
Ditengah pembicaraan itu, tiba tiba saja Eric dan Julia mendapati yukiya yang kebetulan lewat di depan Café. Pemuda itu berjalan santai, menenteng tas nya seperti biasa.
“itu Yukiya kan?” Julia berusaha memastikan kalau ia tak salah lihat.
“iya, gue yakin itu Yukiya”
“lo penasara sama tempat tinggal nya nggak? Soal nya alamat rumah dia masuk ke dalam data yang ditutupin pihak sekolah” Julia menawarkan.
“ayo, kita ikutn dia”
Tergesa gesa, Eric dan Julia langsung keluar dari café. Kedua nya berusaha mengikuti jejak Yukiya yang mulai menghilang di antara kerumunan orang yang melewati jalanan pusat kota.
Masih terkejar.
Melewati jajaran toko di sepanjang jalan, Yukiya berbelok ke suatu Area dimana terdapat beberapa komplek apartemen sekaligus. Eric dan Julia masih hendak mengikuti Yukiya hingga tiba tiba, seorang pemuda berambut pirang menghalangi jalan mereka.
Tubuh nya cukup tinggi, sekitar 180 cm. iris mata nya berwarna kemerahan, mungkin karena mengenakan sejenis lensa kontak. Pemuda itu tersenyum ramah pada Eric dan Julia. Eric memang tak mengenali orang tersebut. Namun tampak nya, ia bukan lah orang yang asing bagi Julia.
“kak Prince?” ucap Julia begitu menyadari siapa orang yang menghalang halangi jalan mereka.
“duh, jangan panggil gue dengan sebutan itu di luaran dong… malu maluin. Panggil gue Daniel” pemuda itu meralat. Kini matanya tertuju pada Eric yang berdiri di samping Julia. Ia masih mencari jejak Yukiya di balik punggung Prince. Sial, sepertinya mereka kehilangan jejak Yukiya.
__ADS_1
“lo jalan sama dia?” tanya Daniel pada Julia sambil menunjuk Eric dengan dagu nya.
“kak, bisa minggir dulu nggak? Kami buru buru” Julia mendesak. Namun pemuda yang biasa dipanggil Prince itu tak menggrubis permintaan Julia.
“sorry nih ya, tapi kalian mending nggak usah lanjutin perjalanan kalian deh. Kalau tujuan nya Cuma buat nguntit orang…” Daniel mengulurkan tangan nya dan menyentuh rambut Julia lembut.
Julia langsung menepis tangan Daniel dengan kasar.
“galak banget… padahal dulu lo yang ngejar ngejar gue buat nyari bahan gossip” pemuda itu tertawa kecil.
“hai… gue denger kemarin lo ke tempat gue ya, waktu gue nggak bisa dateng. Gimana? Asyik nonton pertarungan di atas Ring nya?” kali ini mata Daniel beralih pada Eric.
“jangan jangan lo…” Eric tak melanjutkan ucapan nya.
Sejujur nya, ini memang di luar dugaan. Eric tak menyangka kalau dirinya akan bertemu ketua klub El diablo di tempat seperti ini.
“jujur, gue nggak mau nyari masalah sama anak yang punya sekolahan. Tapi mau gimana lagi, gue terlanjur janji sama seseorang buat nge jaga privasi anak yang nama nya Yukiya itu gimana pun cara nya. lo tahu kan, yang nama nya laki laki harus megang janji kaya apa. jadi mendingan…”
Daniel mendekatkan mulut nya ke telinga Eric.
“lo cabut dan berhenti ngikutin—“
__ADS_1
“Woyyy!!!”
Seru seseorang dari belakang Eric tiba tiba. Ternyata Gio masih mengikuti. Pemuda itu langsung mendorong Daniel untuk segera menjauh dari Eric.
“jangan macem macem!” Gio memberi peringatan.
“wow… ketua The hive ada disini juga. Tugas per-babu-an udah beres di sekolah? Asik juga lo bisa santai di tempat nongkrong kaya gini” Daniel menyindir. Gio langsung mencengkram kerah baju Daniel.
“sejak kapan gue ngasih izin ke anak El diablo buat ngawal murid secara privat gini”
“lo juga kalo bukan buat jagain murid secara privat, ngapain ngintilin si anaknya yang punya sekolahan sampe sini, b*ngsat?”
Gio melepaskan cengkraman nya. ternyata Prince sudah tahu kalau ia diminta untuk menjaga Eric selama di sekolah.
“nah, gue nggak butuh izin dari lo kok. Ini diluar sekolah, gue juga jagain Yukiya bukan sebagai ketua El diablo. Jadi jangan banyak tanya ya, izinkan gue menjalankan tugas gue dengan tenang dan damai” ucap Daniel sambil merapikan kerah baju nya yang jadi agak kusut karena cengkraman Gio.
“emang nya Yukiya itu siapa, sampe kak Daniel harus jagain dia segala?” kali ini Eric mengajukan pertanyaan.
“Yukiya itu, siapa ya… Cuma anak payah yang identitas nya harus dilindungin karena dia nggak bisa jaga diri dengan baik.” Jawab Daniel singkat. “masih mau nguntit yukiya? Kalo iya… kalian harus berhadapan sama gue dulu.” Pemuda itu menantang. Tantangan itu, ditujukan terutama untuk Gio. Gio menghela nafas panjang.
“Eric, mending kita balik. Ngelandenin dia nggak bakal ada habis nya” ucap Gio pada akhirnya. Eric mengangguk paham. Ketiga nya kemudian berbalik untuk pergi meninggalkan Prince.
__ADS_1
Menimbang dari cerita Alfian, Prince bisa dibilang merupakan orang yang paling kuat di Santana. dan kini, bisa dipastikan kalau orang terkuat di Santana senior high school itu berada di pihak Yukiya.
Pantas saja Yukiya terdengar percaya diri ketika ia membiarkan Eric untuk menyelidiki latar belakang nya.