
“Kau benar, Retrocognition milik eric hanyalah bagian dari kemampuan nya yang sesungguhnya.” Jawab Librarian.
Tangan Alfian tiba tiba gemetar, Librarian yang menyadari hal itu langsung menarik nafas, berusaha menenangkan diri.
“Apa itu barusan?” tanya Ivana khawatir.
“Ini adalah dampak secara fisik dari sejumlah informasi yang tiba tiba mengalir deras ke otak manusia. Seperti ketika kau tengah tertidur dan di bangunkan tiba tiba. Tubuh mu akan mengalami sebuah lonjakan.” Librarian menjelaskan. “tenang saja, ini akan segera berlalu”
“Jadi, apa kemampuan Eric yang sebenar nya?” tanya Janetta lagi.
Librarian menorehkan senyum misterius, sambil menatap Eric.
“dia seorang Soul Diver. Orang yang punya kemampuan untuk menyelami jiwa manusia. Ia memasuki alam bawah sadar seseorang seolah tempat itu adalah taman bermain bagi nya. untuk saat ini, dia memang masih berada dalam tingkatan Esper. Tapi…” Librarian mengambil jeda sejenak dan mencondongkan tubuh nya ke depan sambil menganyam jemari nya. “di level yang sudah cukup tinggi, ini akan jadi cukup menarik. Bukan tidak mungkin dia akan punya kemampuan untuk merekonstruksi jiwa manusia”
Begitu mendengar penjelasan Librarian mengenai kemampuan Eric, seluruh pandangan langsung tertuju pada pemuda itu. bahkan Nathanael yang menyadari potensi Eric untuk masuk ke alam bawah sadar manusia melalui jalur ‘Maglindo’ pun terkejut mendengar pernyataan Librarian.
“Tunggu, gue nggak tahu apa apa ya… jadi please, jangan ngeliatin gue sampai segitu nya” protes Eric yang tampak tak nyaman dengan perhatian mendadak itu.
“Merekonstruksi jiwa manusia? Bukankah itu agak tidak masuk akal?“ tanya Nathanael heran.
“Sepertinya kau tak tahu, sekelompok manusia bahkan telah melanggar tabu, dan sungguh merekonstruksi jiwa manusia.” Librarian mengalihkan pandangan nya pada Daniel yang berdiri tak jauh dari tempat nya duduk. “mereka melakukan itu untuk tujuan tertentu. Bahkan—“
“—Cukup!” janetta segera memotong pembicaraan itu. “kedengaran nya, itu penjelasan yang tidak diperlukan. Bukan kah akan ada konsekuensi yang cukup serius bagi Alfian untuk tiap jawaban yang kau berikan?”
Librarian menghela nafas panjang.
“Kau benar… mari kembali ke inti pembicaraan. Jadi, apa lagi yang ingin kalian tanyakan padaku?”
Janetta berpikir sejenak. Ia berusaha menentukan pertanyaan apa lagi yang akan ia ajukan pada entitas serba tahu dihadapan nya.
__ADS_1
“Baiklah, apa Eric mampu menerima kemampuan The beast untuk saat ini?”
“Eh tunggu tunggu, maksud nya kemampuan The Beast kaya punya kak Ivana?”
Bayangan pertarungan Ivana di atas Ring dengan kemampuan The beast nya kembali terbayang di benak eric. tidak, ia tak mau punya kekuatan yang tidak dapat dikendalikan seperti itu.
“Aetherkinesis itu langka. Tapi, soal kekuatan… dengan kemampuan Soul Diving, dia justru punya kemampuan yang lebih menarik. Dia bisa mengakses Self Defense Mechanism yang tersimpan di memori kolektif manusia”
***
Lembar demi lembar kertas menghujani Alfian dari segala penjuru katedral. Aliran informasi yang tak dapat diperkirakan jumlah nya mengalir deras menuju Archein milik Alfian. jalur untuk mengakses pengetahuan tak terbatas dari Library of life terbuka, sedikit demi sedikit.
Ruang di jiwa nya kembali berantakan.
Akan membutuhkan banyak usaha untuk memulihkan diri nya kembali. Jika tidak, kegilaan yang ia alami bertahun tahun lalu akan kembali.
***
Janetta mengernyitkan dahi nya tak mengerti.
“Baiklah, kita simpan itu untuk lain kali saja. Jawaban ku adalah, ya. tubuh nya cukup terlatih untuk menerima kekuatan sebesar ‘The Beast.’ Dia pasti bisa mengontrol kumpulan Aether itu dengan baik. Tapi, tentu saja dibutuhkan katalis tertentu agar ia bisa melakukan nya.” Librarian menjelaskan.
“Baik, itu saja sudah cukup.” Janetta menutup pembicaran.
“Karena kalian tidak membutuhkan ku lagi, aku akan pergi. Oh tapi, sebelum aku pergi ada beberapa hal yang harus ku beritahukan”
Keringat dingin mengalir di pelipis Alfian yang kesadaran nya kini diambil alih sosok Librarian.
“Alfian akan kehilangan kesadaran selama beberapa waktu, tergantung berapa banyak informasi yang masuk ke jalur pikiran nya. dan kurasa, dengan percakapan kita barusan, informasi yang masuk cukup besar. Akan butuh beberapa waktu sampai ia siuman kembali.”
__ADS_1
“Apa yang bisa saya jika Alfian tak kunjung sadar?” tanya Nathanael khawatir.
Librarian berpikir sejenak.
“Seseorang harus menarik nya untuk keluar dari ruang imajiner Archein. Ini mirip seperti apa yang terjadi ketika ia tanpa sengaja mengakses Library’s of life untuk pertama kali nya. yah… semoga saja hal buruk itu tidak terjadi lagi pada nya”
Librarian menyandarkan tubuh nya sofa, mencoba mencari posisi yang tepat untuk berbaring. Pemuda itu memejamkan mata nya perlahan, beberapa saat kemudian janetta menyadari kalau alfian tengah tertidur pulas. Atau lebih tepat nya, pemuda itu tengah merapikan kembali Archein nya setelah mendapat lonjakan informasi dalam jumlah besar.
Bagaimana pun, ada Nathanael dan Eric. jika terjadi sesuatu pada Alfian, prosedur soul Diving lewat jalur maglindo akan dilakukan lagi.
Yah, semoga saja kerusakan Archein itu masih bisa diperbaiki dari dalam.
“Oke, kita sudah tahu kalau kondisi fisik eric memungkinkan untuk menerima kekuatan the beast. Eric, apa kamu siap?”
Eric menelan ludah nya.
“Apa nggak ada cara lain?” protes Eric. janetta menggelengkan kepala nya.
“Gue udah jelasin dari awal, yang punya kesempatan besar buat ngalahin King ya Cuma lo.”
“Tapi, apa gue nggak bisa maju gitu aja dan ngelawan King dengan kemampuan gue? gue ini cukup berpengalaman kalau soal bela diri” Eric kembali beralasan, namun lagi lagi Janetta menggelengkan kepala nya dan menolak permintaan Eric.
“Di butuhkan monster buat ngalahin monster, dibutuhkan iblis, buat ngelawan iblis. Lo harus belajar nge bangkitin The beast. Kalo nggak, Elvira dalam bahaya”
Mendengar nama Elvira disebut, sebuha keyakinan tiba tiba muncul dari dalam diri Eric.
Benar, tak ada waktu untuk ragu. Elvira berada dalam bahaya. Sudah menjadi tangggung jawab nya untuk menyelamatkan gadis itu, tak peduli apapun resiko nya.
“Oke, gue ngerti. Gue siap buat pake kekuatan The beast itu”
__ADS_1