
Awalnya, Eric berpikir kalau sensasi merinding dan dingin itu hanya sugesti. Tapi, begitu menoleh kebelakang, pemuda itu langsung terlonjak kaget mendapati bahwa dibelakang nya, memang ada makhluk tak kasat mata.
“Anjir!” ucap Eric refleks.
“Luciel?” ucap Alfian begitu menyadari siapa yang hadir diantara mereka.
Nathanael meletakkan lilin yang telah dinyalakan di atas meja. Kini wajah pemuda berambut keperakan itu tampak lebih jelas.
“Lo kemana aja?” tanya Alfian pada sosok hantu itu.
“Kadang gue ditempatnya Elvira, kadang gue disekitar sekolah… kemana aja gue mau” jawab hantu itu asal. “kalian lagi ngapain? Gue langsung kesini begitu ngerasa ada aura yang nggak beres di ruangan ini” ucapnya jujur.
“Padahal kemarin di GOR, ada kejadian yang lebih… waw dibandingin aura yang Cuma muncul dari buku ini” komentar Alfian.
“Gue kemaren ada disana kok. kalian aja nggak nyadar.” Jawab Luciel.
“Baiklah Luciel, jangan pergi kemana mana dan tetaplah di ruangan ini. setelah membahas isi buku ini, ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan ke kamu” ucap Nathanael yang langsung diiyakan oleh Luciel.
Nathanael mengangkat Lilin berwarna merah darah itu, dan meneteskan lelehan nya di atas buku. Lelehan itu bergerak, mengikuti pola tertentu yang diukir di atas buku. Setelah lelehan itu tiba diujung bawah buku, ukiran diatas buku mengeluarkan sejenis cahaya fluorescent kebiruan. Setelah proses itu selesai, barulah buku dibuka.
Jemari Nathanael menelusuri daftar isi, hingga jari nya terhenti di bab yang membahas tentang Lilith. Kemudian, halaman pun beralih ke pembahasan tentang Iblis perempuan itu.
Tentu saja, isi buku itu ditulis dalam bahasa jerman yang tak dipahami baik oleh Eric maupun Alfian dan Luciel. Jadi Nathanael harus menerjemahkannya.
“Lilith adalah, wanita pertama yang diciptakan bersama Adam. Lalu, karena membangkang, ia terusir dan bergabung dengan para Fallen. Kini, ia dikenal sebagai iblis wanita pertama. Ibu dari seluruh iblis di dunia” Nathanael menjelaskan. “Kekuasaan nya setara dengan para penguasa neraka. Disini juga dijelaskan mengenai ritual pemanggilan dan syarat syarat lain nya. untuk bisa muncul di dunia manusia, Iblis tingkat tinggi seperti Lilith membutuhkan wadah khusus. Wadah manusia yang cukup kuat untuk menampung seuruh energy nya.”
Nathanael membuka lembaran selanjutnya, lembaran yang menampakkan wujud wanita dengan tanduk bercabang cabang menyerupai rusa, dan mata yang berwarna merah api.
“Ini pak, dia yang saya lihat di Archein King kemarin!” ucap Eric yakin.
“Apa kamu yakin?”
Eric menganggukan kepalanya cepat.
__ADS_1
Nathanael menutup buku itu, kemudian meniup lilin. Cahaya fluorescent kebiruan yang semula menghiasi sampul, ikut lenyap bersama matinya lilin.
“Alfian, tolong buka tirai nya” pinta Nathanael.
“Siap pak”
Alfian langsung bergegas membuka tirai jendela hingga cahaya matahari bisa masuk dan menerangi seisi ruangan. Seiring dengan masuk nya sinar matahari kedalam ruangan, kesan magis dari buku itu turut lenyap.
“Oke, jadi sudah bisa dipastikan bahwa yang kita hadapi kemarin… memang Lilith sungguhan” Nathanael menarik kesimpulan. Nathanael mendudukan dirinya di meja kerja nya, sementara Alfian, Eric, dan Luciel mengambil tempat duduk di sofa.
“Begitu tiba di rumah sakit kemarin, tubuh King langsung diotopsi. Dan benar saja, ada beberapa bekas ritual tertentu yang mengarah ke ritual pemanggilan iblis di tubuh nya. Tattoo berbentuk pentagram dengan berbagai jenis pola kuno disekitar nya. tattoo yang menyerupai symbol symbol khusus yang kerap kali digunakan dalam ritual kaum Pagan. Itu adalah media untuk menyalurkan energy ether. King yang kalian hadapi kemarin adalah cangkang kosong yang dkendalikan oleh Lilith” anggota asosiasi Pandora itu menganalisis.
