
Eric kembali membaca isi Biodata itu. dan sesuai dugaan nya, tempat lahir dan nama orang tua gadis itu tidak tercantum disana. Lagi lagi ia menemukan murid Santana Senior High school yang data diri nya tidak lengkap.
EricG : “kak Julia”
JellyJ : “apa?”
EricG : “besok bisa ketemu?”
JellyJ : “lo masih mau nyari tahu soal anak anak yang identitas nya
ditutupin?”
EricG : “ya, why not?”
JellyJ : “okay… see you later”
***
“Apa? kak Alfian sakit? Jadi kita nggak ada kegiatan klub hari ini?” tanya Yukiya begitu mendengar kabar mengenai Alfian dari Eric.
“Ya… kayak nya. tapi kabar baik nya, kita berhasil nyelesain Request pertama ke klub kita”
“Request yang mana? Siapa yang ngerjain? Kok gue nggak tahu?” tanya Yukiya penuh selidik.
“Ini soal hantu di Aquatic center, cerita nya bakal panjang banget kalau harus dijelasin sekarang. Nanti atau besok kalau kak Alfian udah sembuh, kita kumpul buat jelasin semua nya.” Eric berusaha meredam rasa ingin tahu Yukiya.
“Apa Elvira tahu juga soal kejadian itu?”
“Nggak lah… dia kan pulang duluan”
“Nice! Paling nggak… kalau Elvira juga nggak tahu, gue nggak merasa tersisihkan sebagai satu satu nya anggota yang nggak punya Sixth sense”
Walau Yukiya mengatakan pada Eric kalau ia boleh mencari tahu tentang identitas dirinya, Eric tetap berusaha sebisa mungkin untuk membuat penyelidikan nya tidak terlihat kentara. Diam diam, Ekor mata nya memperhatikan tindak tanduk Yukiya.
Tak ada yang spesial dari diri Yukiya, selain fakta bahwa ia adalah murid kelas S yang merupakan murid dengan hasil ujian masuk di rentang dua puluh persen teratas di Santana Senior high school. Seingat Eric, Yukiya tidak sampai berada di peringkat sepuluh besar teratas. Selain itu, pemuda ini juga tidak di karuniai kemampuan melihat hantu atau kemampuan spesial lain nya seperti anggota Esperia yang lain.
Nyata nya, tak banyak yang ia ketahui soal pemuda blasteran jepang ini. tapi pernyataan hantu berambut perak yang mengatakan kalau Yukiya bukan manusia biasa semakin mengusik rasa ingin tahu Eric akan latar belakang pemuda ini.
__ADS_1
“Oh, by the way… gue sadar loh kalo dari tadi, lo ngeliatin gue” ucap Yukiya ditengah tengah jam pelajaran. “lo suka sama gue?”
“anjir, najis”
“ya… siapa tahu kan?”
Eric membuka halaman kosong di buku nya, dan mulai mencatat hal hal penting yang ada di layar utama kelas. Sementara Yukiya masih asyik memainkan ponsel nya di bawah meja.
“ngomong ngomong… lo kemaren nge buntutin gue ya?” ucap Yukiya tanpa mengalihkan pandangan nya dari ponsel.
“oh, ketahuan ya?”
“kak Prince yang ngasih tahu gue. oh ya, gue juga tahu kok kalau kak Gio jadi body guard lo selama di sekolah. Lucu juga ya… lo jadiin ketua The Hive sebagai body guard lo, dan gue jadiin ketua El Diablo sebagai body guard gue. kalo mereka berantem, siapa yang menang ya?” celoteh Yukiya.
“lo tahu tentang El diablo?” Eric agak terkejut dengan ucapan Yukiya tentang El diablo.
“tahu dong. Emang nya Cuma lo aja yang tertarik buat nyelidikin sekolah ini?”
Yukiya mematikan layar ponsel nya dan menoleh pada Eric.
“jadi, udah sampai mana penyelidikan lo tentang gue?”
