Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
Vessel (1)


__ADS_3

    Gio tersadar dari pingsan nya, dan menyadari bahwa situasi sudah benar benar berubah dibandingkan dengan ketika ia naik ke atas Ring untuk menghentikan Ivana. Eric, Vira dan king masih tergeletak tak sadarkan diri. Tepat di samping Eric, seorang pemuda misterius tengah berlutut dan meletak kan tangannya di atas jantung Eric. tentu saja, karena Gio hanyalah seorang Sub Esper, ia tak dapat melihat atau merasakan energi Ether.


    “Siapa dia?” tanya Gio pada Alfian yang berdiri tak jauh darinya.


    “Gio, lo udah sadar?”


    Gio berusaha bangun, tapi ia merasakan kakinya sakit dan berdenyut. Selain itu, beberapa bagian di tubuhnya juga tampak mengalami cedera yang cukup parah.


    “Ivana nggak apa apa?” tanya Gio begitu ia mengingat kembali pertarungan yang ia lakukan di atas Ring.


    “Ivana nggak apa apa. yang kenapa napa itu justru lo” jawab Alfian.


    “kenapa Yukiya ada disini?” tanya Gio lagi.


    “ceritanya panjang, nanti aja gue jelasin. Yang jelas, sekarang kita harus nyelametin Eric dari orang itu. lo mungkin gak bisa lihat, tapi disana, orang itu lagi masukin energi Ether warna hitam ke dalam badan Eric. gue juga gak tahu fungsinya gimana. Satu hal yang pasti gue tahu adalah… Eric dalam bahaya” Alfian menjelaskan sesingkat mungkin.


    Yukiya mengambil sebuah balok kayu dari belakang Ring dan berlari secepat mungkin untuk menyerang pemuda misterius itu.


    “Yukiya, jangan gegabah!” ucap Nathanael. Namun terlambat, lagi lagi dalam satu gerakan tangan di udara, pemuda misterius itu menghempaskan Yukiya hingga tubuh pemuda itu membentur pembatas.


    “Yukiya!” Ivana yang melihat Yukiya terluka langsung menghampiri sang adik. “lo udah gila! Kalo gue aja gak bisa ngelawan dia, apa lagi elo!” ucap Ivana panic ketika melihat darah segar mengalir dari lengan Yukiya yang tampaknya terkena sejenis pecahan beling. Ivana melepas Hoodienya untuk menyeka luka itu.


    Tapi, ada yang aneh.


    Begitu hoodie Ivana menyapu darah yang keluar, luka di atas kulit yukiya justru sudah hilang. Bukan itu saja, Ivana juga baru menyadari kalau luka yang semula ada di wajah Yukiya pun sudah hilang, tak menyisakan bekas apapun.


    “Yukiya lo…” Ivana kehabisan kata kata, ia nyaris tak mempercayai apa yang ia lihat. Untuk pertama kali nya, semua orang menyadari kalau yukiya bukanlah murid biasa.

__ADS_1


    Gio bangkit, dan mendekati yukiya walau harus menyeret kakinya yang terluka.


    “Bagus kalau gitu…” ucap Gio yang menyadari kalau Yukiya mempunyai kemampuan regenerasi yang jauh lebih tinggi dari manusia normal.


    Dengan kemampuan Copycat nya, ia meniru kemampuan regenerasi yukiya untuk menyembuhkan luka luka di tubuh nya.


***


    “Karena kau telah melepaskan milik kami, maka jiwa mu adalah bayaran nya!” wanita iblis itu berucap. Eric dapat merasakan rantai yang mengikatnya ke tanah menjadi semakin kuat. dan sepasukan mayat hidup sudah mengitarinya, bersiap untuk menyakitinya kapan pun.


    Aneh nya, tak satu pun dari mayat hidup itu yang menyentuh Eric. Eric baru menyadari kalau suatu tameng keemasan tembus pandang berdiameter sekitar tiga meter, mengelilingi nya. pasukan mayat hidup itu langusng hancur menjadi tanah begitu menyentuh perisai tersebut.