“Tapi pak, kalau King yang asli emang udah mati dan nggak ada sangkut pautnya sama ini semua, kenapa dia bisa mengelola El diablo dan bahkan… ngerencanain itu semua. Atau, semua tindakan King itu memang dikendalikan oleh Lilith? Sejauh mana dia dikendaliin?” tanya Eric heran.
“Saya… tidak terlalu paham mengenai hal itu. tapi kalau saya boleh berspekulasi, tampaknya Lilith memanfaatkan ingatan milik King yang asli dan membentuk kesadaran baru dari ingatan itu. kesadaran, yang merupakan alter ego dari kepribadian King yang sesungguhnya.”
“Ivana bilang, King punya kemampuan hipnotis sejak tiga tahun yang lalu. kalau itu bertepatan dengan saat saat dia mati dan mulai dikendaliin sama Lilith… apa kemampuan hipnotis itu juga adalah milik Lilith?” kali ini Alfian yang mengajukan pertanyaan.
“Justru itu yang aneh… mata yang ada pada King, mata dengan kemampuan hipnotis itu adalah hasil transplantasi organ milik seseorang.”
Nathanael menunjuk kearah Luciel.
“Seseorang yang punya kecocokan DNA dengan kamu”
***
“Lo mau ngundurin diri secepet ini? tapi, kenapa? Apa karena lo udah kelas tiga dan mau fokus buat ujian nasional?” tanya Gio heran begitu melihat surat pengunduran diri itu. “biasanya juga orang orang mulai ngundurin diri dari klub pas masuk semester enam kok. apalagi, lo ini ketua loh”
Daniel menggelengkan kepalanya.
“Lo lihat tanggal nya dong, bagian tanggalnya gue kosongin. supaya nantinya bisa lo isi. Gue juga nggak berniat buat ngundurin diri sekarang sekarang” pemuda dengan nama sandi Prince itu menyanggah.
“Ya… kalo gitu, lo ngasihin nya ntar aja kali. Kalau udah fix mau ngundurin diri. Ngapain lo nyerahin surat ini ke gue dari jauh jauh hari?” tanya Gio lagi.
__ADS_1
“Buat jaga jaga aja, gue khawatir kalo gue bakal pergi ngedadak dan nggak sempet nyampein hal hal penting, makanya gue bikin surat itu”
Mendengar jawaban itu, Gio lagi lagi menatap Daniel heran. Tapi Daniel hanya tersenyum dan bangkit dari tempat nya duduk, kemudian melangkah menuju pintu keluar.
“Apa lo udah punya firasat bakal mati? Atau… lo mau bunuh diri?” Gio menebak.
“Ya nggak lah ****! Gue Cuma… ngerasa kalau waktu gue disini udah nggak banyak lagi”
“Ya… semua anak kelas tiga juga ngerasa kaya gitu kali. tapi Kalo udah lulus pun, lo pasti masih dikasih kesempatan buat nengok klub, jadi nggak usah pasang muka sedih gitu deh” Gio berkomentar.
“Kalau gue udah keluar dari sini, gue nggak yakin bakal dikasih kesempatan buat ketemu kalian lagi.”
“Dramatis banget”
Daniel membuka pintu dan melangkah keluar.
“Adios…”
***
“Kecocokan DNA dengan Luciel?” ucap Alfian tak percaya. Nathanael menganggukan kepalanya.
“Ada banyak hal yang saya tidak tahu tentang kamu. yang jelas, keberadaan kamu ada sangkut pautnya dengan ini semua” ucap Nathanael yakin.
“Itu mungkin bener pak. Karena saya sendiri, pertama kali ketemu Luciel di central hospital. Ketika saya, Elvira, dan Luciel yang saat itu masih hidup sama sama menjalani perwatan di unit pelayanan khusus yang biasa menangani Esper dan Sub Esper.” Alfian mengiyakan.
“Sorry, gue nggak inget apapun…”
“Lo mungkin nggak inget apapun, tapi… gue sedikit banyak tahu siapa lo. lo adalah pasien perawatan mental di unit khusus Central hospital yang nanganin Esper dan Sub esper. Kita sering ngejalanin sesi konseling bareng. Lo emang jarang cerita soal masa lalu lo, tapi gue inget kalo lo punya banyak sodara di suatu tempat. Suatu tempat yang… namanya nggak pernah ada dimanapun. Kita lumayan akrab sampai akihrnya…”
Alfian menghentikan ceritanya beberapa saat. Tapi, Eric sudah tahu hal apa yang hendak dibahas Alfian.
“Lo, gue, dan Elvira… ngerencanain buat bunuh diri bareng”
__ADS_1
***