Unusual Highschool Days

Unusual Highschool Days
Revealed


__ADS_3

“Gue… bener bener gak tahu apa apa soal Yukiya” ucap Ivana frustasi. Setelah yukiya, Vira dan Janetta meninggalkan gelanggang, kini tinggalah Eric, Ivana dan Alfian yang berada disana.


“Gue kira adik lo masih SMP” ucap Alfian. “tapi masuk akal juga sih… lo kan sempet gak naik kelas setahun.”


“Selain itu, Yukiya juga ikut Advance Class. Dia yang paling muda di angkatan gue, beda umur empat tahun, tapi Cuma beda kelas satu tahun… itu cukup masuk akal sih”


“Tapi tapi… Ivana itu blasteran bule loh. Sedangkan Yukiya mukanya kaya orang asia banget. Jangan jangan kalian sodara tiri?”


Bukkk!!!!


“Gue nggak tahu, sejak kapan dia punya kemampuan regenerasi itu. selain itu… dia jadi anggota The core?” Ivana meninju tanah karena kesal. “sejak kapan, dia ikut campur sama semua masalah ini?”


“Sebenernya, Yukiya bahkan mungkin lebih banyak tahu dibanding kita. Soal El diablo, soal Esper dan sub Esper, atau…” Eric menghentikan kalimatnya dan berpikir sejenak. “dia juga mungkin lebih banyak tahu, soal masalah lain nya”


“Gue, gak mau pulang… setelah kejadian ini, rasanya gue nggak mau ketemu anak itu dulu” ucap Ivana tiba tiba.


“Loh, terus lo mau tinggal dimana? Jangan bilang kalo lo mau tinggal di GOR ini?” tanya Alfian heran.


“Nyokap gue punya kenalan disini. Kalau gue ngehubungin dia, mungkin gue bisa numpang tinggal sementara waktu”


“Baju baju lo gimana?”


“Nanti gue ambil kalo Yukiya lagi gak ada. Pokok nya, gue lagi nggak mau ketemu sama anak itu”


            Ivana langsung merapikan Hoodienya dan bergegas pergi meninggalkan gelanggang.


“Lo mau kemana?” tanya Alfian pada Ivana.

__ADS_1


“Mau ketemu kak Daniel. ada beberapa hal yang harus diomongin… terutama soal El diablo”


“Gue juga, punya beberapa hal yang harus diomongin sama kak Daniel” tambah Eric.


“Karena pak Nathanael langsung pergi ke Central hospital dan kak Daniel dititipin ke gue… kayaknya gue juga harus lihat keadaan dia dulu deh”


Maka, ketiganya pun memutuskan untuk kembali ke sekolah bersama sama.


***


“Yuuki, mulai hari ini identitas kamu udah bukan rahasia lagi… emangnya nggak apa apa?” Vira membuka pembicaraan.


“Nggak apa apa kok. cepat atau lambat, mereka semua juga bakal tahu. toh Eric sama kak Julia emang udah nyelidikin gue sejak awal.”


“Saya tidak bermaksud untuk mendiskriminasi. Tapi, asal kamu tahu… Julia sudah lama bergabung menjadi anggota The core, dan belum pernah mendapat kesempatan untuk mengakses data Core hingga saat ini. kalau kamu yang baru masuk sebagai anggota bisa langsung mengakses data utama itu, saya khawatir Julia tidak akan menerima hal itu begitu saja” Janetta mengungkapkan kekhawatiran nya.


“Kamu terdengar licik juga… tapi mungkin itulah yang membuat saya yakin kalau kamu orang yang tepat untuk bergabung dengan kami”


Tak terasa, mereka tiba di persimpangan jalan.


“Saya tunggu laporan kamu. segala informasi darimu akan sangat berguna untuk rencana kita selanjutnya”


“Oke…”


Dan begitulah, Yukiya dan Vira berpisah dengan Janetta di persimpangan jalan.


“Yuuki, kamu kaya hacker yang gabung sama organisasi jahat aja… nanti bisa dapet uang gak, kalo gabung sama The core?”

__ADS_1


Yukiya tertawa mendengar pertanyaan konyol yang dilontarkan Vira.


“Vira, lo nggak tahu apa apa ya… soal uang, gue mungkin gak bakal dapet sepeser pun dari ini semua. Tapi… project Pandora itu rencana jangka panjang, yang nantinya berimbas ke seluruh aspek di pulau ini. di masa depan nanti, keterlibatan gue di project Pandora bakal berimbas besar sama pengaruh Light Us Company di pulau ini. masih jauh sih… tapi, rencananya bahkan udah disusun dari beberapa tahun yang lalu” Yukiya menjelaskan.


“Vira nggak ngerti…”


“Ngomong ngomong soal cita cita, apa lo punya sesuatu yang pengen lo lakuin? Atau sesuatu yang lo pengen banget, mungkin?”


Mendengar pertanyaan itu, Vira memasang senyum tipis.


“Aku mau ngelindungin Eric. karena itu permintaan papa sebelum dia meninggal. Eric mungkin nggak tahu apa apa. soal ini itu… dia nggak kaya Yuuki yang serba tahu. tapi suatu hari nanti, dia mungkin bisa ngewujudin mimpi papa. Dan karena aku percaya Eric bisa ngelakuin hal itu… aku bakal ngelindungin dia. apapun bayaran nya”


Vira tiba tiba terdiam sejenak. sorot matanya mendadak berubah.


“Ngelindungin Eric apa nya? gue nggak sudi ngelakuin hal kayak gitu.”


“Lo… Elvira?” tanya Yukiya yang langsung menyadari perubahan sikap yang mendadak dari gadis dihadapan nya.


“Yukiya, apa lo pikir bisa manfaatin gue gitu aja karena Vira nganggap lo sebagai temen dia? Vira mungkin nganggep lo temen, tapi gue nggak. Selain itu, gue juga jijik sama lo. orang aneh kaya lo, apa ya… sebutan nya? incest?”


Tepat setelah mengatakan hal itu, Elvira langsung berlari meninggalkan Yukiya. Yukiya hanya bisa mengepalkan tangannya dan menundukan kepala nya.


“Harusnya lo nggak perlu ngomong gitu. tanpa lo ngomong gitu pun, gue udah benci sama diri gue sendiri”


***


 

__ADS_1


 


__ADS_2