
“Apa kak Janetta yakin, kalau Eric bisa ngendaliin kemampuan ini?” kali ini Ivana yang angkat bicara. “bahkan gue yang udah punya kemampuan ini sejak lama, masih sering hilang kendali. Apalagi, Alfian lagi nggak sadar. Kalau terjadi sesuatu, gimana?”
“Kekuatan The beast yang berusaha kita bangkitkan disini, berbeda dengan Aetherkinesis milik kamu. kemampuan The Beast kamu, mungkin berasal dari Aether dalam jumlah besar. Sedangkan kekuatan The Beast yang perlu Eric bangkitkan akan diambil dari Archein milik Daniel”
“Hah? Gimana?” Eric agak terkejut mendengar pernyataan Janetta.
“Kamu akan masuk ke dalam Archein milik Daniel, lalu meminjam ingatan pertarungan Daniel selama menggunakan kemampuan The Beast. Asal kamu tahu, Daniel juga memiliki kemampuan The Beast, sama seperti Ivana.” Janetta menjelaskan.
“Pak Nathanael, tempo hari bapak bilang soal… Loop kan?” kali ini Gio mengajukan pertanyaan.
“Benar, mekanisme pertahanan yang diciptakan alam bawah sadar manusia” guru muda itu menganggukan kepala nya, meng iya kan pertanyaan Gio.
“Kalau Eric sampai benar benar terjebak di dalam Loop gimana? Bukan nya masuk Archein itu punya resiko tinggi ya?”
“Gue sependapat sama Gio. Kalau ini beresiko buat Eric, lebih baik kita pikirin cara lain” Ivana berpendapat.
“Kalian semua tidak perlu khawatir, Daniel agak sedikit berbeda”
Janetta melirik Daniel, seolah meminta persetujuan pemuda itu untuk melanjutkan pembicaraan nya, dan Daniel meng iya kan.
“Archein milik Daniel, tidak dilindungi oleh Loop. Itulah kenapa, masuk ke Archein Daniel dan meminjam pengalaman bertarung nya adalah opsi paling aman untuk saat ini."
***
Sesuai rencana, Eric masuk ke dalam alam bawah sadar milik Daniel dengan cara yang sama seperti cara nya masuk ke alam bawah sadar milik Alfian. Kali ini, terbangun di sebuah tempat serba putih.
__ADS_1
Berbeda dengan saat ia memasuki alam bawah sadar Alfian, kali ini setelah mengucapkan mantra ‘Maglindo’ Eric langusng terbangun di ruangan serba putih itu.
“Eric, kamu bisa dengar saya?”
Lagi lagi suara Nathanael yang ia dengar. Tentu saja, ini karena hanya suara Nathanael lah yang bisa menembus alam bawah sadar orang lain.
“Ya, saya bisa dengar.”
“Janetta bilang, Archein itu seperti ruang jiwa manusia. Jangan sentuh appaun yang tidak menjadi tujuan kamu” Nathanael menyampaikan peringatan dari Janetta pada Eric.
“Oke, saya paham kok”
“Bagus kalau kamu paham. Sekarang, apa yang kamu lihat?”
Eric mengedarkan pandangan nya ke sekeliling. Tempat ini tampak seperti ruangan serba putih biasa. Tidak ada perabot. Tidak ada jendela, tidak ada tempat tidur. Tapi, ada sebuah pintu disana.
“Baiklah, silahkan kamu buka pintu itu, dan keluar dari ruangan.”Nathanael memberi instruksi.
“Oke”
Sesuai perintah, eric pun membuka pintu dan melangkah keluar. Tiba tiba, dihadapan nya muncul seorang gadis bersurai madu yang tampak seperti janetta. Gadis itu memakai gaun tidur serba putih.
“Saya ketemu kak janetta” ucap Eric.
“Ada yang lain?”
__ADS_1
Eric melihat ke sekitar. Sepertinya, tak ada tanda kehidupan lain selain dirinya dan keberadaan gadis yang menyerupai janetta itu.
“Nggak ada siapa siapa lagi pak.”
Untuk beberapa saat, Nathanael tak mengatakan apapun. apa ia tengah berdiskusi dengan seseorang di ruangan?
“Oke, menurut pendapat Janetta… kamu sudah berada di dalam Archein milik Daniel. cukup ikuti Janetta di hadapan kamu. dia akan menuntun kamu menuju apa yang kamu cari”
Gadis bersurai madu itu berbalik meninggalkan Eric. ia memperlambat langkah nya, seolah memberi isyarat
pada eric untuk mengikuti nya.
“Saya akan ikuti dia” ucap Eric sambil melangkahkan kaki nya.
Di luar ruangan serba putih itu, Eric mendapati dirinya berada dalam sebuah bangunan besar dengan gaya arsitektur khas eropa, dengan pilar pilar tinggi yang terbuat dari marmer. Ia berjalan di koridor. Dimana di sebelah kanan nya terdapat air mancur dan taman yang cukup indah, ada banyak Dandellion beterbangan disana, langit pun cukup terang, sehingga pantulan sinar yang menerpa marmer menciptakan semburat keemasan yang indah.
Eric tak pernah menyangka kalau pemandangan damai yang menakjubkan ini berada di alam bawah sadar Daniel. dibandingkan reruntuhan katedral yang merupakan perwujudan Archein milik Alfian, tempat ini jelas lebih baik. Diam diam, Eric penasaran…
Faktor apa yang menyebabkan perbedaan besar ini?
Kedua nya terus berjalan, melewati koridor dan lorong demi lorong, hingga akhirnya tiba lah mereka di sebuah pintu menuju ruangan yang sangat besar.
Sosok Janetta itu mempersilahkan Eric untuk masuk ke dalam ruangan. Dan Eric pun memasuki ruangan itu.
Lagi lagi ruangan serba putih. Namun kali ini terdapat lingkaran berdiameter kira kira sepuluh meter di tengah ruangan, dengan symbol symbol aneh yang mengitari nya. di pusat lingkaran itu, terdapat sebuah peti mati yang di duduki seorang gadis berambut pirang.
__ADS_1
Gadis itu berbalik, menatap Eric. membuat pemuda itu terkesiap.
Betapa terkejut nya Eric ketika menyadari bahwa Sosok gadis itu, menyerupai mayat wanita dalam resin yang Eric lihat dalam kenangan milik Yukiya.