yukiya berkomentar.
“Soal Elvira, awalnya gue emang marah karena lo manfaatin dia di situasi berbahaya gitu. tapi setelah dipikir pikir, gue bahkan nggak punya hak buat marah. Terlalu banyak hal yang nggak gue tahu soal dia”
Setelah mengatakan hal itu, Eric mengalihkan pandangan nya pada Elvira yang duduk di depan kelas. Gadis itu juga tampak bersikap biasa saja. Entah Vira atau Elvira yang mengendalikan kesadaran itu saat ini.
“Ternyata lo udah kenal Elvira dari lama. Kenapa sok sok an kenalan pas awal masuk kelas?” tanya Eric pada Yukiya.
“Lo salah paham. Sejak awal gue emang nggak kenal sama Elvira, karena gue kenal nya Vira. Lo udah tau kan, soal mereka berdua?”
Eric menghentikan kegiatan nya menyiapkan buku.
“Tahu, tapi tetep aja gue nggak paham. Diantara dua orang itu, diri dia yang sesungguhnya ada dimana?”
***
“Julia, ada hal penting yang harus saya bicarakan” ucap janetta begitu masuk ke ruang Jurnalistik. Julia yang semula sibuk merapikan beberapa foto langsung menghentikan kegiatan nya.
“Kenapa kak?”
__ADS_1
“Saya mau memperkenalkan kamu dengan anggota baru The core”
Julia cukup terkejut mendengar pernyataan Janetta. Apa dugaan nya benar? Apa anak kelas satu yang direkrut sebagai anggota The core itu adalah Elvira?
“Hai~” ucap Yukiya yang tiba tiba muncul di ambang pintu.
“Sorry, bisa datang nanti lagi gak? Gue mau ngobrol dulu sama kak janetta” ucap Julia yang mengusir Yukiya secara halus.
“Mungkin kamu sudah mengenal dia. namanya Yukiya Isadores. Mulai hari ini, ia resmi ditetapkkan sebagai anggota The core”
“Eh?” Julia mengernyitkan dahinya. “kak Janetta yakin mau ngerekrut anak ini?” tanya Julia yang masih terkejut. “maksud gue…kenapa harus Yukiya? Apa dia pengumpul informasi kaya gue? atau… apa dia punya kemampuan buat baca pikiran kaya Elvira? kenapa bukan Elvira?” Julia mengajukan beberapa pertanyaan sekaligus.
“Julia, biar saya jelaskan. Yukiya Isadores ini adalah adik dari Ivana Isadores. Dan ya, dia adalah seorang pengumppul informasi yang handal. Dengan kemampuan nya yang dapat meretas sistem komputer, saya yakin kalau Yukiya akan banyak berkontribusi dikemudian hari” Janetta kembali menjelaskan.
“Kak Janetta, apa gue boleh ngobrol sama kak Julia sebentar, Berdua?” Yukiya meminta izin yang langsung diiyakan oleh Janetta.
“Saya pergi ke ruang auditorium dulu. Kebetulan Ada beberapa hal yang harus didiskusikan terkait lomba yang harus saya ikuti minggu depan.” Ucap Janetta sebelum meninggalkan ruang Jurnalistik.
Kini, tinggalah Julia dan Yukiya berdua di ruangan itu.
“Gue nggak tahu, apa motif lo masuk The core. Yang jelas, gue nggak bakal setuju gitu aja” ucap Julia terus terang. Yukiya melangkah mendekati Julia, dan duduk di salah satu meja kosong.
“Dua tahun yang lalu… sistem The core dibangun. Kak janetta adalah orang yang ngumpulin semua informasi rahasia dari dunia bawah tanah Bellkarta, dibantu sama kak Daniel yang sekarang jadi ketua El diablo. Diantara dua orang itu, apa ada yang punya kapasitas buat membangun sistem rumit terkomputerisasi yang bikin database The core jadi sesuatu yang nggak bisa ditembus bahkan oleh ahli Cyber kepolisian sekalipun?”
__ADS_1
Nafas Julia tercekat, jika bisa ia ingin menyangkal dugaannya sendiri.
“Kak Janetta itu jenius, bikin sistem kaya gitu pasti bukan masalah buat dia”
“Kak Julia benar. Tapi soal komputer, gue masih nomor satu. Yang ngebangun sistem The core itu sendiri… itu adalah gue”
Julia menggelengkan kepala nya. tidak, itu tidak mungkin.
“Gue tahu, alasan kenapa lo mati matian masuk The core. Ada sesuatu yang pengen lo hapus… dan itu adalah—“
Dalam satu gerakan, Julia langsung membekap mulut Yukiya dengan kedua tangannya.
“Jangan! Jangan bilang apa apa. gue nggak mau denger. Gue nggak mau denger hal itu dari mulut lo” ucap Julia panic. Keringat dingin membasahi keningnya. Yukiya hanya tersenyum mendengar perkataan Julia.
“Jadi, lo nggak bakal protes lagi soal keanggotaan gue sebagai bagian dari the core kan, kak Julia?”
Entah mimpi buruk macam apa yang ia alami semalam. Yang jelas, ia sama sekali tak ingin berurusan dengan Yukiya. Julia menatap tajam kearah Yukiya. Ia benar benar merasa kesal. Bukan karena Yukiya mengetahui rahasia nya, melainkan karena ia sadar bahwa tak peduli sebesar apapun pengorbanan yang ia lakukan, tetap saja selalu ada hal hal yang tak bisa ia capai dengan kedua tangannya.
Padahal, ia sudah mengorbankan persahabatan nya. padahal, ia sudah menjual Ivana. padahal, ia sudah menjadi bagian dari The core selama satu tahun ini. lantas, apa artinya itu semua jika ia masih tak diberi akses menuju Database The core?
Kenapa Janetta tak memberinya kesempatan?
“Ikutin apa kata gue, dan gue bakal bantu kak Julia buat dapetin apa yang lo mau. Gue serius.”
__ADS_1
***