Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
Boys meet Evil


__ADS_3

Iris mata Daniel berubah keemasan. Ia memasang kuda kuda nya, bersiap untuk bertarung. Ternyata bukan hanya fitur wajah dan warna rambut yang mirip saja, bahkan kemampuan pemuda misterius ini juga mengingatkan nya pada Ivana.


            Daniel mulai menyerang. Tiap pukulan nya terasa sangat cepat dan kuat. tapi bukan masalah, Gio yang kini menjadi Sub Esper bisa mengatasi kemampuan itu dengan kemampuan Copy cat milik nya. ia berhasil mengimbangi kekuatan Daniel dan meniru tiap serangan nya.


Ini pertarungan yang alot. Tentu saja karena kemampuan Copy cat milik


Gio hanya mnegimbangi, bukan mengungguli.


“Kalian berdua, Berhenti!”


Alfian berteriak dari arah Ventilasi. Ia langsung melompat turun dan menghampiri Daniel dan Gio yang diam tak bergerak. Gio berusaha menggerakan jemari nya, namun sia sia. Tubuh nya benar benar mematuhi perintah Alfian untuk berhenti bergerak.


“Gue udah nontonin kalian berantem beberapa menit. Jadi, karena gue bosen… gue mau beli camilan dulu”


Alfian mengambil dompet dari saku belakang Daniel dan langsung pergi meninggalkan Gio dan Daniel yang dalam keadaan tak bisa bergerak. Beberapa detik kemudian, mereka terbebas dari kemampuan Direct Command Alfian dan bisa kembali bergerak.


“Apa, barusan gue baru aja di copet?” ucap Daniel yang masih berusaha mencerna situasi nya. satu tendangan nyaris mengenai kepala Daniel, andai pemuda itu tak dengan gesit menghindar. Ia langsung melompat mundur, berusaha menjaga jarak dari musuh dihadapan nya.


“Urusan kita belom selesai” ucap Gio tanpa menurunkan kewaspadaan nya.


“Belom selesai apaan maksud lo?”


Daniel melemparkan kartu “King of Diamond” yang ia ambil dai saku jas nya.


“Congrats ya… lo udah ketipu. Bukan kartu ini yang pak Alex cari”


***


            Gio berlari secepat mungkin menuju ruangan Alexander Gildereich. Baru beberapa saat yang lalu Alfian meninggalkan GOR, bagaimana mungkin orang itu bisa berlari begitu cepat hingga tak terkejar oleh Gio?

__ADS_1


Gio menoleh ke salah satu atap bangunan dan mendapati bahwa Alfian melompat dari satu bangunan ke bangunan lain nya.


“Parkour?” ucap Gio nyaris tak percaya.


Sepertinya ia terlalu meremehkan Alfian. Ia tak menyangka kalau Alfian bisa melakukan hal seperti itu.


Sesampai nya di ruangan Alex, Gio sangat terkejut ketika mendapati bahwa Alfian sudah duduk santai sambil mengeluarkan sebuah kartu dari dompet milik Daniel yang sebelum nya ia ambil.


Sebuah Black card.


“Ini kan pak, kartu yang bapak maksud?” ucap Alfian sambil menyerahkan kartu itu pada Alex.


“Ya, kamu benar. Tapi sepertinya… kamu harus menjelaskan beberapa hal pada Gio. Dia harus tahu alasan kenapa kamu bisa memenagkan pertaruhan ini” Alex menyarankan.


“Oke, pertama… kartu penguasa. Di Negara semi kapitalis ini, kaum pemilik modal adalah penguasa. Kartu nya para penguasa, ya apa lagi kalau bukan kartu yang menunjukan harta kekayaan mereka. Lagi pula… cara kak Daniel nunjukin kartu ‘King Diamond’ itu juga terlalu kentara. Saya sebener diam diam ngikutin Gio sampai GOR dan memperhatikan mereka dari Ventilasi. Jadi saya amati dulu situasi nya, baru mengambil keismpulan. Kartu ‘King Diamond’ itu Cuma pancingan. Kartu yang sebenar nya bapak cari adalah… kartu ini” Alfian menunjuk kartu yang barusan ia serahkan pada Alex.


