Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
The shield


__ADS_3

Pagi itu, Eric berangkat sekolah seperti biasa. Dari sekian banyak murid kalangan elit di Santana Senior high school, Eric adalah bagian dari sebagian kecil murid Santana yang diantar supir dan berangkat sekolah dengan mobil. Mobil berhenti sekitar seratus meter dari gerbang sekolah. Setelah berpamitan, Eric turun dari mobil dan langsung menuju kelas.


            Ketika melewati salah satu koridor kelas, mata Eric menangkap sosok Elvira yang tengah berjalan didampingi hantu berambut perak yang biasa mengikuti Alfian. Refleks, ia langsung memanggil gadis itu.


“Elvira!”


Gadis yang dimaksud tidak menoleh. Mungkin tidak terdengar. Jadi Eric refleks meraih tangan Elvira, memaksa gadis itu untuk menghentikan langkah nya. Elvira benar benar terkejut, tanpa sengaja ia menyiram Eric dengan minuman hangat yang ia pegang di tangan kanan nya.


Pyaaaashhh!


Teh manis hangat itu membasahi wajah dan seragam Eric. ia lupa kalau Elvira punya phobia. Elvira yang masih panic dan tidak tahu harus melakukan apa langusng lari entah kemana. Sementara beberapa orang sibuk mengambil fot Eric yang kini sudah basah kuyup. Eric tertegun. Sungguh awal yang buruk untuk memulai hari.


            Tiba tiba seseorang melempar jas sekolah tepat ke kepala Eric, membuat wajah Eric yang sedari tadi mencuri perhatian anak anak tukang gossip itu tertutupi. Jas warna putih, ciri khas anggota the hive.


“bubar! Bubar! Sebentar lagi jam masuk kelas” ucap seorang pemuda yang suara nya sudah tak asing lagi di telinga Eric.


            Eric menyingkap bagian jas yang menghalangi pandangan nya. ia tak terlalu terkejut ketika mendapati kalau orang yang melemparkan jas itu padanya adalah Gio.


“kebetulan banget ya, kak Gio ada dimana mana”


***


            Karena rambut dan tubuh nya lengket oleh gula dari teh manis, Gio terpaksa mandi di sekolah. Di samping GOR teratai, terdapat kolam renang Indoor dimana disana terdapat kamar mandi dan ruang ganti yang biasa dipakai oleh Atlet renang sekolah. Kebetulan Alfian meninggalkan seragam olah raganya --yang tak pernah ia pakai—di loker. Walau pun seragam itu jelas jelas ngatung baik celana maupun jaket nya karena tinggi badan Eric terpaut lima belas sentimeter dari tinggi badan Alfian. Paling tidak, ada baju yang bisa ia pakai selain seragam nya yang terlanjut kotor.

__ADS_1


“lo banyak masalah sama cewek ya, atau sengaja bikin imej bad boy?” celetuk Gio ketika menunggui Eric yang sibuk membersihkan tubuh nya di salah satu kamar mandi.


“mana gue tau” balas Eric. “normal nya, cowok ganteng, tajir, pinter kaya gue ini harus nya jadi idola sekolah. Entah sejak kapan gue malah di cap sebagai cowok brengsek”


“Reputasi lo udah rusak, lagian kenapa juga lo milih sekolah disini”


Suara keran air terhenti. Pertanyaan itu ternyata cukup mengusik Eric.


“bukan gue yang milih, tapi bokap gue” jawab Eric singkat.


“oh ya? Nggak ditanyain alasan nya?”


“selama itu bukan hal yang buruk, gue bukan tipikal anak yang banyak nanya sih. apa susah nya jadi anak penurut”


“lo jauh jauh belajar ke amerika, dimana disana banyak banget institusi pendidikan bergengsi yang udah terjamin kualitas nya. tapi lo balik ke indo, disuruh sekolah disini dan lo nggak nanya alesan nya sama sekali?”


