WANITA ITU IBU ANAKKU

WANITA ITU IBU ANAKKU
Part 121


__ADS_3

Sebastian bergegas ke tempat di mana Dewa sedang menunggu kedatangannya.


"Kau taruh di mana dia?" tanya Sebastian saat tiba di base camp.


"Mereka sengaja kutaruh di ruangan yang sama" ucap Dewa dengan arah mata ke monitor di depannya.


"Aku ingin melihat sejauh mana mereka berinteraksi" imbuh Dewa.


"Terus apa yang kau dapat?" selidik Tian.


"He...he...mereka ternyata seorang kakak dan adik" beritahu Dewa.


"Hah, kerjasama macam apa itu?" hardik Sebastian.


"Kerjasama untuk mendapat uang cepat" tukas Dewa.


Dewa juga memberikan beberapa dokumen yang dia dapat dari kepala lapas dan juga dari anak buahnya.


"Kau lihatlah ini dulu Tuan!" ucap Dewa.


"Apa itu?" Sebastian duduk di samping Dewa.


"Ooooo...jadi namanya Bowo. Pernah bekerja di perusahaan milik Frans. Dan pernah di bagian yang sama dengan orang kau jebloskan karena kasus narkoba dan juga sabotase kantor cabang istriku itu?" Sebastian manggut-manggut. Salut dengan gerak cepat Dewa.


"Kau tanggap sekali Dewa" puji Tian.


"Biar masalahnya cepat selesai Tuan. Biar nggak berbelit-belit" ulas Dewa.


"Loh, kalau nggak ada masalah malah nggak ada yang mampir ke sini Wa" Sebastian mewakili othor nih.


"Lagian ya Wa, semua orang hidup pasti punya permasalahannya masing-masing. Kalau nggak ada masalah, dunia nggak ramai dong" celetuk Sebastian.


"Benar tuan. Dunia nggak seru, karena isinya orang baik semua. Seperti saya" tukas Dewa.


"Heleh...bisa sombong juga kau" Sebastian tertawa mendengar kesombongan Dewa.


"Bentar Wa, bisa saja yang jadi tersangka utama dari semua masalah kemarin cuma satu orang" kata Sebastian.


"Iya. Mulai anda kejadian alergi, sabotase kantor cabang dan yang terakhir kejadian nyonya Mutia ini. Kita harus segera menuntaskannya tuan. Biar nggak ada kejadian-kejadian berikutnya" kata Dewa menanggapi ucapan sang bos.


"Maksudku juga begitu Wa" tandas Tian.


"Apa anda nggak ingin menemui mereka?" tanya Dewa.


"Jelaslah. Kalau tak ingin menemui tak mungkin aku kesini. Gimana sih" ucap sengit Sebastian.


Dia beranjak dan masuk ke ruangan di mana kedua orang tua itu disekap oleh anak buah Dewa.


"Adik kakak yang kompak" ucap Sebastian penuh penekanan.

__ADS_1


Keduanya menatap ke arah Sebastian.


Kalau yang wanita sudah gemetaran, lain halnya dengan yang laki-laki. Dia menatap balik tatapan tajam Sebastian.


"He...he....siapa yang nyuruh kalian?" tanya Sebastian dengan senyum sinis.


"Ha...ha....kau belum menemukan juga siapa bos kami" jawab Bowo dengan terbahak.


Sebastian masih terdiam mendengar uraian kata laki-laki di depannya. Yang diketahui bernama Bowo itu.


"Aku sudah tau siapa bos mu. Bahkan bisa saja aku menghancurkan dia detik ini juga" ancam Sebastian.


"Sudah terlalu lama kubiarkan dia bermain-main denganku" bisik Sebastian dengan penuh intimidasi.


"Ku juga bisa saja membunuh kalian berdua sekarang. Harimau yang ada di kandang belakang, kebetulan sedang lapar dan butuh asupan daging segar" Sebastian mengeluarkan kata-kata bengis.


Wanita yang bernama Putri itu semakin gemetar mendengar kata Sebastian.


"Tuan...aku masih ingin hidup. Baiklah aku akan mengatakan siapa yang menyuruhku" ucap Putri dengan suara bergetar.


"Putri, jangan kau lakukan!!" hardik Bowo.


"Tidak kak, aku sudah bosan menjadi pesuruhmu" Putri menatap ke Bowo.


"Jangan kau lakukan Put, kalau kau mengaku akan membahayakan orang tua kita" jelas Bowo.


"Apa maksudmu kak?" Putri menunggu penjelasan Bowo.


