
“library’s of life?” Eric berpikir sejenak. “kaya pernah denger… itu Urban legend tentang alam bawah sadar manusia yang berisi seluruh pengetahuan yang ada didunia baik yang sudah diketahui maupun yang belum diketahui kan pak?”
Nathanael menganggukan kepala nya.
“kamu benar…”
“setahu saya, itu bukan tempat yang bisa seenak nya diakses sama semua orang, dan saya kira itu Cuma urban legend di kalangan orang orang yang nyoba buat ngalamin Lucid dream” kali ini Gio yang berucap.
Nathanael lagi lagi menganggukan kepala nya.
“dan Alfian, adalah salah satu dari sedikit orang langka yang dapat mengakses alam perpustakaan imajiner tersebut.”
Baik Eric maupun Gio terdiam. Kedua nya tak tahu harus bereaksi bagaimana.
“jadi… apa hubungan nya itu sama Alfian yang hilang sekarang?” tanya Eric jujur.
“firasat saya buruk, saya ngerasa kalau anak itu ada dalam bahaya. Dan kalau dia berada dalam bahaya, kepribadian Librarian yang ngejaga alam bawah sadar dia bakal maksa Alfian buat masuk ke fase mati suri buat melindungi jalur masuk ke Library of soul. Aduh, kalian nggak bakal ngerti”
Eric memeriksa tiap sudut ruangan, seolah mencari cari sesuatu.
“saya emang nggak paham pak. Yang jelas menurut firasat bapak, kak Alfian dalam bahaya kan?”
Mata Eric tertuju pada tumpukan amplop di atas lemari. Rupanya, disana Alfian meletak kan surat surat permintaan dari murid murid Santana yang penasaran dengan kemampuan klub Esperia.
“menurut saya, kak Alfian mungkin ada di salah satu tempat dalam surat surat ini”
***
Secepat mungkin, Eric, Gio dan Nathanael berlari menuju Aquatic center di samping GOR teratai. Gelanggang itu memang selalu dibuka dari pukul tujuh pagi sampai pukul tujuh malam.
“Alfian!” Nathanael memanggil nama murid nya itu.
“kak Alfian! Lo ada disini?” ucap Eric juga. Waktu sudah menunjukan pukul setengah enam sore. Matahari nyaris terbenam dan cahaya di dalam Aquatic Center snagat remang remang.
__ADS_1
“Saya ke ruang control pak… biar saya nyalakan lampu nya” ucap Gio, yang langusng di iyakan oleh Nathanael.
Lampu pun dinyalakan, pencahayaan di dalam Aquatic Center menjadi lebih baik. Tiba tiba saja, mata Eric tertuju pada sesuatu di dasar kolam sedalam dua meter.
Alfian tengah duduk di dasar kolam, sambil memeluk lutut nya.
“Pak! Itu bukan nya kak Alfian?” Seru Eric begitu menyadari apa yang ia lihat. Tanpa basa basi lagi, Nathanael Kim langsung melompat ke dalam air dan menyelamatkan Alfian.
Ketika hendak membawa tubuh Alfian dari kolam, betapa terkejut nya Nathanael ketika Alfian membuka mata nya yang telah berubah hitam secara keseluruhan. Ia juga mendapati tubuh Alfian yang ada di hadapan nya berubah menjadi sosok wanita berambut sangat panjang dan rambut rambut yang menyerupai sulur sulur itu mengikat nya, membuat nya kesulitan untuk naik dari dasar kolam.
Eric hendak ikut turun ke dalam kolam, tapi Nathanael memberi isyarat agar Eric dan Gio tetap berada di tempat mereka masing masing. Ini bukan sesuatu yang bisa di tangani dengan kekuatan semata.
Lalu tiba tiba terdengar suara seseorang melangkah masuk ke dalam Aquatic Center. dan betapa terkejut nya Eric dan Gio mendapati kalau orang yang masuk ke dalam Aquatic center itu adalah Daniel.
“Kalian ngapain disini?” tanya Daniel heran. Matanya langsung tertuju pada Alfian dan Nathanael yang terlihat tenggelam di dasar kolam. Ia hendak melompat ke dalam kolam, tapi Eric langsung mencegah nya.
