Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
An Innocent Sinner (1)


__ADS_3

Eric terbangun di jalan beraspal yang tampak lengang. Bulan keperakan menggantung di langit, sejauh mata memandang, ia hanya bisa melihat jalanan kosong dan padang ilalang.


Apa ini alam bawah sadar King?


Janetta hanya membimbingnya sampai Sandi ‘maglindo’ diucapkan. Wajar saja, Janetta tak punya kemampuan seperti Nathanael Kim yang suaranya bisa menembus alam bawah sadar manusia.


“ini dimana? Gue harus ngapain?” Eric berbicara pada dirinya sendiri.


“hei, mau aku temenin?”


Terdengar suara gadis yang cukup familiar dari arah belakang, Eric langsung menoleh dan mendapati kalau Elvira sudah ada disana.


“Elvira?” ucapnya tak percaya.


“lebih tepat nya, aku Vira” ucap gadis itu santai.


            Awal nya, Eric meragukan kehadiran Vira di alam imajiner ini. namun, ia kembali teringat pada kejadian tempo hari ketika Alfian terjebak di Malforta nya sendiri. Pak Nathanael memang pernah mengatakan padanya kalau Elvira mempunyai kemampuan untuk masuk kealam bawah sadar manusia, sama seperti dirinya.


“aku disuruh Yukiya buat nemenin kamu. kata nya, masuk kealam bawah sadar orang yang Archeinnya udah diotak atik itu bahaya” Vira menjelaskan.


“Yukiya?”


Gadis itu menganggukan kepalanya yakin.


“Maksud lo, Yukiya… ada hubungannya sama semua kejadian ini?”

__ADS_1


***


Energy yang meluap luap memenuhi tubuh Gio.


Untuk pertama kali nya, ia paham kenapa Ivana sering kali membahayakan lawannya ketika kemampuan the Beast diaktifkan. Baru satu menit kemampuan itu ia gunakan, dan Gio sudah nyaris kehilangan kendali atas dirinya sendiri.


Gio dapat merasakan penglihatannya makin tajam, dan tiap pukulan yang ia lancarkan terasa ringan. Pukulan yang terasa ringan, namun menghasilkan Impact yang cukup besar.


Satu pukulan yang ia lancarkan, ditangkis oleh Ivana. Gio menendang tulang kering gadis itu, dan Ivana sedikit kehilangan keseimbangan sebelum berputar dan kembali melancarkan Back kick.


Masih belum cukup. Bahkan setelah dikuasai oleh kekuatan sebesar ini, hal itu belum cukup kuat untuk menumbangkan seorang Ivana.


“gue butuh lebih banyak lagi…” Gio bergumam.


Dan kini, pemuda itu sudah kehilangan kendali sepenuh nya.


Dan siapapun yang menyaksikan pertarungan itu, hanya bisa bergidik ngeri.


***


“ayo jalan, aku bakal temenin kamu sampai Archein” ucap Vira tanpa menjawab pertanyaan Eric terlebih dahulu.


“hey, tunggu dulu! Jawab dulu pertanyaan gue” Eric menarik lengan Vira, mencegah gadis itu agar tidak pergi.


“nati juga kamu tahu kok, pokoknya ini bakal jadi kejutan” ucap Vira riang.

__ADS_1


“lo yang diculik sama king juga, apa itu bagian dari rencana?” tanya Eric lagi.


“yup benar!”


            Eric mengepalkan tangannya kesal.


“terus, lo mau aja dimanfaatin kaya gitu?”


Vira memutar bola matanya sebal.


“oh ayolah… siapa yang nggak manfaatin aku? Yukiya itu temen aku, aku nggak keberatan kalo harus dimanfaatin sama dia.”


Suara deburan ombak, terdengar dari kejauhan. Memecah keheningan malam. Vira langsung bereaksi dan menoleh kearah sumber suara.


“kalau kita beruntung, kamu bisa masuk ke Archein King sebelum King sadar kalau Archeinnya di terobos. Kalau udah gitu, kamu tinggal ambil inti kemampuan dia dan ta-da! Tugas kita selesai” Vira menjelaskan rencananya se singkat mungkin.


“kita harus kemana? Waktu masuk kealam bawah sadar kak Alfian dan kak Daniel, selalu ada… apa itu namanya? Sesuatu yang nuntun gue ke Archein”


“Hiraeth. Sesuatu yang nuntun kamu ke Archein itu disebut Hiraeth” Vira menjelaskan. “orang yang udah mati gak bakal punya Hiraeth. Soalnya, Hiraeth itu terbentuk dari relasi antar manusia, sesuatu yang nggak dimiliki oleh orang yang udah mati”


Eric mengernyitkan dahi nya. tiba tiba matanya terbelalak begitu menyadari maksud perkataan Vira.


“kamu mikirnya lama juga ya… King itu dari awal emang udah mati”


***

__ADS_1


__ADS_2