
“Ada perlu apa?” tanya Julia tanpa membukakan pintu untuk Eric. Eric sendiri cukup bingung dengan sikap Julia. Apa ini artinya ia pun ikut terkena imbas dari pertengkaran antara gadis itu dan Alfian?
Alfian yang semula menonton dari kejauhan langsung masuk kedalam ruangan nya, menyadari bahwa Julia kemungkinan besar tidak akan muncul dari balik pintu yang tertutup itu.
“Umm… ini, gue mau bayar cake yang kemarin. Kemarin kan kak Julia pesen cake dan udah dibayar, tapi kak Julia nggak sempet bawa. Jadi gue yang bawa, dan rasanya, gue agak nggak enak kalau nggak ngeganti uang yang kak Julia bayar buat Cake itu” ucap Eric menjelaskan maksud kedatangan nya.
Terdapat jeda beberapa saat sebelum suara Julia kembali terdengar dari dalam ruangan itu.
“Lo bisa transfer aja nggak duitnya?” tanya Julia. “lo ada m-banking gak?” tanya nya lagi.
“Ya, bisa sih. tapi… kenapa nggak buka pintu ini supaya gue bisa ngasihin uang nya langsung, coba?” Eric balik bertanya.
“Yaudah, ntar aja lah Ric. Kalo kita ketemu lagi”
“Lah… ini gue udah di depan kamar kak Julia banget loh”
Terdengar suara helaan nafas dari dalam kamar Julia. Tak lama kemudian, pintu kamar pun terbuka. Namun, Julia hanya mengulurkan tangan tanpa menunjukan tubuh maupun wajahnya sama sekali.
“Mana sini…” ucap gadis itu blak blakan.
Eric mengeluarkan selembar uang pecahan seratus ribu dan meletakkan nya di tangan Julia.
“Uangnya kelebihan. Nggak ada uang pas gitu?” gadis itu protes.
__ADS_1
“Nggak ada lagi, ambil aja kembalian nya”
“Oke, makasih”
Setelah menyelesaikan urusan nya, gadis itu pun langsung menutup pintunya begitu saja.
***
“Salah gue apa?” ucap Eric begitu memasuki kamar Alfian. “dia bahkan nggak ngebukain pintunya buat gue. yang berantem itu kalian kan? Kok gue ikut kena imbas nya?” protes Eric pada Alfian.
“Mungkin, karena lo dateng kesini bareng gue?” Alfian menebak.
“What? Itu nggak masuk akal kan?”
Alfian menjatuhkan dirinya diatas kasur setelah menaruh tas nya secara sembarang. Kamar itu tampak berantakan. Eric mendapati bahwa bungkus makanan ringan dan makanan instan berserakan di dekat meja komputer, juga pakaian bekas pakai yang menggantung atau tergeletak di atas sofa begitu saja.
“Kak Alfian… lo beneran baik baik aja kan?” ucap Eric yang menyadari perubahan drastic dari sikap Alfian hari ini.
“Emang nya gue kenapa?” tanya Alfian seraya bangkit dari tempatnya berbaring. Pemuda itu memunguti pakaian kotor yang tercecer di sofa.
“Lo duduk dulu disini Ric, gue mau beresin dulu kamarnya dikit…” ucap Alfian sambil melanjutkan pekerjaan nya. karena tak enak, Eric pun ikut membantu Alfian membereskan kamarnya.
***
__ADS_1
JellyJ : “gue udah putus dari Alfian”
YukiYukia : “gue turut berduka cita atas putus nya hubungan lo. jadi, apa hari ini tanggal jadian kita?”
Rasanya, Julia ingin segera membanting ponsel ditangan nya begitu membaca pesan dari Yukiya. Sungguh tidak punya empati. Bukankah Yukiya tampak tidak terlalu peduli dengan perasaan orang orang disekitarnya?
JellyJ : “kasih gue waktu dong, ****!”
YukiYukia : “waktu buat merenungi alasan kenapa lo bisa putus? Atau waktu buat mempertimbangkan bakal balikan lagi atau enggak?”
Julia langsung mematikan koneksi datanya dan benar benar melempar ponsel nya ke tempat sampah. Entah kenapa, semua nya terasa kacau akhir akhir ini. pagi ini, gadis itu mendapati bahwa beberapa anak di sekolah mulai menggunjingnya di grup kelas. Beberapa orang mulai menyebarkan rumor bahwa ia menyelingkuhi Alfian. Alfian sendiri tidak membenarkan rumor itu maupun menepisnya. Ia bahkan tidak muncul di grup kelas, dan menyerahkan kewajiban untuk membagikan perihal tugas pada wakil ketua kelas.
Tak seorang pun yang berada di pihak nya, dan entah sejak kapan ia menjadi sendirian.
Bagi Julia sendiri, semua ini terasa seperti karma. Sebelumnya, ia terbiasa menjadikan orang lain sebagai bahan gossip. Dan saat ini, justru dirinyalah yang menjadi bahan pergunjingan untuk sesuatu yang bahkan tak ia lakukan.
Gadis itu bangkit dari tempat tidurnya, dan menatap pantulan dirinya di cermin. Alasan utama kenapa ia tidak keluar kamar barang selangkah pun adalah… karena setelah benar benar putus dari Alfian, hari itu juga Julia memotong rambutnya. Hasil potongan amatir itu terlihat kacau, ia tidak bisa melenggang pergi dengan penampilan seperti ini.
Semua orang akan tahu kalau ia tengah terpuruk, dan Julia adalah tipikal gadis yang tak mau menunjukkan kelemahan nya pada siapapun.
“gue nggak apa apa… gue bakal baik baik aja”
Ucap nya berulang ulang dalam hati.
__ADS_1
***