***
“Jadi, lo masih mau nge lanjutin penyelidikan ini bareng gue?” tanya Julia begitu Eric memberikan tahu maksud kedatangan nya. “walau fakta nya, bahkan identitas gue di laman sekolah juga nggak lengkap?”
“Yah… gue juga pengen denger penjelasan tentang itu sih. mungkin, kak Julia bisa jelasin sebelum kita ngomongin soal data murid yang nggak lengkap itu lebih lanjut?”
Julia mengetuk ngetuk meja di hadapan nya dengan jemari, masih menimbang keputusan apa ia perlu merahasiakan hal ini dar Eric atau tidak.
“Oke, gue bakal jelasin.” Ucap nya setelah berpikir sejenak. “Lo tau sendiri kan kerjaan nyokap gue gimana? Gue lahir tanpa bapak waktu nyokap masih umur enam belas tahun. Jadi, di akta kelahiran gue Cuma ada nama nyokap, dan itu ngaruh ke biodata yang di taruh di laman sekolah” Julia menghela nafas panjang. “gue pernah jadi bahan olok olok karena hal ini. kalau bisa… gue pengen nge bakar semua latar belakang gue dan mulai semua nya dari awal…”
“Kak Julia…” Eric mengambil tempat duduk di hadapan Julia. “Tanpa semua latar belakang itu, lo yang hari ini mungkin nggak bakal pernah ada.”
“Gue tahu… gue Cuma…” Julia tak melanjutkan perkataan nya. “Anyway, dengan begini, kita bisa lanjutin penyelidikan kita tanpa saling curiga lagi kan?”
“Dari awal, gue ngga curiga sama Kak Julia kok. Lagian, kak Gio juga ngasih tahu kalau perubahan di biodata kak Julia itu diluar campur tangan pihak sekolah.”
__ADS_1
“Sialan, bilang dong dari awal!” ucap Julia kesal. Ia menyalakan computer di hadapan nya. “jadi… apa lo punya informasi baru soal anak anak ini?”
“Kecuali Yukiya, semua orang yang ada di dalam daftar ini adalah anak anak dengan kemampuan khusus”
“Kemampuan khusus? Maksud nya… yang kemaren disebut Esper itu?”
“Yup, lebih tepat nya… Esper dan Sub Esper. Selain Yukiya, apa kak Julia udah periksa daftar murid di angkatan gue lain nya?”
Julia menganggukan kepala nya.
“Gue belum nemu sih… gue belum beres periksa semua nya”
“Coba periksa data punya Elvira”
Sesuai instruksi Eric, Julia pun mulai memeriksa data milik Elvira. Dan benar saja, nama orang tua Elvira di tiada kan.
“Sebagai catatan, Elvira itu Esper.” Ucap Eric.
“Jadi bisa disimpulkan… kalau anak anak yang kita selidikin ini, anak spesial yang punya kemampuan khusus” Julia menyimpulkan.
“Nggak semua nya”
Eric menunjuk nama Yukiya yang ada di layar.
“ Se tahu gue, yukiya itu bukan Esper maupun Sub Esper. Dia Cuma anak biasa. Tapi, justru dia yang paling bikin penasaran”
“Gue sependapat” Julia menganggukan kepala nya. “Prince mungkin tahu sesuatu, karena dia entah di suruh sama siapa, di tugasin buat nge jagain Yukiya. Menurut lo, apa Yukiya ada kaitan nya sama El diablo?” tanya Julia.
“Bisa jadi. Tapi kaitan nya kaya gimana, gue nggak tahu. Yang gue tahu tentang El diablo pun Cuma soal kak Daniel yang nge rombak El diablo yang lama, dan Ivana sama kak Gio yang merupakan anggota El diablo lama”
“Sial… kalau aja kita bisa nyari tahu sesuatu soal anak itu” rutuk Julia.
“Jadi… udah sampe mana kalian nyari tahu soal gue?”
Eric dan Julia langsung terperanjat kaget ketika tiba tiba Yukiya muncul dari jendela di belakang Julia.
“Hai, udah sampai mana penyelidikan tentang gue nya?”
__ADS_1
***