Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
Trapped


__ADS_3

Pemuda misterius itu turun dari motor besar yang ia kendarai, dan mendekati Eric. ia mencegkram kerah baju Eric dan mengangkat pemuda itu ke udara dengan satu tangan, seolah tubuh yang ia angkat mempunyai bobot seringan kapas.


Yang pertama bergerak dalam situasi itu adalah Alfian. Ia segera menggunakan kemampuan Direct Commandnya pada orang misterius itu.


“Turunin Eric, sekarang!” ucapnya lantang. Cengkraman itu terlepas, dan tubuh Eric yang tak sadarkan diri langsung terjatuh begitu saja ke lantai. dalam kesempatan itu, Ivana langsung berlari dan menyerang orang misterius itu.


Satu tendangan Lolos mengenai kepala pemuda misterius itu. satu pukulan lainnya mengenai wajah sehingga kaca helm itu pecah.


Padahal beberapa saat yang lalu, Ivana baru saja menyelesaikan pertarungannya dengan Gio. Tapi ia masih punya energy sebanyak itu untuk bertarung.


“Ivana, menjauh dari orang itu! sekarang!” ucap nathanael panik. Ia menyadari kalau kumpulan Ether yang cukup besar melingkupi pemuda misterius itu, sebuah tanda bahaya yang tak bisa dielakkan.


Alfian juga menyadari hal itu, karena Direct Commandnya tak lagi bekerja. Dari semua orang yang ada disana, saat ini hanya Nathanael dan Alfian lah Esper yang dapat mengindera keberadaan Ether.


Pemuda itu menggerakan tangan kosongnya ke udara, tanpa menyentuh Ivana, ia menghempaskan gadis itu dengan sejenis kemampuan telekinesis tingkat tinggi. Tubuh Ivana melayang di udara sejenak, lalu terlontar dan membentur dinding, gadis itu terbatuk. Andai ia tak melingkupi tubuhnya dengan Ether, ia pasti sudah kehilangan kesadaran.


Pemuda itu meletakan telapak tangannya diatas jantung Eric. Nathanael dan Alfian dapat melihat aliran Energi Ether hitam pekat memasuki tubuh Eric perlahan.


***


“Woy! Lo kenapa sih?” ucap King panic sekaligus bingung karena Eric yang semula tampak baik baik saja mendadak terlihat kesakitan.


Dari dalam dirinya, muncul energy Ether berwarna hitam yang meluap luap. Energy Ether itu bergerak kearah laut dan bersatu dengan gulungan kabut hitam yang mendadak muncul di atas permukaan laut. Energy itu berputar, dan membentuk pusaran. Dari dalam pusaran itu, muncul lah sesosok gadis dengan wujud yang… menyerupai iblis.


Eric pernah melihat sosok itu dimana mana. Dalam game, komik, seni digital, dan cerita fiksi lainnya mengenai iblis. Menurut standar manusia, gadis itu memang cantik. Dengan tubuh proporsional, kulit putih, dan kaki yang jenjang. Namun, rongga matanya di penuhi api, dan dari atas kepalanya muncul tanduk bercabang cabang yang menyerupai tanduk rusa. Jilatan api muncul dan berputar di sekitar tubuh nya.

__ADS_1


“Gue… bukannya gagal fokus ya, tapi yang namanya iblis gak bisa muncul pake baju dulu gitu? e… emangnya anak dibawah umur kaya gue boleh liat yang kaya gini ya?” Eric berkomentar.


“Lo mau gue pukul pake batu?” ucap King kesal mendengar komentar Eric. “gue inget dia. yang ngiiket gue di tempat ini adalah dia. ya, gue gak mungkin lupa” ucap King yakin.


“Bentar bentar, ini kan Archein lo… mungkin gak sih, ini sosok yang lo bikin di kepala lo? maksud gue, gak mungkin kan kalau dia iblis beneran? Mungkin, Bentuknya aja yang agak horror” Eric berspekulasi.


Sementara Eric berpikir, gadis iblis yang melayang di atas air laut itu mulai mendekati garis pantai. Gadis itu menunjuk Eric dengan jari telunjuk nya, dan dalam sekejap, kumpulan energy yang menyerupai lidah api menyambar Eric.


Eric menyilangkan kedua lengannya di depan wajah. Jilatan api itu terlalu besar, dan ia tak sempat menghindar. Eric seratus persen yakin kalau dirinya akan terbakar oleh jilatan api itu. namun, nyatanya hal itu tidak terjadi.