“sorry, kalo gue terlalu ikut campur. Cuma penasaran aja” ucap Gio kemudian.


Eric menyalakan Hair dryer itu dan langsung menyesuaikan suhu nya untuk mengeringkan rambut.


“pertanyaan lo nggak salah. Gue juga ngerasa kalau bokap gue punya alasan tertentu nyekolahin gue disini. Tapi dia nggak ngejelasin apa apa, mungkin karena gue emang nggak nanyain. Atau mungkin, gue disuruh nyari tahu sendiri” jawab Eric sambil mengeringkan rambut nya.


“ngomong ngomong, gue juga penasaran sama kak Gio. Kenapa lo selalu ada tiap kali gue dalam bahaya? No homo ya. Lo ada waktu gue kena bantingan kak Ivana, lo juga ada waktu gue masuk markas El diablo. Bahkan pagi ini juga lo nolongin gue. jangan jangan, mama yang nyuruh kak Gio buat ngikutin gue ya?” Eric berspekulasi. Saat di Amerika, ada beberapa body guard yang di tempatkan khusus untuk melindunginya. Saat tiba di Indonesia, Eric tak melihat satu pun pria dewasa bertubuh kekar menguntit nya. tapi tak mungkin sang mama melepas penjagaan nya begitu saja walau Eric sudah cukup dewasa untuk melindungi diri ya sendiri.

__ADS_1


“lo benar… tante Elena yang nyuruh gue buat jagain lo”


Nah, Binggo.


“dia khawatir sama lo, apalagi identitas lo sebagai anak Alexander Gildereich terungkap. Saingan bisnis bokap lo tuh nggak main main loh. Apalagi lo anak tunggal. Wajar kan kalo nyokap lo khawatir?” Gio menjelaskan.


“tapi ini kan sekolah. Ada penjaga sekolah juga. Hal berbahaya macam apa sih yang bisa terjadi di institusi pendidikan dimana mayoritas penghuni nya anak anak?” protes Eric.


“lo yakin masih bisa ngomong gitu setelah kejadian kemarin?”


Eric terdiam.


Benar, mana mungkin ia bisa melupakan kejadian kemarin ketika Ivana nyaris mematahkan tulang rusuk lawan nya. Gio berteriak dan bahkan melompat ke Arena, berusaha menghentikan Ivana. Tapi tak ada yang bisa menghentikan gadis itu selain Alfian dan kemampuan manipulasi gelombang otak nya. andai Alfian tak ada disana, bukan tidak mungkin bisa terjadi pembunuhan.


“lo yang lebih tau dari gue, kalo disekolah ini ada beberapa murid ‘abnormal’ yang cenderung berbahaya. Salah satu nya Ivana. Lo belom ketemu Prince, lo juga belom tau seberapa berbahaya nya anak the Core dan jaringan informasi mereka yang bahkan menjangkau dunia bawah nya Bellkarta. Masih banyak hal yang nggak lo tau. Dan tugas gue lah buat memastikan kalau lo bakal terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan.” Gio menjelaskan.


“dan salah satu murid abnormal itu, adalah gue”


            Setelah memastikan rambutnya benar benar kering, Eric pun mematikan Hair Dryer dan mengenbalikan nya ke tempat Gio mengambil nya barusan. Ada begitu banyak hal yang belum ia ketahui tentang tempat ini. mempertanyakan tentang El diablo saja suda mengantar nya menuju pertanyaan lain. kenapa, ada Esper dan sub esper di sekolah ini?


“ayo balik ke kelas. Lo Cuma izin skip class jam pertama kan?” tanya Gio. Eric menganggukan kepala nya. kedua nya pun meninggalkan kolam renang Indoor disamping GOR teratai menuju ke bangunan sekolah utama.


Ketika melewati deretan loker, tiba tiba langkah Gio terhenti di salah satu loker dimana terdapat banyak bekas coretan lipstick dan eye liner bertuliskan kata kata makian.

__ADS_1


“itu loker siapa kak?”


***


__ADS_2