Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
Interrupt


__ADS_3

Gerakan Gio langsung terhenti begitu Alfian menggunakan Dirrect Command pada nya. ia ambruk seketika, dan jatuh tak sadarkan diri. Dari arah pintu masuk, Ivana dapat melihat Alfian dan Nathanael yang berlari kearah Ring.


“Lo nggak apa apa?” tanya Alfian begitu melihat Ivana dan Yukiya di atas Ring. Jika dilihat dari luka luka nya, mana mungkin Ivana baik baik saja.


“Gue gak apa apa…” ucap Ivana sambil bangkit berdiri dan merapikan rok nya. “tapi Gio… kayaknya luka dia lumayan parah”


“Lo gak ngaca apa? luka luka lo juga parah…” ucap Alfian khawatir.


Sementara itu, Nathanael sudah bergegas menghampiri Eric dan Elvira yang terbaring tak sadarkan diri.


“Pertarungan yang sesungguhnya justru baru dimulai. Eric kayaknya udah masuk ke Archein King.” Alfian berpendapat.


“Eric, kamu bisa dengar suara saya?”


***


“Saya bisa dengar suara bapak…” ucap Eric pada suara familiar yang muncul di kepalanya itu.


“Oke, apa kamu sudah berhasil masuk ke dalam Archein milik King?”


“Tadi Vira nuntun saya sampai sini, dan ya… saya yakin kalau ini Archein King. Dihadapan saya, sekarang ada…. Apa ya? hantunya King?” Eric berusaha mendeskripsikan.


“Oke, tolong deskripsikan wujud nya”


“Dia mirip King, tapi versi lebih muda? Saya bilang gitu karena badannya memang kelihatan lebih pendek. Kulitnya pucet… nyaris membiru, seolah dia udah lama ada di dalam air. Banyak bekas lebam disana sini. Dan, kalau saya boleh komentar… dia kayak mayat hidup” Eric mendeskripsikan.


“Apa ada sesuatu yang bikin dia… terjebak di tempat itu? kurungan misal nya?”


“Ada pak! Rantai. Kakinya di rantai ke batu karang di dekat sini. Oh iya, suasana disini juga persis kaya pantai. Saya yakin, ini salah satu pantai Bellkarta, tapi saya nggak tahu tepatnya dimana”


“Oke, sekarang… bisa kamu lepasin rantai di kaki dia?”


Eric menatap King sejenak, dilihat dari ekspresi wajah nya, ia tampak kebingungan karena Eric mendadak bicara sendiri.

__ADS_1


“Umm… kalau gue bantu lo lepasin rantai itu… lo keberatan gak?” Eric meminta izin.


“Gue bakal berterimakasih banget kalau lo bisa lepasin rantai ini buat gue” ucap King sumringah.


“Oke, bagus kalo gitu”


Eric membungkukan tubuh nya, mendekat kan dirinya pada rantai yang mengikat kaki King. Dilihat bagaimanapun, rantai itu tak akan bisa dilepas dengan mudah.


“Kalo buka rantainya gampang, dia nggak mungkin kejebak disini bertahun tahun kan pak?” ucap Eric pada Nathanael.


“Kamu bisa memanipulasi rantai itu. gunakan pikiran mu. Bayangkan kalau rantai itu terlepas. Ini bentuk manipulasi Archein paling sederhana”


Tentu saja itu terdengar mudah. Tapi, tiap kali Eric memikirkan rantai itu, bentuknya selalu terdistorsi. Tentu saja karena ia tidak pernah melatih dirinya untuk berkhayal sedetail itu.


“Bisa gak?” tanya King tak sabar.


“Oke, kasih gue waktu”


“Kenapa?”


King menunjuk lautan luas. Eric tak mengerti, apa ada sesuatu di laut itu? bukankah ia tadi berasal dari sana dan tidak menemukan apa apa?