    “Eric!”


    Eric mendengar suara gadis memanggil nya. tak jauh dari tempatnya berada, Vira dan Elvira muncul sambil bergandengan tangan. Sepasukan mayat hidup itu teralihkan, kini mereka mengejar Vira dan Elvira.


    Sementara itu, Eric berusaha melepaskan rantai yang mengikat kakinya dengan cara yang sama seperti ia melepaskan rantai di kaki King. Ia harus bergerak cepat, tak ada jaminan kalau perisai keemasan itu akan bertahan selama nya.


    Lilith kembali menyerang Eric. kali ini, sepasang ular berbisa meluncur kearah nya. tapi lagi lagi, makhluk itu langsung hancur begitu menyentuh tameng perlindungan. Sementara Lilith melancarkan serangan bertubi tubi, Eric berhasil melepaskan rantai yang mengikat nya.


    Disaat bersamaan, awan hitam menggulung yang semula datang bersama Lilith, tiba tiba hilang. Dan bersama dengan perginya awan hitam itu, Lilith dan pasukan mayat hidupnya pun berubah menjadi tanah dan hancur. Tekanan Ether yang semula membludak perlahan menipis.


    “Eric, ini kesempatan kita. Ayo pergi!” vira menarik lengan Eric, kembali menuju laut lepas.


***


     Tendangan Gio berhasil mengenai pemuda misterius itu. pemuda itu tersungkur, dan aliran Ether yang memasuki Eric terputus. Setelah menggunakan kemampuan yukiya untuk menyembuhkan dirinya, Gio langusng meniru kemampuan janetta yang dapat menyembunyikan hawa keberadaannya untuk mendekati pemuda misterius itu.

__ADS_1


    Eric dan Vira tersadar secara bersamaan. Eric bangun dan duduk sambil berusaha mengatur nafas nya.


    “Ada apa ini?” tanya Eric bingung begitu menyadari kalau kini ada musuh tambahan di tempat itu, dan Gio tengah bertarung melawan nya.


    “Bagaimana keadaaan mu?” tanya janetta. “apa yang terjadi di sana? apa kau baik baik saja?”


    “Ceritanya panjang. Ada hal penting yang harus gue sampein.” Jawab Eric singkat.


     Gio melancarkan serangannya bertubi tubi pada pemuda misterius itu. namun di tengah pertarungan, ia merasakan kepalanya berputar. Ia kehilangan keseimbangan dan akhirnya dihempaskan ke dinding GOR oleh kemampuan telekinesis pemuda misterius yang dihadapi nya.


     Eric melihat ke sekeliling. Berbekal kemampuan yang ia pinjam dari Daniel, tampak nya, ialah yang punya kesempatan paing besar untuk mengimbangi pemuda misterius itu.


    Tapi pemuda misterius itu hanya berdiri diam dan menatap Eric lurus. Ia tak melancarkan serangan apapun ketika Eric melangkah mendekati nya.


    “Siapa Lo?” tanya Eric langsung.


    “Bukankah aku sudah memperkenalkan diriku padamu, tadi?”


    Pemuda itu membuka Helm yang menutupi seluruh kepala dan wajah nya.


    Rambut perak dan wajah itu…


    Sudah tak asing lagi bagi para Esper yang merupakan anggota Esperia. itu adalah wajah yang persis dengan hantu yang selama ini mengikuti Alfian dan Elvira kemana mana.


    “Gak mungkin… lo” Alfian kehabisan kata kata.


    Bagaimanapun, dimata seorang Esper sosok pemuda itu tampak bertumpuk dengan bayangan wanita dengan tanduk bercabang cabang dan mata dengan api menyala.  Sesosok Iblis yang kini menghuni tubuh itu.

__ADS_1


__ADS_2