Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
History of El Diablo (3)


__ADS_3

nafas Gio tercekat begitu mendengar nama El diablo disebut. Orang ini, tahu dari mana mengenai El diablo?


“sebenar nya, dalam waktu tiga bulan… saya akan menjadi murid Santana Senior Highschool. Dan saya dengar… disana ada sebuah grup bernama El diablo. Saya agak tertarik, dan ingin mencari tahu soal grup itu. jadi, apa kamu bisa memberikan sedikit informasi?” tanya nya lagi.


Gio menundukan wajah nya.


“emang nya, ada urusan apa sama El diablo?”


Daniel berpikir sejenak.


“sebenar nya ini bukan urusan pribadi. Tapi, seseorang menyuruh saya untuk mengambil alih El diablo”


            Gio langsung menatap tajam kearah pria di hadapan nya. orang ini, mana mungkin bisa mengalahkan King dan puluhan anak El diablo lain nya. apa orang ini baru saja membual? King bahkan bukan manusia normal. Dan orang ini bilang, mau mengambil alih El diablo?


“kamu pasti bercanda” Gio tertawa kecil.


“saya tahu, kamu pasti akan berpikir begitu. Bagaimanapun, pendapat kamu bukan lah urusan saya. Kamu cukup beritahu saya, dimana markas mereka. Bukankah, kamu juga ingin menghapus keberadaan mereka dari Santana?”


Gio menelan ludah. Intonasi bicara nya yang tenang justru membuat pemuda itu terlihat menakutkan. Orang ini, mungkin bukan orang sembarangan.


“ada GOR terbengkalai yang letak nya tak jauh dari Santana Senior Highschool. Anggota El diablo baru akan berkumpul sekitar pukul Sembilan malam. Aku sarankan kamu untuk tidak pergi sendirian. Percaya atau tidak, ketua El Diablo adalah seorang laki laki dengan kemampuan hypnosis…” Gio akhirnya memberikan informasi yang ia punya.

__ADS_1


Sejak ia menentang King dan memilih untuk mengikuti Ivana, ia memang sudah dianggap sebagai pengkhianat. Tak akan ada yang berubah jika ia membocorkan informasi itu pada orang asing. Toh, ia bukan lagi anggota El diablo. Walau nantinya, kalau keluar dari rumah sakit ini… Gio tak akan terkejut jika dirinya jadi buruan El diablo.


“well, terima kasih untuk informasi nya. aku berhutang Sesuatu padamu. sebagai bayaran nya… aku akan memubuatmu terbebas dari bayang bayang El diablo”


Setelah mendapat informasi yang ia butuhkan, Daniel pun meninggalkan ruangan Gio. Walau agak meragukan, Gio benar benar penasaran dengan apa yang akan pemuda itu lakukan pada El diablo.


***


Seminggu setelah menjalani perawatan di Central hospital, Gio bertemu dengan orang yang menjadi penanggung jawab atas seluruh biaya yang ia habiskan selama menjalani perawatam di sana.


“Saya Regina Gildereich, orang yang menjadi penanggung jawab mu selama ada di rumah sakit ini” wanita muda itu memperkenalkan diri. Dilihat dari penampilan nya, wanita ini mungkin berusia awal tiga puluhan. Bahkan tanpa mengenakan barang glamour pun, Gio dapat merasakan aura ‘berkelas’ dari wanita berambut hitam dengan Iris berwarna coklat gelap ini.


“oh, saya Gio bu” ucap Gio. Ia hendak mencium tangan wanita itu, namun sayang… tangan kanan nya masih dipasang cast.


“iya bu, saya pasti bersedia…”


            Regina terdiam beberapa saat, ia tampak nya menimbang kata kata yang hendak ia ucapkan selanjut nya.


“begini Gio, saya dengar… kamu kabur dari rumah keluarga mu di Jakarta ya?” tanya wanita itu tiba tiba. Sepertinya, Ivana juga telah menceritakan beberapa hal tentang Gio pada wanita ini.


“iya, saya memang kabur dari rumah.” Ucap Gio se adanya.

__ADS_1


“saya yakin, kamu mungkin punya alasan tersendiri kenapa kamu kabur dari rumah… apa kamu bisa bercerita sedikit tentang keluarga mu?”


            Maka sesuai permintaan wanita itu, Gio pun menceritakan segala nya. kenyataan bahwa keluarga nya tinggal di pinggiran ibu kota dan Ia dibesarkan oleh seorang Mucikari. Ayah nya adalah seorang preman yang tiap hari mengambil pungutan liar dari pedagang pedagang kecil di kota Jakarta. Ia mempunyai banyak saudara tentu saja, yaitu anak anak dari orang tua yang bekerja di lokalisasi setempat. jumlah nya belasan dan tiap hari bekerja sebagai pengamen, pengemis, bahkan pencopet.


Itu bukan cerita baru bagi kalangan orang pinggiran.


Hingga akhirnya, ia direkrut oleh seseorang yang memperkenalkan nya pada dunia bawah Bellkarta. Sebuah Takdir yang membawa nya masuk ke El diablo dan memperkenalkan nya pada Ivana.


“setelah keluar dari rumah sakit ini, saya juga tidak tahu akan kemana. Orang tua saya tidak akan mencari saya, dan kalaupun ya… saya mungkin akan kembali dipekerjakan sebagai pengamen atau mengikuti jejak ayah saya menjadi preman di pasar. Saya juga tidak yakin ada yayasan yang mau memungut anak bermasalah seperti saya” ucap Gio apa ada nya. “saya benar benar berterima kasih karena ibu mau membiayai pengobatan saya disini. Suatu hari nanti, saya pasti akan mengganti semua biaya pengobatan saya selama disini”


“oh, jangan khawatir. Central hospital ini adalah bagian dari property milik Saint corporation, dimana CEO nya adalah suami saya sendiri. Jadi, tolong jangan pikirkan soal biaya rumah sakit nya, ini benar benar bukan sesuatu yang memberatkan bagi saya” ucap wanita itu, berusaha menghapus kekhawatiran Gio.


Pernyataan wanita itu malah membuat Gio tercengang. Istri dari CEO saint Corporation katanya? Dari mana Ivana mengenal konglomerat pemilik Bellkarta ini? banyak pertanyaan yang ingin Gio ajukan pada wanita dihadapan nya. misal nya, benarkah keluarga gildereich pernah menghabiskan uang satu milyar rupiah hanya untuk makan siang? Benarkah mengunjungi bulan adalah salah satu bagian dari rencana liburan tahunan mereka? Kira kira hadiah ulang tahun macam apa yang di berikan pada anak anak nya?


Sayang sekali, Gio terlanjur kehabisan kata kata.


“sebenar nya, saya ingin memberi sebuah tawaran pada kamu. Tapi saya tak yakin, apa ini waktu yang tepat mengingat saat ini, bahkan tubuh mu masih dibalut perban di sana sini” ucap wanita itu ragu.


Gio menggelengkan kepala nya cepat.


“tidak apa apa bu, saya akan tetap dengarkan. Hitung hitung sebagai bagian dari balas budi saya terhadap ibu” ucap gio semangat. Gio yakin, tawaran apapun itu (selama bukan menjual organ dalam tentu saja) akan ia terima dengan senang hati. Toh setelah keluar dari tempat ini, ia tak punya apapun yang bisa ia lakukan.

__ADS_1


“begini, Gio… apa kamu tertarik untuk berangkat ke Vatikan dan menjadi Sub Esper?”


***


__ADS_2