
Eric berlari secepat mungkin menuju ke sekolah. Setiba nya di sana, ia berpapasan dengan Ivana dan Daniel yang sama sama baru kembali dari markas El diablo yang sudah dikepung.
“Gila, bahkan setelah dipenjara selama dua tahun… King masih punya anak buah setia sebanyak itu” Daniel menggelengkan kepala nya tak percaya.
“Kalian habis dari markas El diablo?” tanya Eric. Ivana dan Daniel menganggukan kepala nya bersamaan.
Kami pergi ke sana sesuai jadwal biasa. Pas kita udah nyampe disana, ternyata udah banyak anak anak El diablo lama yang jaga disana. Gue sama kak Daniel Cuma mantau keadaan dari jauh selama beberapa saat sampai akhirnya, ada mobil yang berenti depan GOR. Kami ngeliat Elvira digendong turun dari mobil itu dalam keadaan nggak sadar, makanya gue langsung nelpon lo” Ivana menjelaskan.
“Terus, kenapa nggak ada yang lapor polisi?”
“Nggak segampang itu Ric, kalo melibatkan orang dewasa, urusan ini bakal tambah rumit. Selain itu, kami juga punya perjanjian tertentu buat nggak bikin masalah besar yang merugikan sekolah”
“Maksud nya gimana?” tanya Eric bingung.
Daniel meletak kan tangan nya di pundak Eric.
__ADS_1
“Kami nggak bisa ngelibatin polisi dalam urusan yang berkaitan sama Esper dan sub Esper. Ini perjanjian kami sama bokap lo Ric”
***
Daniel, Eric, dan Ivana segera menuju ruangan Nathanael tempat Alfian berada. Ternyata, selain Alfian dan Nathanael, Gio sebagai ketua The hive juga sudah berada disana.
Setelah memastikan semua orang berkumpul, Gio mengeluarkan sepucuk surat dari saku nya dan menaruh nya di atas meja.
“Ini surat tuntutan King. Intinya, dia minta El diablo beserta markas nya balik ke tangan dia.” ucap Gio.
“Kalo nggak? Apa dia bakal ngelakuin hal yang buruk ke Elvira?”
Eric mengurut kening nya. sial, ia tak bisa berhenti khawatir. Bagaimana keadaan Elvira sekarang? Dalam keadaan seperti ini, apa ia bisa baik baik saja?
“Kak Daniel katanya pernah ngalahin King dan sekarang jadi ketua El diablo kan? Apa kak Daniel nggak bisa ngelakuin hal itu lagi?”
__ADS_1
“Gue… emang pernah ngalahin King sih. tapi, itu pun berkat bantuan seseorang. Gue udah nggak bisa ngalahin King lagi” ucap Daniel ragu.
“Emang nya kenapa?”
“Karena Kemampuan King bisa belajar dengan cepat dari kekalahan nya.” jawab seorang gadis yang berdiri di depan pintu ruangan Nathanael. Semua pandangan langsung teralih pada gadis itu. ia tak lain adalah Janetta, seorang Sub Esper dari The core.
“The Undead adalah julukan King ketika ia masih menjabat sebagai ketua Eldiablo. Apa kalian tahu kenapa?”
Hening, tak seorang pun dapat menjawab pertanyaan itu.
“Karena dia, punya kemampuan yang super tinggi untuk menganalisa musuh musuh yang sudah pernah ia kalahkan. Jika Copycat milik Gio dapat meniru kemampuan siapapun yang berada pada jarak beberapa puluh meter, maka kemampuan King adalah menciptakan taktik jitu untuk mengatasi siapapun yang pernah mengalahkan dia.” gadis bersurai madu itu menjelaskan. Ia segera masuk ke ruangan Nathanael dan menaruh laptop nya dia atas meja.
“Kenapa, kak Janetta bisa ada disini?” tanya Eric heran.
“Oh, lo nggak tahu ya? alasan utama kenapa gue bisa ngalahin King bukan karena gue kuat dan sanggup ngalahin semua anak buah king. Melainkan berkat taktik jitu cewek ini” Daniel menunjuk gadis yang tengah asyik mengolah data di Laptop nya.
__ADS_1
"Silahkan duduk di tempat kalian masing masing, analisis saya akan dimulai sebentar lagi…."
***