
“Hah, ngomong sama Librarian?”
Alfian terdiam sejenak, berusaha menimbang permintaan Janetta.
“Maksudnya, gue panggil Librarian kesini?’
Janetta menganggukan kepala nya yakin.
“Kalau ada apa apa sama kamu, pak nathanael yang tanggung jawab” ucap Janetta datar. Nathanael langsung menatap janetta dengan tatapan tak percaya ketika mendengar hal itu.
“Kenapa mendadak jadi saya yang tanggung jawab?” protes Nathanael.
“Maksud saya… kita bisa melakukan metode serupa dengan apa yang Eric dan pak nathanael lakukan tempo hari.” Janetta menjelaskan.
“Emang nya Eric mau masuk ke tempat itu lagi?” Alfian menoleh kearah eric, pemuda itu menganggukan kepala nya ragu. “lo liat? Eric bahkan nganggukin kepala nya ragu ragu!”
“Librarian tidak akan membahayakan kamu. selama kamu tidak berada dalam bahaya, kamu hanya akan berada di Archein tanpa masuk ke lebih dalam ke Malforta”
“Tunggu tunggu, gue pusing. Archein itu apa? Malforta itu apa?” ucap Eric tak paham.
“Archein yang dilindungi medan metafora bernama Loop adalah ruang inti di alam bawah sadar manusia. Berisi segala hal yang membentuk jiwa mu. Sedangkan Malforta adalah sebutan untuk tempat di dalam Archein, yang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri terakhir ketika jiwa kamu terancam. Ini istilah yang merujuk pada segala hal di dunia yang kamu masuki ketika masuk ke alam bawah sadar manusia.” Janetta menjelaskan. “Alfian, silahkan masuk ke Archein, dan panggil Librarian kemari” Janetta memberi instruksi.
Alfian terdiam, kali ini ia menatap lurus kearah Janetta. Tatapan pemuda itu berubah kosong selama beberapa detik, sebelum akhirnya kembali focus.
__ADS_1
“Seenak nya memanggil ku kemari, benar benar tidak sopan” ucap Alfian dengan intonasi bicara mirip anak kecil.
“Librarian, apa itu kamu?”
Alfian menyilangkan kaki nya, dan mengangkat dagu nya.
“Benar, ini aku. Librarian”
Pemuda itu melihat ke sekeliling nya.
“Apa sedang diadakan pertemuan disini? Kalian semua terlihat familiar. Beberapa diantara kalian pernah kutemui di bagian luar Loop.” Sapuan mata nya terhenti ketika mendapati Eric di ruangan itu. “dan kau adalah orang yang masuk ke Archein tempo hari”
Ivana yang mengenal Alfian cukup lama tampak terkejut dengan perubahan gesture Alfian yang mendadak terlihat seperti anak kecil yang sombong. Tentu saja karena itu bukan Alfian yang sesungguhnya.
“Konsekuensi seperti apa?” tanya Nathanael khawatir.
“Kalian akan tahu setelah kalian mulai mengajukan pertanyaan”
Alfian melipat tangan, dan menyandarkan tubuh nya ke sofa.
“Ayo, silahkan mulai ajukan pertanyaan. Aku akan menjawab pertanyaan apapun yang keluar dari mulut kalian”
“Baiklah, aku akan mulai mengajukan pertanyaan” Janetta tampak mengatakan hal itu tanpa keraguan sedikit pun.
__ADS_1
“Karena Eric sudah pernah bertemu dengan mu Di Archein milik alfian, aku yakin sedikit banyak kau telah mengenal anak ini” Janetta menunjuk Eric yang berdiri tak jauh dari tempat nya duduk.
“Eric Gildereich? Yah… aku juga terkejut ketika bertemu dengan nya” Librarian berkomentar. “masuk ke alam bawah sadar orang lain, melewati loop, dan masuk ke Archein. Bahkan lebih jauh dari itu… membuka Malforta.”
“Kemampuan yang dia miliki itu… Cuma Pseudo-Retrocognition kan? Itu Cuma kemampuan yang menyerupai penglihatan ke masa lalu. Kemampuan Eric yang sesungguh nya, bukan itu kan?”
Librarian yang tengah mengambil alih kesadaran Alfian itu tersenyum dan menganggukan kepala nya.
“Jadi, sebenar nya apa kemampuan Eric?”
***
Di dalam Archein yang menyerupai reruntuhan katedral tua itu, Alfian duduk sendirian di atas sebuah peti mati. di dunia tanpa siang dan malam, awan kelabu menggantung di langit. Kilatan cahaya yang disertai suara gemuruh saling bersahutan. Ini pertanda buruk.
“Bakal ada badai” Alfian berbicara pada diri nya sendiri.
Tiba tiba angin berhembus kencang, lembaran lembaran kertas memasuki katedral dari lubang lubang di dinding yang tampak nya merupakan bekas jendela usang.
“Sialan…”
Pemuda itu tertawa getir.
***
__ADS_1