
Ditengah pembicaraan itu, tiba tiba terdengar suara music klasik di mainkan dari arah ballroom.
“Resital nya Starla udah dimulai. Mau nonton nggak?” Ivana menawarkan. Eric mengangguk setuju, dan kedua nya pun segera menuju ke sumber suara music terdengar.
Sesampai nya di tempat Resital, Ivana langsung memperlihatkan kartu undangan yang ia bawa. Pelayan itu pun membawa Ivana dan Eric ke meja yang sudah di Reservasi atas nama Vano Isadores.
Starla, gadis yang tengah menjadi idola itu memulai permainan piano nya yang memukau. Mengenakan Tutu Dress warna hijau pastel dan mary jane shoes, penampilan gadis itu berhasil mencuri perhatian penonton.
“Adik gue suka banget sama Starla, sayang dia nggak ikut” ucap Ivana disela penampilan Starla.
“Terus, kenapa dia nggak ikut? Dia nggak tahu kalau salah satu bintang tamu buat acara hari ini Starla?”
“Ya… anak nya emang mager (males gerak). tiap di ajak ke acara kaya gini, dia pasti males ikut. Walau pun untuk hari ini… emang ada alasan tertentu sih”
Sepanjang penampilan Starla, pikiran Eric melayang ke tempat lain. kenapa deskripsi Ivana mengenai kematian ibu nya sangat cocok dengan citra yang ia lihat dalam kenangan Yukiya? Selain itu, nama Isadores di belakang nama Yukiya pun sama dengan Vano.
Mana mungkin Vano Isadores mempunyai dua orang anak dengan Ras yang jelas jelas berbeda? Vano adalah orang Indonesia. Ivana jelas jelas memiliki darah Rusia, sedangkan Yukiya memiliki darah jepang. Hubungan macam apa yang dimiliki Vano, Ivana, dan Yukiya?
Cuma kebetulan?
Ini benar benar membingungkan, belum lagi Eric dapat mencium sesuatu yang mencurigakan dari Pandora Association. Apa yang berusaha mereka lakukan di Santana. oh, atau lebih tepat nya apa yang berusaha mereka lakukan melalui Santana di Bellkarta?
“Kalau lo mau nyelidikin soal Pandora Association bareng gue, sebaik nya lo terima tawaran Prince buat masuk El diablo” Ivana menyarankan. “dari situ, mungkin lo bisa tahu alasan om Alex bawa lo ke sini”
Eric terdiam sejenak, terlalu banyak hal yang harus dipikirkan di saat bersamaan. Belom lagi soal daftar murid yang identitas nya di tutupi pihak sekolah.
__ADS_1
Termasuk Ivana.
Eric mengehela nafas panjang. Ia akan mulai mengorek ‘sedikit’ informasi dari Ivana.
“Kak Ivana kenal anak kelas 1S yang nama nya Yukiya?” tanya Eric.
“Gue nggak kenal tuh” jawab Ivana cepat.
“Nama belakang nya Isadores. Gue pun baru tahu hari ini. gue kira karena nama belakang nya sama kaya lo dan om Vano, mungkin kalian punya hubungan kekerabatan atau apa… ternyata Cuma kebetulan ya?”
Dari ekor mata nya, Eric dapat menyadari kegugupan yang dirasakan Ivana ketika menyinggung soal Yukiya.
“Selain itu, anak itu juga agak aneh… nama orang tua, nama belakang, alamat rumah, data data itu nggak dicantumin di laman profil dia. padahal murid lain dicantumin. Menurut kak Ivana gimana?”
Ivana mendelik tajam kearah Eric.
Eric menganggukan kepala nya.
“Bilang sama Julia, JANGAN CARI MASALAH!”
***
Pesta sudah berakhir, mobil yang di naiki Eric dan Alex sang ayah melaju cepat meninggalkan Crescendo grand hotel. Eric menatap kosong jalanan yang lengang dari dalam mobil. Waktu sudah menunjukan pukul setengah dua belas malam, tapi sesuai julukan nya, kota Bellkarta memang kota yang tak pernah tidur. Seandainya tidak datang bersama Eric, Alex mungkin baru pulang setelah pesta benar benar usai menjelang subuh.
“Jadi, tadi kamu ngobrol apa saja sama Ivana?” Alex membuka pembicaraan.
__ADS_1
“Cuma soal kegiatan sekolah…” jawab Eric singkat.
“Kamu nggak tanya dia soal mama nya kan?”
“Ibu nya kak Ivana udah meninggal kan? Tadi kak Ivana juga cerita” Eric menoleh kea rah Alex. “jadi, itu sebab nya om Vano dateng sama kak Ivana? karena mendiang istri nya udah meninggal?”
Alex berpikir sejenak.
“Papa bingung bagaimana jelasin nya, yang jelas mendiang mama nya Ivana itu bukan istri sah Vano Isadores. Istri nya Vano itu orang jepang, jadi Ivana punya adik sedarah yang lebih muda beberapa tahun dari dia. dia nggak cerita itu sama kamu?”
Eric menunjukan ekspresi terkejut ketika mendengar penjelasan Alex tentang Ivana.
“Nama adik nya itu, yukiya Isadores?”
Alex bertopang dagu dan menatap Eric dengan tatapan penasaran.
“Jadi, sudah sejauh mana kamu nyari tahu soal Santana?” tanya Alex pada putra semata wayang nya.
Eric tersenyum mendengar pertanyaan Alex.
“Sampai di kesimpulan bahwa papa ngirim eric kesana untuk tujuan tertentu”
Alex tertawa mendengar jawaban Eric.
“Jadi, kenapa papa ngirim Eric buat sekolah di Santana?”
__ADS_1
***