Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
History of El diablo (2)


__ADS_3

Hujan turun deras, Ivana berlari sambil membawa Gio dipunggung nya. Gio tersadar dari pingsan nya, tepat ketika gadis itu tengah membawa nya ke suatu tempat.


Sial, ini terasa memalukan.


“Ivana… turunin gue” ucap Gio lirih.


“Nggak usah banyak ngomong! Pokok nya lo diem aja. gue nggak bakal biarin lo kenapa napa” ucap Ivana cepat. Setelah tiba di jalanan yang cukup ramai, gadis itu langsung menyetop taxi dan memasukan Gio ke dalam.


“Langsung ke depan lobby utama Central Hospital pak” ucap Ivana pada sopir taxi. Tanpa banyak bertanya lagi, sopir itu langsung melaju kan kendaraan nya menuju tempat yang dimaksud.


            Gio merasakan tubuh nya seperti remuk redam. Jangan kan bicara, tiap helaan nafas saja menyakitkan. Di tengah kesadaran nya yang samar samar, ia menoleh ke arah Ivana yang duduk di samping nya. gadis itu memalingkan wajah nya ke luar kaca mobil.


Gio dapat mendengar gadis itu terisak.


“Jangan liat gue, please…” ucap nya lirih.


Ini terasa menyakitkan bagi Gio, selain tubuh nya terasa sakit… hati nya pun hancur. Menyadari bahwa ia tak bisa melakukan apa apa untuk gadis yan dikagumi nya itu. ia bahkan sudah tak tahu lagi, rasa sakit ini berasal dari rusuk nya yang patah, atau hati nya.


“Maafin gue…” ucap Ivana sambil berusaha mengendalikan tangis nya. “Ini gara gara gue”


Setelah itu, Gio tak ingat apa apa lagi.


***


Gio terbangun di ruangan serba putih, seorang suster jaga menghampiri nya. setelah memastikan kalau pemuda itu sudah siuman, ia langsung memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Gio.

__ADS_1


“Empat tulang rusuk lo retak, tulang Ulna lo juga patah. Selain itu, ada keretakan juga di tulang Tibia. Cuma itu yang gue tahu. Kalo mau tahu rincian nya, lo tanya aja ke dokter” Ivana menjelaskan.


Tak lama setelah Gio siuman, gadis itu langsung menjenguk nya. mungkin, kata menjenguk kurang tepat digunakan, karena selama beberapa hari terkahir, Ivana memang terus menerus berada di rumah sakit, bahkan sampai menginap.


“Lo juga nggak usah khawatir sama biaya rumah sakit nya. semua udah ke cover.” Tambah Ivana.


“Tapi… siapa penanggung jawab nya?” tanya Gio heran. “gue anak yang kabur dari rumah, dan kita masih tergolong anak di bawah umur”


“Soal itu, lo nggak usah khawatir. Temen nya bokap gue yang ngurus itu semua” jawab Ivana santai. “sorry, gue nggak bisa lama lama disini… gue masih harus nungguin adik gue”


“Terus, gimana keadaan adik lo?” tanya Gio.


Ivana meremas tangan nya.


“Ivana…” Gio hendak menyentuh pundak Ivana, berusaha menenangkan gadis itu. sial, tangan nya masih dipasangi cast.


“Karena lo udah siuman, gue rasa… dalam beberapa hari juga lo udah dibolehin keluar dari rumah sakit…”


Ivana bangkit dari tempat nya duduk dan beranjak pergi.


“Nanti gue bakal kesini lagi… kalau ada apa apa, panggil aja suster yan jaga. Oke?”


Gadis itu pun meninggalkan ruangan tempat Gio dirawat. Bahkan di saat sesulit ini pun, Ivana tetap berusaha terlihat kuat.


Gio menyandarkan kepala nya ke bantal. Ia merasa benar benar tak berguna. Tak lama kemudian, terdengar suara pintu ruangan nya di buka.

__ADS_1


“Ada yang ketinggalan?” tanya Gio, ia salah mengira tamu itu sebagai Ivana. pemuda yang kini berdiri dihadapan nya ini… sama sekali tak dikenal nya. namun, rambut pirang dan fitur wajah yang mirip orang rusia itu mengingatkan nya pada Ivana.


Apa pemuda ini saudara nya?


“Hei… saya tahu ini mendadak. Tapi apa kamu bisa menjawab beberapa pertanyaan saya?”


Pemuda itu bicara dengan bahasa Indonesia yang kaku. Apa dia berasal dari luar negeri?


“Ah, maaf… saya masih belajar bahasa Indonesia. Saya kira bahasa Indonesia saya sudah cukup bisa dipahami. Umm.. apa kamu mengerti maksud saya?” tanya nya lagi.


“Nggak ada masalah sama bahasa indonesia kamu sih… tapi agak aneh aja” jawab Gio canggung.


“Aneh? Maksud nya… ada kata kata yang tidak sesuai penempatan nya?”


Gio menggelengkan kepala nya.


“Kamu mau tanya soal apa?” ucap Gio akhirnya. Pemuda itu duduk di kursi di samping tempat tidur Gio yang sebelum nya di tempati Ivana.


“Oke, pertama tama… perkenalkan nama saya Daniel Reyes.” Pemuda itu memperkenalkan diri.


“Gio” ucap gio singkat.


“Saya akan bicara langsung ke intinya saja. Saya dengar, kamu anggota sebuah grup yang bernama El diablo. Apa itu benar?”


***

__ADS_1


__ADS_2