“Sebentar lagi, dia bakal muncul”


***


"Jadi, bagaimana keadaan Eric?” tanya Janetta yang baru turun dari kursi penonton. Begitu situasi mulai tak terkendali, ialah orang yang menghubungi Nathanael untuk segera datang kesini.


“Kak Janetta juga ikut berantem?” tanya Alfian begitu menyadari noda darah yang mengotori lengan baju janetta.


“Dia mimisan karena nge berhentiin Gio.” Yukiya menjawab pertanyaan itu untuk Janetta.


“Loh, kenapa Yukiya ada disini?”

__ADS_1


            Alfian menggaruk kepalanya yang tak gatal. Bukankah situasinya menjadi agak rumit sekarang?


“Eric sudah ada di dalam Archein King. Tapi yang ada disana adalah… sosok King yang sudah mati” Nathanael menjawab pertanyaan Janetta.


Ivana menghampiri Gio untuk memeriksa keadaan nya. keadaan Gio lebih fatal, tentu saja karena Ivana adalah pengguna Aether murni dan sudah menggunakan kemampuan itu selama bertahun tahun, ia tahu caranya menggunakan Aether untuk membentuk pertahanan diri sehingga dapat meminimalisir dampak kerusakan yang ia terima dalam setiap pertarungan. Sementara Gio, tidak. Ia hanya mengikuti insting alaminya untuk bertarung.


Terdapat bekas pukulan disana sini, seolah pemuda itu dipukuli dengan benda tumpul atau semacam nya. Ivana nyaris tak mempercayai kalau seluruh luka itu berasal dari tangan kosongnya sendiri.


“Gue nggak tahu apa informasi ini bakal berguna atau nggak, tapi… King itu sebenernya udah lama mati” Yukiya angkat bicara. Semua orang yang ada disana langsung terkejut begitu mendengar pernyataan Yukiya.


“Lo tahu dari mana?” tanya Alfian heran. Tentu saja Alfian tak dapat mempercayai pernyataan itu begitu saja. Yukiya bahkan harusnya tak ada hubungan apapun dengan ini semua.


“Ini ada kaitannya dengan kasus zona nol—“


“Cukup!” Janetta memotong perkataan Yukiya. “apa pernyataan itu bisa dibuktikan?”


“Bisa. Akhirnya buat ngebuktiin hal itu, gue nyuruh Vira buat baca pikirannya King. Kalian tahu sendiri kemampuan Vira. Seandainya kepribadian dia nggak terbelah, dia akan punya kemampuan soul Diving yang sama kaya Eric. selama Vira disekap disini, gue selalu dapet informasi dari Vira soal King. Kak Janetta bisa periksa sendiri, disalah satu tempat yang tersembunyi… mungkin di belakang dasi atau Rok, ada alat komunikasi kecil yang gue pasang”


Mendengar hal itu, Janetta langsung memeriksa tubuh Vira, dan mendapati bahwa di balik rok nya, terdapat microphone kecil yang terpasang.


“Baiklah, saya bisa mempercayai informasi itu. tapi, kalau King memang benar sudah mati… lantas, siapa yang mengendalikan tubuhnya saat ini?”


BRAKKK!!!!


Tepat setelah Janetta menanyakan hal itu, tiba tiba dari arah pintu, seorang Pria menerobos masuk sambil mengendarai motor nya. mengenakan jaket kulit dan pakaian serba hitam, dengan Helm Fullface yang menutupi seluruh wajah nya, ia tampak tak menunjukan tanda tanda akan menghentikan laju kendaraan nya.


Satu tangannya menyapu udara, dalam sekejap Lonjakan energy yang tak terlihat menghempaskan semua orang untuk menjauh dari tubuh Eric, King dan Vira yang tak sadarkan diri.


Bahkan Gio yang semula tak sadarkan diri, terbangun dari pingsan nya.


Telekinesis?


***

__ADS_1


__ADS_2