“Itu bukan licik, itu namanya bekerja secara efisien dan tepat sasaran. Lo yang susah susah berantem, tapi gue yang menang dalam permainan ini. pada dasar nya, gue Cuma manfaatin ambisi lo yang pengen jadi ketua The hive. dan itu terbukti berhasil” Alfian membela diri.


“Sorry kalau acting gue terlalu kentara. Mau gimana lagi, gue Cuma model. Bukan Aktor” ucap seseorang yang tiba tiba sudah ada di belakang Gio. Orang itu tak lain adalah Daniel. Rupanya ia mnegikuti Gio hingga ke tempat ini.


“Oh, ini dompet nya gue balikin” Alfian melempar dompet yang langusng di tangkap oleh Daniel.


“Baiklah, karena kalian semua sudah berkumpul disini… saya akan mengumumkan kalau orang yang akan saya tunjuk sebagai ketua The Hive adalah Alfian. Apa ada yang keberatan?”


            Gio memalingkan wajah nya. Sebenar nya, ia kecewa karena gagal menjadi ketua The hive. tapi mau bagaimana lagi, ia kalah dalam permainan sederhana ini. mau tidak mau, ia memang harus mengakui kalau saat ini Alfian lebih unggul dari diri nya.


“Baiklah sepertinya tidak ada yang keberatan. Daniel, apa kamu mau memperkenalkan diri?” tanya Alex.


“Oke, sepertinya perkenalan saya sebelum nya kurang jelas.” Daniel langsung menoleh kearah Gio. “gue Daniel Reyes. Ketua El diablo yang baru. Berkat informasi yang lu kasih ke gue satu tahun yang lalu, gue berhasil naklukin seluruh anggota El diablo dan sekarang jadi ketua.” Daniel mengulang perkenalan diri.

__ADS_1


“terus, apa yang terjadi sama El diablo yang lama?”


“setelah gue masuk SMA Santana dan mengambil alih El diablo, semua anggota yang ad ague lepas. Beberapa mungkin gabung sama gangster lain. tapi selebih nya, gue nggak tahu. Gue ngikutin regulasi sekolah dengan hanya ngangkat satu orang per angkatan sebagai anggota resmi klub. Untuk saat ini, anggota nya Cuma gue. nggak ada anggota resmi El diablo lain selain gue.” jawab Daniel.


“terus King, kemana dia?”


***


“King masuk penjara anak karena kasus kekerasan, pemukulan, dan beberapa tindakan criminal lain nya. walau anggota lama El diablo yang ada disini tinggal gue dan Gio, di luar sana… masih ada banyak mantan anggota El Diablo yang masih setia sama King. Kalau King emang udah keluar dari penjara, itu artinya kita harus siap siap buat segala kemungkinan buruk yang terjadi” Ivana menutup penjelasan nya mengenai King dan sejarah El diablo yang baru.


Eric paham sekarang. Inilah alasan lain kenapa El diablo dijadikan klub Resmi, yaitu agar keberadaan gangster di Santana dapat dikendalikan.


“Tapi, masalah ini lo cukup tahu aja… mengingat bokap lo adalah orang yang punya yayasan. Keselamatan lo adalah prioritas utama gue saat ini. kalau nggak ada kepentingan lagi, sebaik nya lo jauh jauh dari El diablo.” Gio memberi nasihat.


“Jadi, gue cukup tahu aja…”


“Yup, ini demi keselamatan lo”


“Gue setuju sama Gio. Kalau terjadi apa apa sama lo, Saint Corp bisa kehilangan satu satu nya pewaris perusahaan. Coba liat itu dari perspektif bokap lo juga” Ivana menimpali.


“Kalau gitu gue balik”


            Walau kecewa, Eric langsung melangkah pergi meninggalkan GOR. Ketika ia sudah tiba di luar, Daniel menyusul nya, dan langsung merangkul Eric.


“ Apa lo nggak apa apa, diremehin dengan cara kaya gini?” ucap Daniel tiba tiba. “seolah lo nggak cukup mampu buat jaga diri lo sendiri, mana mungkin lo tutup mata ketika ada hal yang nggak beres di salah satu asset yang kelak di masa depan nanti bakal jadi milik lo. Apa gue benar?”


Eric menganggukan kepala nya.


“Karena itu, gue punya satu penawaran buat lo. Apa lo tertarik, buat jadi anggota El diablo?”

__ADS_1


__ADS_2