"Tunggu Tuan" kata Bowo mulai menurunkan nada suaranya.


"Apa kau bisa menjamin keselamatan kedua orang tua ku, seandainya kami mengaku" lanjut Bowo.


"Apa yang menjamin untuk aku mempercayaimu?" sahut Tian.


"Nyawa kami. Kalau aku bohong, bunuhlah kami" ucap serius Bowo.


"Tapi aku mau mengaku kalau orang tua ku telah terjamin keamanannya tuan" tandas Bowo.


Sebastian memerintahkan Dewa untuk menghubungi tuan Dika. "Wa, minta tolong tuan Dika untuk mengamankan kedua orang tua mereka" suruh Sebastian.


"Apa kau percaya tuan?" bisik Dewa.


"He...he....kalau informasi yang diberikan salah, kita tinggal mengeksekusi orang tua nya kan?" Sebastian mengucapkan enteng.


Membuat Putri ketakutan, "Tolong tuan, aku tidak mau kehilangan orang tua ku" bahkan dia mulai menangis.


Setelah mendapat kabar kalau tuan Dika telah berhasil mengamankan kedua orang tuanya.


Bowo menceritakan awal mula dia menjadi orang suruhan. Hutang piutang lah yang menjadi penyebab Bowo menjadi orang jahat.

__ADS_1


Orang tua yang butuh biaya operasi yang tak sedikit, membuat Bowo nekat melakukan semua perintah jahat itu.


"Wa, sudah kau rekam semua pengakuan mereka?" toleh Sebastian.


Dewa mengacungkan jempol tanda oke.


"Bowo, sedari tadi kamu hanya cerita masalahmu. Sekarang ceritakan siapa yang menyuruhmu? Dan dengan bukti apa kau bisa membuktikan?" pancing Dewa.


"Aku punya banyak bukti tuan. Bahkan semua perintah dari orang itu masih tersimpan di ponsel yang ku punya" jelas Bowo.


"Apa kau pernah bertemu langsung dengannya?" tanya Sebastian lagi.


"Sering tuan. Bahkan kejadian terakhir saat saya menyuruh Putri menaruh sesuatu di gelas istri anda, aku datang bersamanya" cerita Bowo.


Sebastian dan Dewa sama-sama menautkan alisnya. Paham siapa yang dimaksud oleh Bowo.


"Frans????" kata Sebastian dan Dewa bersamaan.


Bowo mengangguk pasti.


Sebastian masih tak mengira kalau semua ulah Frans. "Motifnya apa?" tanya Sebastian pada Dewa. Dewa mengangkat kedua bahunya tanda tak mengerti.


"Ini hanya sebagian yang kudengar tuan, Tuan Frans seringkali menyebut anda adalah saingan terberat. Di mulai di jaman kuliah. Bahkan tuan Frans sengaja memacari wanita yang sekarang menjadi istrinya hanya karena ingin membuat anda hancur. Bahkan pernikahan yang dilakukan keduanya hanyalah pernikahan kontrak. Nyonya Janetra, tidak sedang mengandung anaknya tuan Frans" imbuh Bowo.


"Kalau yakin bukan anaknya, kenapa mau menikahi?" tanya Dewa.


"Ya itu tadi, alasannya ingin memanasi tuan Sebastian. Jadi membuat seolah-olah tuan Frans lah yang berhasil memenangkan nyonya Janetra" lanjut Bowo.


"Bagaimana kau bisa tau semuanya?" hardik Dewa.


"Karena aku tinggal bersama nya Tuan" jelas Bowo.


"Tapi bagaimana kau bisa tau detail semua tentang Frans?" selidik Dewa lagi.


Masih ada kejanggalan yang ada di benak Dewa. Bagaimana seorang Frans yang notabene adalah seoarang CEO perusahaan yang lumayan besar meski kalah besar dari Blue Sky bisa menceritakan hal rahasia hanya kepada seorang bernama Bowo.


Sebastian pun sama tanggapannya.


"Apa kau punya hubungan spesial dengan Frans?" menurut pandangan Sebastian, Bowo termasuk sosok lumayan dilihat dari postur dan wajahnya.


Bowo menunduk tak berani menatap kedua laki-laki itu.


"Jangan bilang kalau Frans juga mempunyai disorientasi *3**?" ujar Sebastian dengan pandangan tak beralih dari Bowo.


Bowo masih terdiam, padahal masih banyak yang ingin dikorek Sebastian dari mulut Bowo.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


To be continued, happy reading

__ADS_1


πŸ’


__ADS_2