
“Dia sudah berada dalam Archein. Harus nya, tak butuh waktu lama untuk melakukan ‘proses pengambilan memori’ milik Daniel” Janetta mendekati Daniel yang terbaring tak sadarkan diri di atas Sofa, dan menyentuh kening nya beberapa saat. “butuh waktu beberapa saat untuk merekonstruksi ulang apa yang sudah diambil dari Archein. Sama seperti Alfian, keadaan Daniel akan terus seperti ini untuk beberapa waktu kedepan” gadis itu menyimpulkan.
“Ada satu hal yang tidak saya pahami. Kenapa Archein milik Daniel tidak dilindungi Loop?” tanya Nathanael heran. “Sebagai pengguna kemampuan Catharsis, saya memang belum pernah memasuki alam bawah sadar manusia. Tapi, menurut ilmu yang saya pelajari, Loop adalah lingkaran Dilema, prasangka, keraguan, penolakan, sebuah Self Defense Mechanism untuk melindungi jati diri kita di alam bawah sadar, sesuatu yang menjadikan manusia, manusia. Bagaimana mungkin, ada manusia yang tidak memiliki hal hal seperti itu?” Nathanael mengambil jeda beberaa saat sebelum melanjutkan perkatan nya.
“Archein tanpa Loop itu, seperti Jiwa tanpa cangkang yang disebut pemikiran”
“Daniel itu… spesial. Hanya itu yang bisa saya beri tahu kan.” Janetta mengalihkan pandangan nya pada Ivana. “saya yakin, kamu pun punya banyak pertanyaan mengenai Daniel. tapi, mari kita simpan itu untuk lain kali. Sekarang, saya akan menjelaskan taktik yang akan kita gunakan untuk mengalahkan King”
***
Sepasang mata dengan Iris Biru langit.
Dalam kenangan milik yukiya, kedua bola mata wanita itu sudah dicongkel. Atau lebih tepat nya, tempat yang seharus nya ditempatii sepasang mata itu hanya menyisakan rongga kosong. Kini, setelah melihat wajah itu dalam keadaan utuh, Eric mendapati bahwa gadis itu terlihat benar benar mirip dengan Ivana.
Gadis itu menatap Eric dengan tatapan bingung.
“Siapa kau?” tanya gadis itu heran. Sial, bahkan suara nya terdengar seperti Ivana.
“Lo… bisa bicara?” tanya Eric pada gadis pirang dihadapan nya. ini agak membingungkan. Seingat Eric, Sosok sosok yang muncul di alam bawah sadar milik Alfian tidak bicara. Apa keberadaan gadis ini di dalam Archein milik Daniel, sama seperti keberadaan Librarian dalam Archein milik Alfian?
“Apa yang kau lakukan disini?” tanya gadis itu lagi.
__ADS_1
Gadis itu bangkit dari tempat duduk nya di atas peti mati. Ia melangkah maju mendekati Eric, menginjak symbol symbol aneh yang mengitari Lingkaran tempat nya berada. Begitu gadis itu menginjakan kaki nya keluar lingkaran, sebuah pintu muncul di dinding belakang gadis itu.
Sebuah pintu dari marmer putih, dan ukiran symbol Eos berukuran besar di puncak pintu itu. rantai hitam terlihat membelit pintu itu dari segala arah, seolah memberi eric peringatan, bahwa tempat di balik pintu itu adalah sesuatu yang tak boleh eric sentuh.
“Jangan menyentuh apapun yang tidak menjadi tujuan mu”
Eric mengingat kembali peringatan Janetta yang disampakan melalui Nathanael pada nya.
“Lo cukup pegang tangan cewek itu, dan kemampuan The beast gue, otomatis pindah ke lo” ucap seseorang di belakang Eric.
Refleks, Eric langsung menoleh dan mendapati bahwa Daniel sudah berada disana.
“Lo ada disini ternyata!” ucap Eric yang terkejut dengan kehadiran Daniel dalam Archein nya sendiri.
Daniel memperhatikan keadaan disekitar nya.
“Wow, udah lama banget sejak terakhir kali gue ke sini.ternyata tempat ini nggak berubah”
“Kalo gue nyentuh cewek ini, secara otomatis, kemampuan The beast lo pindah ke gue kan? Cara ngembaliin nya lagi gimana?” tanya Eric heran.
“Lo nggak perlu khawatir. Archein gue ini spesial. Perubahan apapun yang terjadi di sini, setelah beberapa saat, Archein ini bakal balik ke keadaan semula. Termasuk kemampuan The beast gue. kalo lo ambil, secara otomatis… kemampuan itu bakal terekonstruksi ulang ke Archein gue.” Daniel menjelaskan. “kata Janetta sih, gitu. gue sendiri nggak terllau paham detail nya” lanjutnya.
__ADS_1
“Terus, pintu itu apa kak?” Eric menunjuk pintu di belakang gadis di hadapan nya. Daniel memperhatikan pintu itu dan berpikir sejenak.
“Ini ruang jiwa gue… tapi gue sendiri nggak tahu, ada apa dibalik pintu itu”
“Boleh di buka?”
“Ck!” Daniel menatap Eric tajam “Janetta bilang, jangan sentuh apa yang bukan tujuan lo. walau Archein ini milik gue, gue pribadi nggak berani ngelawan perintah Janetta, sekecil apapun itu”
“Mungkin itu kenangan masa kecil, apa kak Daniel pernah hilang ingatan?” tanya Eric penasaran.
“Ingatan gue utuh, gue nggak pernah amnesia, okay? Sekarang lo tuntasin aja tujuan lo dan cepet pergi dari sini.”
Mendengar hal itu, Eric langsung menuntaskan tujuan nya dengan menyentuh tangan gadis di hadapan nya.
“Cewek ini mirip Ivana nggak sih?” ucap Eric begitu jemari gadis itu perlahan bersentuhan dengan jemari nya.
“Gue juga nggak paham… kenapa bagian diri dari orang yang udah mati, bisa ada di dalam Archein gue”
Sensasi hangat menjalari tubuh Eric. perlahan, semakin kuat. dan kehangatan itu, berubah menjadi sesuatu yang hendak membakar nya.
“Oh, dan tebakan lo nggak salah. Nama Cewek ini adalah Ivana. dan dia adalah… nyokap dari Ivana yang lo kenal.”
__ADS_1
***