Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
Shall we meet?


__ADS_3

“sorry ya, kami nggak bisa ikut nganter lo ke rumah sakit” ucap Daniel pada Alfian yang kini duduk di dalam mobil di samping Nathanael.


“nggak apa apa, makasih karena kalian udah repot repot nolongin gue. gue jadi utang budi ke kalian…”


“oh iya, banget. Lo utang budi ke kami, jadi lo harus cukup sehat buat bayar itu semua” jawab Daniel enteng.


“bangsat lo ah… yaudah bye bye~”


            Alfian melambaikan tangan nya untuk terakhir kali sebelum jendela mobil di tutup, dan Mustang hitam itu bergerak meninggalkan wilayah GOR.


Daniel menaruh lengan nya di atas bahu Eric.


“nah… sekarang, apa lo siap buat naik ke atas Ring dan ikut party?”


“kalo lo nggak sanggup, gue saranin mending nggak usah deh. Ini demi keselamatan lo juga” Gio berpendapat.


“gue sanggup kok, gue punya sertifikat MMA buat ngebuktiin kalau gue sanggup” ucap Eric yang kini justru bersemangat.


            Dari kejauhan, Eric, Gio dan Daniel dapat melihat Ivana yang melambaikan tangan nya di pintu GOR, memberi isyarat pada ketiga nya untuk berjalan lebih cepat.


“kalian dari mana aja sih? datang kok mepet jadwal banget” protes nya. mata Ivana lalu tertuju pada Eric. “lo juga, ngapain datang lagi ke sini?”


“satu, kami telat karena ada sedikit urusan yang mendesak. Dua, Eric disini buat gantiin lo naik ke Ring” jawab Daniel.


“gantiin gue naik ke Ring gimana? Jadi hari ini gue nggak tarung?”


“iya, lo kan lagi nggak fit. Or I mean… tentu saja karena ada satu dan lain hal”


            Ivana memutar bola mata nya kesal. Ini pasti ulah Yukiya. Tapi kalau boleh jujur, saat ini pun ia memang merasa agak pusing.


“nggak apa apa kan? Kita bisa kasih kesempatan buat anak ini. lagian… kita juga butuh anggota baru” Daniel beralasan.


“hei, nggak ada yang bahas soal anggota baru buat El diablo!” kali ini Gio yang protes.


“terserah lah… lagian seluruh acara hari ini dibatalin kok. ayo masuk, ada yang harus gue kasih tahu ke kalian”


Melewati Pintu GOR yang sudah berkarat, menuju deretan kursi di belakang Ring, Ivana membawa Eric, Gio, dan Daniel ke ruangan kosong yang menyerupai ruang ganti GOR. Ia mengeluarkan secarik amplop berisi surat yang ditujukan untuk Daniel. Ivana langsung mencegah Gio ketika pemuda itu hendak ikut membaca isi surat tersebut.

__ADS_1


“isi surat ini Cuma buat ketua El diablo” Ivana memperingatkan.


“oh, nggak apa apa… ini surat dari orang yang pernah Gio kenal baik kok. Ivana sama Eric juga, kalian boleh lihat isi surat itu” Daniel menyerahkan isi surat itu pada Gio. Ivana dan Eric ikut membaca isi surat itu.


“Shall we meet again?”


-K-


“ini…” Ivana membaca isi surat itu dengan tatapan tak percaya. Sementara itu, Gio mengepalkan tangan nya kesal. Eric yang tak tahu apa apa, tak paham kenapa se baris kalimat itu membuat Ivana dan Gio bereaksi seperti itu.


“apa Cuma gue disini yang nggak paham situasi nya?” ucap Eric bingung.


“ini… bukan urusan lo sih. ini masalah internal anggota El diablo yang lama. King kayak nya udah keluar dari penjara. Gimana menurut kalian?”


            Wajah Ivana berubah pucat.


“king? King itu siapa? Bapak nya kak Daniel?” satu jitakan keras dari Daniel mendarat telak di kepala Eric.


