Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
Territory (2)


__ADS_3

King berusaha menggunakan kemampuan hypnosis nya untuk mempengaruhi Elvira.


“Sebentar lagi, lo akan istirahat. Lo bakal tidur dalam mimpi yang cukup panjang”


Mata Elvira terkunci pada Iris King yang berubah keemasan. Lalu perlahan, pandangan nya mejadi kabur. Seolah seluruh kesadaran nya terperangkap dalam lubang hitam yang tak bisa ia hindari. Gadis itu pun kehilangan kesadaran nya.


“Oke, mulai sekarang, lo akan jawab semua pertanyaan gue sejujur jujur nya. siapa nama lo?”


Hening.


Gadis itu tak menjawab pertanyaan itu. tiba tiba ia terbangun dan menatap King dengan tatapan bingung.


“I… ini dimana?” ucap nya panic. “lo siapa?”


King mengernyitkan dahi nya. apa yang terjadi pada gadis ini? apa hypnosis nya baru saja digagalkan?


Elvira menyadari tangan dan kaki terikat. Ia berusaha menendang King dengan kedua kaki nya yang terikat, tapi pemuda itu dengan mudah menangkis serangan itu dengan satu tangan.


Aneh, bukankah gadis ini tampak lebih tenang sebelum nya?


“Lepasin gue!!” ucap Elvira lagi.


“Bentar… kenapa lo tiba tiba berubah jadi berontak gini?”


“TOLONGGG!!! GUE DI SEKAP DISINI—“


Plakkk!!!

__ADS_1


King langsung menampar Elvira karena gadis itu berteriak.


Elvira tiba tiba kembali berubah tenang. ia menatap pemuda dihadapan nya dengan tatapan mengejek.


“Hai, aku balik lagi” ucap nya sambil tersenyum. “waktu kamu bilang kalau aku bukan anak SMA biasa… itu benar. Aku yang punya dua kesadaran dalam satu tubuh. ini nggak mungkin bisa disebut normal”


Pemuda itu langsung menjambak rambut Elvira kasar, memaksa gadis itu untuk melihat kearah nya.


“Kalau mau pake kekerasan percuma, aku sama sekali nggak takut!” ucap gadis itu tegas.


“Antara lo dan kepribadian yang lain, siapa yang paling tahu soal Asosiasi Pandora? Siapa yang paling tahu soal Santana atau keberadaan Esper dan sub Esper?”


Vira tertawa terbahak bahak mendengar pertanyaan King.


“Astaga… lucu banget kamu. kamu nggak bakal dapat apa apa dari kami.”


“Lebih tepat nya, nggak akan aku biarin kamu dapet apa apa dari kami”


***


“Gue masih nggak habis pikir, kenapa kita nggak panggil polisi aja sih?” protes Eric sebelum janetta menjelaskan analisis nya. “nyekap orang kaya gini udah masuk tindakan criminal kan?”


“Iya, tapi kan gue udah jelasin barusan. Kami punya perjanjian sama bokap lo buat nggak bawa bawa polisi kalau udah masuk urusan Esper dan sub esper”


“Jangan kan polisi. Masalah ini nggak boleh tembus kemana pun. Bahkan pihak sekolah atau bagian kesiswaan. Itulah fungsi adanya gue disini” tambah Gio. “coba lo pikirin, gimana reaksi komite kalau tahu disekolah ini ada kasus penculikan? Sebagai anak yang punya sekolah, harus nya lo mikir kearah sana”


“Ada murid disekap, dan kita masih mikirin apa kata Komite?” Eric mulai naik pitam.

__ADS_1


“Bisa saya mulai analisis saya sekarang? Waktu kita nggak banyak” protes Janetta. Eric mendengus kesal. Alfian memberi isyarat pada Janetta untuk memulai analisis nya.


“King punya kemampuan hipnotis dan analisis yang tinggi. Dia bisa belajar dari kekalahan dengan cepat. Orang yang punya pengalaman bertarung sama dia nggak punya kesempatan disini. Daniel, sebaik nya kamu nggak melawan dia lagi. Bahkan waktu terakhir kali kamu melawan dia, Direct Command kamu berhasil di patahkan kan?”


“Cih, nggak usah diumbar. Malu maluin” protes Daniel.


“Ivana juga nggak bisa ngelawan King. Dia udah terlalu banyak tahu tentang kamu”


Ivana mengepalkan tangan nya.


“Gue tahu… gue juga nggak mau berurusan sama dia lagi”


“Selanjutnya Gio. Saya tahu kemampuan Copycat kamu sangat memungkinkan buat bikin kamu mengimbangi semua lawan mu. Tapi, ini King. Mengimbangi dia saja nggak akan cukup”


Gio menganggukan kepala nya paham.


“Pak Nathanael… nggak mungkin ya. selain itu, Alfian juga lagi sakit. Jadi pilihan paling memungkinkan, ya Cuma kamu… Eric”


“Gue?” Eric menunjuk dirinya, tak percaya.


“Gue nggak setuju, siapapun boleh… tapi jangan dia” protes Gio. “kalau ada apa apa sama anak ini, urusan nya malah bakal tambah parah”


“kamu pikir, saya akan lempar Eric ke depan King gitu aja? ke kerumunan anak anak El diablo yang mayoritas anak bermasalah?”


Janetta mengalihkan pandangan nya pada Alfian.


“Alfian, apa saya bisa bicara sama Librarian sebentar? Ada beberapa hal yang harus saya pastikan…”

__ADS_1


***


__ADS_2