Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
Stand still


__ADS_3

Bukan tanpa alasan, king berani melakukan konfrontasi langsung untuk mengambil alih kembali El diablo. Dua minggu sebelum kebebasan nya, salah seorang pengikut setia nya menyampaikan secarik surat dari orang misterius yang mengaku ingin membalaskan dendam terhadap El diablo baru dibawah kepemimpinan Daniel.


White lady, adalah nama alias yang digunakan orang itu untuk berkomunikasi dengan King. King memang tidak pernah bertemu White lady secara langsung, ia pun tak tahu identitas asli sosok dibalik nama sandi White lady ini. namun, informasi yang di berikan white lady pada nya benar benar dapat dipercaya.


Ia memberitahukan pada King kalau Eric Gildereich, putra dari Alexander gildereich akan bersekolah di Santana, dan itu terbukti benar.


Ia memberitahukan pada King mengenai keberadaan Elvira yang merupakan Anak yang di pungut oleh keluarga Gildereich, dan itu terbukti benar.


Bahkan mengenai identitas asli Ivana sebagai putri konglomerat Isadores pun, di bocorkan. Pemukulan yang ia lakukan pada Yukiya juga merupakan bagian dari rencana untuk memberi peringatan pada pihak Santana, bahwa ancaman yang ia berikan tidak main main. Benar, semua ini merupakan scenario yang di buat oleh white lady.


Tapi keberadaan Eric disini, adalah sesuatu yang diluar perhitungan. Apa bocah yang tidak tahu apa apa ini datang hanya untuk menyaksikan pertarungan dan melapor ke polisi jika terjadi satu dan lain hal? Fakta bahwa gadis yang ia jadikan sandera memiliki kepribadian ganda dan dapat lolos dari kemampuan Hipnosis nya pun merupakan sesuatu yang tidak diperhitungkan.


Ada yang tidak beres.


            Bagaimana pun, semua masih berjalan sesuai rencana. Jadi kesalahan keciil seperti itu, selama masih ada dalam kendalinya, tak akan ia permasalahkan lebih jauh. Setelah El diablo jatuh lagi ke tangan nya, menjadi kan sosok white lady sebagai informan utama sudah berada dalam pertimbangan King.


            Ivana menutup sebelah matanya, tampak nya gadis itu sudah menemukan cara untuk mengatasi kemampuan hypnosis milik King. Setidak nya untuk saat ini, Ivana belum menggunakan kemampuan The beast nya, menandakan bahwa gadis itu belum merasa berada dalam keadaan terdesak. King tahu, ia harus segera menumbangkan Ivana sebelum gadis ini sebelum kemampuan itu digunakan. Dalam satu gerakan, King berhasil mencengkram kerah jaket Ivana dan membanting gadis itu ke lantai. Ivana terbatuk, King melingkarkan jemari nya ke leher Ivana dan mulai mencekik gadis itu.

__ADS_1


            Gio mengepalkan tangan nya kuat kuat, berusaha menahan diri untuk tidak ikut campur dalam pertarungan itu.


“Kak Gio! Kita harus—“


“Nggak!” Gio memotong perkataan Eric, ia tahu kalimat apa yang hendak terlontar dari mulut Eric. “Ivana bakal baik baik aja, pasti!” sambil mengatakan hal itu pada Eric, diam diam Gio berusaha meyakinkan diri nya sendiri.


            Masih berada dalam cengkraman tangan king, Ivana berusaha berontak. Tapi tubuh wanita nya jelas kalah kuat dari King. Ia sama sekali tak bisa membebaskan diri dari kuncian yang di lakukan King pada nya.


“Ivana, Lihat gue!”


Ivana menatap tajam kea rah King dengan satu mata tertutup.


Pada akhirnya, Ivana membiarkan kedua mata nya terbuka dan menatap tajam ke arah King.


            Secara fisik, kekuatan Ivana tidak bisa dibilang lemah, eric tahu benar akan hal itu karena ia pernah melawan gadis itu secara langsung. Tapi, melihat Ivana yang pernah mengalahkan nya saja se susah payah ini melawan King, pemuda itu jadi ragu. Apa ia layak menjadi ujung tombak rencana ini dan mengalahkan King nantinya?


“Lo nggak perlu cemas. Sebelum King ngelawan Lo, gue pastiin stamina nya udah kekuras habis buat ngelawan gue.” Gio meyakinkan Eric.

__ADS_1


            Mendapati kedua mata Ivana terbuka, King langsung menggunakan kemampuan hypnosis nya. sepasang Iris itu berubah menjadi violet terang, menandakan kalau kemampuan iu mulai diaktifkan. Perlahan, pergerakan Ivana melemah, dan gadis itu pun terkulai. King melepaskan cengkraman nya dari leher Ivana dan langsung bangkit berdiri.


“Udah gue bilang, orang kaya lo itu Cuma arogan doang!!! Lo itu Cuma—“


BUAKKK!!!!


            Satu tendangan mengenai tungkai bawah King, membuat pemuda itu jatuh terjerembab di atas Ring. Ivana langsung bangkit dari lantai dan berdiri tegap dihadapan King. Ivana menunjukan sorot mata yang sangat tajam, sorot mata yang seolah tengah menghakimi seorang king.


Klak! Klak!


Gadis itu meregangkan lehernya yang terasa nyeri akibat cengkraman King barusan.


“Brengsek!!! Tipuan licik!” King memaki.


“Sorry, kalau soal Licik gue memang masih belom bisa jadi tandingan lo”


Ivana mengepalkan tangan nya, energy yang benar benar kuat mengalir di seluruh nadi nya. siapapun yang dapat mengindera keberadaan Aether, akan merasakan kalau konsentrasi Aether di tempat itu meningkat drastis, membuat udara terasa berat.

__ADS_1


Dengan iris keemasan itu, Ivana menatap King sinis.


***


__ADS_2