
“Maafin gue, soal kemampuan Regenerasinya Yukiya itu, sebenernya gue udah tahu dari awal” ucap Daniel begitu Ivana menceritakan semua hal yang terjadi di gelanggang.
“Bahkan lo udah tahu? sialan! Sekarang gue ngerasa paling **** sendiri” Ivana mengumpat.
“Gue emang tahu soal kemampuan regenerasi itu. tapi, gue nggak tahu apa dia sub Esper atau Esper murni” tambah Daniel.
“Gue, cukup yakin kalau dia sub Esper” ucap Eric.
“Kenapa lo bisa yakin?”
“Sebenernya, di klub Esperia ada hantu yang jadi anggota tambahan. Kalau Yukiya Esper, gue yakin harusnya dia tahu soal keberadaan hantu itu. tapi, dia gak pernah sadar. Hantu itu juga gak pernah interaksi sama Yukiya.” Eric beralasan.Daniel menganggukan kepala nya.
“Kalau lo sebagai Esper murni yang bilang… gue bisa percaya. Oke, kita simpan soal Yukiya buat nanti. Sekarang, soal The core. Ternyata Janetta udah nge rekrut satu orang tambahan. Itu artinya, sekarang The core udah punya tiga anggota kan?”
Ivana menganggukan kepala nya.
“Berhubung lo udah kelas tiga, dan mulai semester depan kegiatan klub lo dibatasin, rasanya cukup masuk akal kalo gue nyaranin lo buat cari anggota El diablo baru secepat mungkin.”
“Tahu kok, gak mungkin gue maksa lo buat nge handle semua urusan El diablo sendirian. Terus terang, gue juga udah nawarin Eric buat masuk El diablo. Gimana? Apa lo tertarik?” Daniel kembali menawarkan.
“Berhubung gue udah terlibat cukup jauh, justru aneh kalo sekarang gue tolak tawaran itu.” jawab Eric akhirnya.
Daniel menghela nafas lega.
__ADS_1
“Bagus kalau gitu—“
“Kak Daniel, lo inget perjanjian kita? Gue masuk El diablo karena lo bilang bakal jagain Yukiya. Sekarang, Yukiya udah gabung sama The Core. Kalau terjadi apa apa sama anak itu…” Ivana menghentikan perkataan nya. “gue, bakal keluar dari El diablo”
“Ivana… kerahasiaan anggota The core itu dijamin sama pihak sekolah. selain itu, Janetta bukan orang sembarangan yang bakal nempatin anggotanya di posisi yang membahayakan. Yukiya, jusru ada di tempat paling aman” Daniel berusaha meyakinkan.
“Terus soal kejadian pemukulan itu? atau… soal kejadian hari ini?”
“Tapi, Yukiya baik baik aja kan?”
Ivana menghempaskan tubuhnya ke sofa, dan membenamkan wajahnya ke bantal sofa.
“Gue gak tau… terlalu banyak hal yang harus dipikirin disaat bersamaan. Sejak kapan Yukiya tahu soal El diablo dan The core? Sejak kapan dia punya kemampuan regenerasi itu? dan… apa nyokap dan bokap gue tahu soal Yukiya, sama kaya mereka tahu soal kemapuan gue? apa tujuan yukiya gabung sama The Core?” Ivana mengungkapkan kekesalan nya.
“Soal King yang ternyata udah mati?” tanya Ivana. Alfian menganggukan kepalanya.
“Gue sempet ngobrol sama jiwa King yang terperangkap di Archeinnya sendiri. Dia bilang, dia udah ada disana selama tiga tahunan. Apa mungkin King udah mati sejak tiga tahun yang lalu?”
“Sebagai anggota lama El diablo, menurut lo gimana?” tanya Alfian pada Ivana.
“Tiga tahun ya… tiga tahun itu waktu King mulai ngerekrut banyak anggota, dan ngelakuin pekerjaan kotor supaya El diablo jadi Geng yang besar. Itu juga tahun dimana gue mulai gak betah dan kabur kaburan. Tapi kalau gitu… yang dilawan kak Daniel dua tahun lalu itu juga… King yang udah mati dong?”
Daniel terdiam sejenak, berusaha mengingat pertarungannya dengan King dua tahun yang lalu.
__ADS_1
“Terus terang, waktu itu… gue berhasil ngalahin King dengan bantuan Janetta. Gue juga berhasil nge hindarin hipnotisnya dia karena sepanjang pertarungan, gue nutup mata. Janetta yang ngasih arahan.”
“Ngomong ngomong soal hipnotis, King juga mulai punya kemampuan itu sejak tiga tahun yang lalu. apa itu ada hubungan nya?” Ivana berspekulasi.
“Itu mungkin ada hubungan nya. tapi kalau ngomongin soal per-iblis-an… pak Nathanael yang emang pernah belajar jadi Exorcist pasti lebih tahu. kita bakal bahas ini di Esperia nanti.” Alfian memutuskan.
“Oke, kalau ini ada hubungannya sama hal hal gaib, ini ranahnya anak anak Esper murni kaya kalian kan? Sebagai sub Esper yang nggak pernah lihat iblis beneran, gue nggak tahu apa apa sih” Daniel bangkit dari tempatnya duduk. Dan berjalan ke arah pintu. “gue mau balik, mau istirahat. Oh iya, hari ini gue harus ke kantor agensi. dan untuk beberapa waktu kedepan, El diablo bakal libur dulu. Lo juga mending pulang dan istirahat” ucap Daniel pada Ivana.
“Gue juga mau balik kalau gitu. bye~” Ivana pun mengekor Daniel dari belakang. Kini tinggal lah Alfian dan Eric di ruangan Nathanael.
“Kalau nggak ada urusan lagi, gue juga mau balik” ucap Eric berpamitan.
“Gue nggak tahu apa gue salah lihat atau nggak. Tapi… yang tadi ada di Gor itu, Luciel kan?” tanya Alfian tiba tiba.
“Luciel itu siapa?” tanya Eric bingung.
“Itu… nama hantu yang sering ngikutin gue dan Elvira. anggota tambahan Klub Esperia. apa nama ini baru pertama kali lo denger? Dia nggak pernah nyebutin nama aslinya ke elo?”
Eric menggelengkan kepala nya.
“Dia nggak pernah nyebutin nama aslinya ke gue. terus terang, waktu di GOR juga gue heran, kenapa orang yang harusnya udah meninggal ada disana? Apa ini sama kaya… King yang badannya di kendaliin?”
“Gue juga gak tahu. satu satunya orang yang bisa jelasin ini semua… Cuma pak Nathanael”
__ADS_1
***