Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
History of the Queen and her knight


__ADS_3

“Sub esper? Vatikan?” Gio tak paham dengan maksud Regina.


“Istilah itu mungkin cukup asing di telinga mu. Pada dasar nya, Sub esper adalah manusia yang mempunyai berbagai kelebihan. Walau istilah ini baru kamu dengar saya yakin, kamu sudah pernah bertemu dengan salah satu dari mereka. Contoh nya adalah Ivana. selama mengenal dia, kamu mungkin menyadari kalau Ivana itu spesial”


Memang benar. Ia menyadari kalau Ivana mempunyai kemampuan spesial. Ketika Iris mata nya berubah ke emasan, ia menjadi tak terkalahkan. Dan satu satu nya yang bisa menghentikan Ivana adalah kemampuan Hipnosis dari king. Tunggu, apa itu artinya, King juga seorang sub esper?


“Jika kamu bersedia, kamu akan berada di bawah naungan saint Foundation secara resmi. Selain itu, kami juga akan mencari kan mu wali, sehingga kamu bisa melanjutkan pendidikan yang tentu saja akan dibiayai oleh pihak kami. Dengan syarat, kamu bersedia mengikuti serangkaian proses untuk menjadi Sub esper dan bersedia bekerja untuk kami sesuai jangka waktu yang ditentukan.” Regina menawarkan.


Apa ini mimpi? Tawaran macam ini tak mungkin diberikan pada nya begitu saja. Gio ingin segera menerima tawaran itu. namun, akal sehat nya memerintahkan Gio untuk mempertimbangkan ini baik baik.


Tawaran menggiurkan seperti ini, pasti memiliki resiko yang sepadan


pula.


***


“Gio, gimana keadaan lo?” tanya Ivana yang hari ini, lagi lagi menjenguk nya. gadis itu menaruh kantung plastic berisi apel di atas nakas. “lo udah boleh makan kan? Jadi gue bawain buah buat camilan. Makanan rumah sakit pasti rasanya hambar semua”


“Makasih, gue udah sehat kok… sebaik nya lo nggak nge jenguk gue sering sering. Gue nggak mau terus terusan nge repotin lo” ucap gio terus terang.


“Gue kan jenguk lo karena gue pengen… saat ini, gue nggak punya temen lain selain lo. Wajar kan, kalo gue sering main kesini?”


Ivana mengambil pisau dari laci dan mulai mengupas apel.


“Ngomong ngomong, gue udah ketemu sama Bu Regina. Orang yang nanggung semua biaya rumah sakit gue”


“Oh… tante Regina. Terus gimana? Lo udah bilang makasih?”

__ADS_1


“Dia ngasih penawaran ke gue. dia nawarin gue buat jadi… apa namanya ya, Sub Esper?”


Ivana langsung menghentikan kegiatan mengupas apel nya.


“Apa lo bilang barusan? Kaya nya gue salah denger”


“Bu Regina nawarin gue buat berangkat ke Vatikan. Dan… gue juga nggak paham sih, tapi katanya gue mau dijadiin Sub esper—“


“Jangan!” ucap Ivana tegas. “selama lo punya kesempatan buat hidup normal, sebaik nya jangan!”


“Tapi gue—“


“Jadi sub esper itu artinya, kehilangan hak buat jadi orang normal, lo nggak tahu rasanya. Lo nggak perlu tahu gimana rasanya jadi monster kaya gue. jadi, apapun tujuan nya sebaik nya lo tolak tawaran itu.”


“Kalo gue tolak tawaran itu, rasanya… gue bakal kehilangan kesempatan buat ada di dunia yang sama kaya lo” ucap Gio tiba tiba.


“Selama ini… asal lo tahu aja, gue emang jadi bawahan setia lo dan ngikutin lo kemana mana. Tapi… entah kenapa rasanya lo tuh ada di dunia yang berbeda dari gue. gue udah tahu dari Bu Regina. Lo juga… Sub esper kan?”


“Itu nggak ada urusan nya sama lo”


“Tapi ini penting buat gue! gue nggak bisa terus terusan ngerasa nggak berguna buat lo, ketika harus gue bisa ngelindungin lo dan bukan sebalik nya!”


Ivana menatap tajam ke arah Gio. Ia menghela nafas panjang dan pandangan nya berubah tenang.


“Gio... kalo lo punya perasaan ke gue, sebaik nya lo buang jauh jauh aja.” Ivana kembali mengupas apel ditangan nya. “Gue udah dijodohin sama seseorang…”


***

__ADS_1


“Perasaan manusia bisa berubah. Perasaan lo ke gue juga bisa berubah. Gue Cuma orang yang kebetulan lewat di hidup lo. Jadi please, kalo alesan lo jadi sub esper Cuma buat ngelindungin gue, mending lo buang jauh jauh pemikiran itu. lagian ujung ujung nya… kita emang beda dunia”


            Kalimat terakhir yang terucap dari bibir Ivana sebelum meninggalkan ruangan masih terasa menyakitan bagi Gio. Bagaimana mungkin gadis itu terasa begitu dekat dan jauh secara bersamaan?


“Jadi, bagaimana Gio? Apa kamu bersedia menerima tawaran kami?” Regina Gildereich, ditemani seorang pria paruh baya yang memperkenalkan diri nya sebagai ‘Mr.Arthur’ berdiri disamping tempat nya berbaring. Mempertanyakan kembali keputusan Gio mengenai tawaran untuk menjadi Sub Esper.


            Sejujur nya, menerima tawaran ini juga merupakan hal yang tidak mudah. Tapi, apa artinya hidup jika tak dapat melindungi apa yang ingin dilindungi? Jika ia menjadi sub Esper, ia akan memiliki kesempatan untuk melindungi Ivana di kemudian hari.


Terlepas apakah perasaan nya akan berbalas atau tidak.


Terlepas dari fakta bahwa Ivana sejak awal memang terlanjur dimiliki orang lain.


“Ya, saya bersedia” ucap Gio yakin.


“Bagus. Kami tahu, kamu tak akan melewatkan kesempatan ini. Visa, dan semua perizinan sudah kami urus. Setelah mendapat persetujuan mu, kita akan se segera mungkin berangkat ke Vatikan. Karena kamu belum sembuh total, perawatan mu juga akan dilanjutkan disana.” Regina menjelaskan.


“Baik, saya paham” Gio menganggukan kepala nya tanda mengerti.


“Jadi, untuk terakhir kali… sebelum berangkat ke Vatikan, apa kamu mau berpamitan dengan seseorang?”


Gio menggelengkan kepala nya.


Untuk saat ini, Ivana akan baik baik saja bahkan tanpa diri nya.


“Tidak ada bu… saya siap berangkat kapanpun”


***

__ADS_1


__ADS_2