Cahaya keemasan mengelilingi nya. ada semacam perasaan nostalgia ketika cahaya itu muncul, perasaan yang sama seperti ketika ia memasuki Archein milik Prince. Eric menyadari nya, cahaya yang saat ini melindunginya adalah kemampuan The beast milik Daniel yang ia pinjam beberapa saat yang lalu sebelum datang ke gelanggang.


Tapi, bukan kah yang ia ambil adalah kekuatan The Beast melalui pengalaman bertarung milik Daniel? Eric mengira kalau kekuatan itu berupa insting bertarung yang kelak akan ia gunakan untuk bertarung dengan King. Nyata nya, bahkan King pun merupakan korban disini.


Musuh yang ia hadapi, melibatkan entitas yang keberadaannya tak ia pahami. Karena walau Eric bisa dikatakan mempunyai Indera keenam dan dapat berinteraksi dengan makhluk tak kasat mata, bertemu dengan iblis sungguhan merupakan sesuatu yang tak pernah ia alami.


“Blessing Ether. Kelihatannya kau tidak datang kesini dengan tangan kosong…” gadis itu berucap. Suaranya terdengar aneh, seperti sekumpulan suara berbeda beda yang bicara dalam satu waktu bersamaan.


“Gue gak tahu lo siapa, dan apa tujuan lo kesini. Tapi, kalau lo memang makhluk yang udah ngurung jiwa King di tempat ini, berarti… lo jahat kan?” Eric berusaha meladeni ucapan gadis itu, sambil terus memfokus kan pikirannya pada rantai yang mengikat king. Sedari tadi, ia masih berusaha melepaskan ikatan rantai itu dari kaki king.


“Namaku Lilith. Kau mungkin pernah mendengar namaku di suatu tempat… aku adalah iblis perempuan pertama… diciptakan bersama manusia pertama” gadis itu memperkenalkan diri nya.


“Gue sering denger nama lo di cerita fiksi dan game. Wow, lo cantik juga. nggak se serem yang gue bayangin” ucap Eric berusaha menunjukan keberanian nya, walau sebenarnya ia takut dan ingin cepat cepat pergi dari tempat aneh ini.


“Oh ya? aku bisa mengendus rasa takut mu dari sini… wahai anak manusia”

__ADS_1


Sedikit lagi. Ia perlu berusaha sedikit lagi agar rantai di kaki King terlepas.


“Baiklah, kau cukup baik dalam menyembunyikan rasa takut mu. jadi izinkan aku, memperkenalkan mu pada rasa takut yang sesungguh nya!”


Kobaran api muncul dan membakar cakrawala, mengubah warna langit yang semula biru cerah menjadi kemerahan. Tekanan Etther di tempat itu meningkat. Ratusan mayat yang semula tak ada tiba tiba muncul di permukaan laut, dan bangkit. Pasukan mayat hidup itu bergerak menuju garis pantai. Eric dapat merasakan kakinya gemetar. Tapi, ia harus menuntaskan perintah Nathanael.


Tepat sebelum mayat hidup itu menyentuh garis pantai, akhir nya…


Rantai itu terlepas.


“Lepas!” ucap Eric sambil menatap kaki King yang kini tak lagi terikat.


Begitu rantai di kaki King terlepas, Iblis wanita bbernama Lilith itu mengumpat dalam bahasa yang tak di pahami Eric. tampak nya, ia langsung memerintakan pasukan mayat hidupnya untuk mengejar Eric.


“PAK, UDAH LEPAS PAK! SEKARANG SAYA HARUS NGAPAIN?” teriak Eric panic sambil menjauhi garis pantai, menghindari kejaran pasukan mayat hidup yang mengejarnya.


Begitu rantai terlepas, King langsung hilang entah kemana.


Eric sendirian sekarang, melawan seorang iblis wanita dan sepasukan mayat hidup yang tidak terhitung jumlah nya.


Tak ada jawaban, tak ada suaranya yang menjangkaunya dari luar sana.


“Pak…”


Sebuah rantai muncul dari tanah dan mengikat kaki nya, memaksa Eric untuk mengehentikan pergerakan nya. pemuda itu terjatuh diatas pasir pantai, sementara pasukan mayat hidup kini sudah mengepung nya.

__ADS_1


Itulah saat dimana Eric menyadari bahwa ia benar benar sendirian.


***


__ADS_2