“king itu, sebutan ketua El Diablo yang lama”


***


“kata dokter, ada beberapa mili cairan yang masuk ke paru paru gue.” Alfian menjelaskan pada Julia yang buru buru datang ke Central Hospital begitu mengetahui Alfian di bawa ke rumah sakit.


“astaga Fian… pantesan pas gue balik, lo belom ada di kostan. Kalo ibu kostan nggak nyampein kabar dari pak Nathanael ke gue… gue pasti nggak bakal tau kalau lo dirawat disini” ucap Julia khwatir.


“sorry, gue juga dibawa nge dadak kesini dan nggak sempet pegang hape” Alfian beralasan.


“terus, pak Nathanael nya kemana?”


“emm… itu…” Alfian memutar otak. Tak mungkin ia mengatakan pada Julia kalau guru kesenian itu berubah wujud menjadi perempuan dan kini tengah duduk di ruang tunggu dalam wujud yang tak mungkin dikenali Julia. “kaya nya udah balik? Kan besok ngajar lagi”


“hei… jadi setelah bawa lo ke rumah sakit, dia langsung lepas tangan gitu?”


“ya… yang penting gue kan udah ditanganin disini”


“terus, orang tua lo udah di kabarin?”

__ADS_1


“nggak usah lah… besok juga gue balik kok”


Julia menghela nafas panjang.


“lo itu kebiasaan… selalu nganggep enteng masalah lo sendiri. Selain ada cairan masuk ke paru paru lo, lo beneran nggak apa apa kan?” tanya Julia lagi. Alfian menggelengkan kepala nya pelan.


“gue baik baik aja kok. Lo juga harus pulang, nggak baik perempuan keluyuran malem malem” Alfian menasehati.


“terus yang nungguin lo disini siapa?”


“ada kakak kakak suster yang seksi dan cantik~”


Ucapan Alfian langsung disambut oleh jitakan keras Julia.


“bagus, kalo udah bisa ngomong kaya gitu berarti lo emang nggak kenapa napa” ucap Julia kesal. Ia langsung bangkit dan mengambil tas yang ia taruh di atas nakas, lalu mengeluarkan sleeping kit (Skin care berukuran travel pack, terdiri dari Night routine berupa night cream, eye cream, dll) dan menaruh nya di pangkuan Alfian.


“thanks~ lo tau banget yang gue butuhin”


“besok gue kesini lagi buat jemput lo kalo emang lo udah dibolehin pulang. barangkali ada yang harus gue bawain, kasih tau ya” ucap Julia sebelum pergi.


“iya, bye bye~ hati hati ya~”


            Belum sempat Julia membuka pintu, langkah nya tiba tiba terhenti. Ia teringat akan sesuatu yang harus ia sampaikan pada Alfian.


“gue nggak tahu sih, lo udah dapet kabar ini atau belum. Tapi, ada rumor yang beredar kalau King udah balik ke Santana.”


***


Alfian tengah asyik membaca novel yang ia ambil dari mobil Nathanael ketika tamu lain nya memasuki ruangan. Padahal sudah lewat jam besuk. Tapi Alfian langsung maklum begitu menyadari siapa tamu yang berkunjung.


“gimana keadaan kamu Alfian?” tanya tamu itu langsung. “tadinya saya mau bawa makanan, tapi sayang udah kemaleman” pemilik yayasan yang menaungi rumah sakit Central Hospital itu beralasan.


“kata dokter, saya harus di observasi dulu pak. Jadi besok saya bolos sekolah. Bapak bisa suruh dokter nya buat cepet cepet pulangin saya nggak? Saya takut, tidur di rumah sakit sendirian” keluh Alfian.


“loh… kan ada dokter dan perawat jaga?”


“iya… tapi kan mereka nggak stay disini. Saya juga nggak bisa bilang ke mereka kalau tempat ini banyak hantu nya. saya masih kebayang sama hantu yang barusan nenggelemin saya” Alfian bergidik ngeri membayangkan pengalaman nya beberapa waktu yang lalu.

__ADS_1


“ngomong ngomong, yang ngasih tau rumor soal hantu di Aquatic center itu… bapak kan?”


***


__ADS_2