“Kalian mungkin nggak bisa lihat ini, tapi di dasar kolam itu ada makhluk penghuni air yang lagi ngiket pak Nathanael supaya nggak bisa naik. Kalau gegabah masuk ke kolam, bisa bisa kita ikut kena” Eric menjelaskan situasi nya. Prince terdiam sebentar, menghela nafas panjang, lalu tiba tiba Iris mata nya berubah menjadi keemasan.
Persis seperti yang terjadi pada Ivana ketika ia berada di atas Ring.
Seperti terhipnotis, Gio secara otomatis mengikuti perintah Daniel. Jemari nya langsung menunjuk kearah sosok hantu penghuni air yang tengah mengikat Nathanael dan Alfian.
“Lepas!” ucap nya. hanya dengan satu perintah itu, Nathanael akhir nya bisa membawa Alfian ke permukaan. Pemuda itu terbatuk, berusaha mengeluarkan air yang nyaris melewati tenggorokan nya.
Ketika tubuh Alfian di bawa ke darat, yang ada di mata Eric adalah wanita berkulit pucat… benar benar pucat dengan mata hitam dan seringaian yang menunjukan gigi tajam. Sedangkan dimata Gio dan Prince, yang mereka lihat adalah sosok Alfian.
“Tapi pak… ini…” Eric berkata terbata.
“Benar, itu penghuni air yang mendiami tubuh Alfian. Kita harus bawa dia ke laut, supaya makhluk ini meninggalkan tubuh Alfian” Nathanael menjelaskan.
“laut? Laut yang paling deket dari sini, kalo naik mobil paling Cuma dua puluh menitan” ucap Gio.
Nathanael melirik arloji nya. matanya kemudian tertuju pada langit yang semakin gelap. Sial, matahari hampir terbenam. Ia harus pergi dari sini, ia harus bersembunyi. Tak ada seorang pun yang boleh mengetahui rahasia nya selain Alfian dan Mr.Arthur.
__ADS_1
Tapi nyawa Alfian berada dalam keadaan kritis.
“Gio, lari ke ruangan saya sekarang. Ambil tas warna hitam yang ada di dalam lemari dekat jendela. Ini kunci nya. Bawa ke sini secepat mungkin” Nathanael memberikan kunci ruangan nya pada Gio.
“oke pak!” ucap Gio seraya menerima kunci itu dan langsung berlari menuju ruangan Nathanael.
“Eric dan Daniel, kalian temani Alfian disini” ucap Nathanael sambil melangkah ke ruang ganti.
“bapak mau kemana pak?” tanya Eric heran.
“saya mau siap siap ganti baju. Kalau Gio datang, kasih tahu dia buat masukin tas nya ke ruang ganti perempuan dan langsung tutup pintu nya rapat rapat.” Nathanael memberi instruksi.
“Jangan ada yang ngintip!” ia memperingatkan.
Daniel dan Eric saling berpandangan dengan tatapan bingung.
***
“pak, tas nya saya taruh sini ya” ucap Gio sambil memasukan tas hitam ke ruang ganti wanita sesuai instruksi. Walau tak ada jawaban, Gio tetap menaruh tas situ dan menutup pintu rapat rapat, lalu menuju ke tempat Daniel, Eric, dan Alfian yang tak sadarkan diri berada.
“pak Nathanael kenapa ganti baju di ruang ganti cewek?” tanya Gio penasaran. Eric menggelengkan kepala nya tanda tak tahu, begitu pun Daniel. Tak lama kemudian, pintu ruang ganti itu terbuka.
Seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjang tergerai dan lekuk tubuh yang indah keluar. Ia mengenakan kaus ketat, dan jaket kulit hitam. Dipadukan dengan Denim dan sepatu boots. Wajah benar benar cantik dengan bentuk alis yang tegas dan kulit yang berwarna putih khas orang asia. Ia mengenakan anting salib persis seperti yang Nathanael pakai di telinga kiri nya.
Wanita itu mirip dengan Nathanael kim.
Tunggu, mirip Nathanael kim?
“bawa Alfian ke mobil saya, kita bawa dia ke laut. Sekarang” ucap nya tegas dengan suara khas wanita yang penuh karisma.
“umm… bukan nya saya nggak tahu situasi atau gimana tapi…” Daniel mendekati wanita itu dan memandangi nya lekat lekat.
“Anda siapa ya?”
__ADS_1
***