WANITA ITU IBU ANAKKU

WANITA ITU IBU ANAKKU
Part 74


__ADS_3

"Sayang, besok kuajak ke undangan keluarga Supranoto" bunyi pesan Sebastian. Keluarga Supranoto? Bukankah itu keluarga dari nyonya Martha. Berarti suamiku mengajakku ke pestanya Janetra. Hmmm aku harus mempersiapkan sebaik mungkin batin Mutia. Karena pertemuan yang terakhir dengan nyonya Martha, sangatlah tidak mengenakkan hati.


Sore hari saat hendak bersiap pulang, terdengar beautiful in white dari ponsel Mutia. "Halo, sayang" sapa Mutia.


"Sayang, cuma memberitahu saja kalau aku pulang malam. Masih ada pertemuan bisnis di club XXX" ucap Sebastian.


Mutia menautkan alisnya, pertemuan bisnis kenapa musti di sana. Batinnya bertanya. Karena bagi Mutia, selama hidupnya belum mengenal apa yang nanya club malam. Setahu dia, di sana hanya ada hingar bingar musik yang memekakkan telinga dan minuman keras.


"Emang harus di club ya pertemuannya?" tanya Mutia hati-hati.


"Ha...ha...jangan curiga sayang. Aku bisa jaga diri dan jaga hati. Love you my wife" sahut Sebastian yang tau pikiran istrinya sekarang.


"Oh ya sayang, pulangku agak malam. Jadi jangan menungguku. Bye" Sebastian menutup pangilannya.


Mutia hanya bisa mengangkat kedua bahunya. Memberi kepercayaan pada suami dia anggap langkah yang terbaik saat ini. Lagian kalau Sebastian mau, bisa saja dia tak ijin dengannya kalau mau pergi ke club. Nyatanya Sebastian meluangkan waktunya untuk ijin ke istri tercinta.


Mutia dan Langit pulang dengan diantar Pandu. "Pandu ntar mampir ke resto di jalan Diponegoro itu ya" Mutia berniat beli untuk makan malam bersama Langit di apartemen.


"Baik nyonya" Pandu mengikuti perintah sang nyonya.


Mutia membeli menu makan malam yang dirasa Langit bakalan suka, karena saat ini Langit sedang bersama Pandu menunggu di mobil.


Saat hendak membayar di kasir, Mutia disenggol seseorang di belakangnya. "Maaf...Maaf nyonya. Saya tak sengaja" ucapnya kelihatan tulus.


Mutia memandang wanita yang sudah berumur yang terlihat lusuh itu, "Iya nggak apa-apa nyonya" ucap Mutia. Dia ternyata pekerja pencuci piring di resto itu.


Mutia kembali ke mobil setelah membayar pesanannya. "Ayo Pandu, lanjut!!!" ucap Mutia saat duduk di jok belakang mobil mewahnya itu.

__ADS_1


"Pandu, kau kan sudah ikut tuan Baskoro lama" Mutia mengawali pembicaraan. "Benar nyonya, seperti yang saya bilang kemarin kalau saya ikut tuan Baskoro juga karena rekom dari ayah saya...he...he..." Pandu terkekeh.


"Sangat susah menjadi orang kepercayaan tuan Baskoro. Tapi kalau sudah sangat mengenal beliau, tuan Baskoro itu sangat baik nyonya" puji Pandu ke sang mertua Mutia.


"Kalau tuan Sebastian itu, benar-benar copian nya tuan Baskoro. Sama-sama sangat mencintai istrinya" puji Pandu.


"Bisa aja kamu Pandu" tukas Mutia.


"Beneran nyonya, tuan Sebastian sudah sangat berubah sekarang. Sejak saya kenal dengannya, belum pernah sekalipun bawa cewek untuk dikenalkan ke tuan besar. Eh sekalinya ngenalin langsung dinikahin he...he..." Pandu bahkan nyaman cerita ke sang nyonya.


"Pandu, nanti habis bersih-bersih mobil. Bungkusan yang ada di bangku belakang, bawa aja buat anak dan istrimu di rumah ya" pesan Mutia.


"Baik nyonya. Terima kasih banyak. Alhamdulillah dapat rejeki nomplok" ucap Pandu bahagia.


Menyenangkan orang tidak harus dengan hadiah mewah, batin Mutia ikut senang.


Sementara Sebastian telah menuju ke club XXX bersama Dewa. "Wa, bisa kau pastikan dia di sana?" ujar Sebastian.


"Jadi dia yang memberi sejumlah uang ke rekening anak buah istriku? Hhmmm" gumam Sebastian.


"Dan yang pasti kita belum kenal dia sebelumnya tuan. Dan dia juga pasti belum tau siapa kita" terlihat seringai Dewa yang bahkan merasa senang dapat mainan baru kali ini.


"Sebaiknya kita apakan dia ya Wa?" sinis Sebastian.


"Harusnya kita buat ngaku dulu, dia suruhan siapa. Aku curiga semua ada kaitannya dengan keluarga Supranoto tuan" Dewa mengutarakan pendapatnya.


"Aku rasa begitu, mulai dari pemesanan wedding cake yang mendadak hingga omset dari cabang yang menurun dengan tajam" tandas Sebastian.

__ADS_1


"Makanya beberapa hari yang lalu aku ingin semua bagian di perusahaan Mutia Bakery ditambahkan unit cctv nya. Sudah kau cek? Ada yang mencurigakan?" tanya Sebastian.


"Kalau lihat rekaman cctv sih nggak ada yang aneh tuan" jawab Dewa.


"Baiklah kita fokus dengan orang ini dulu" tandas Sebastian. Dan mereka berdua akhirnya terdiam sampai di Club XXX.


Sebastian sangat mengenal siapa yang punya usaha itu. Dia juga menjadi member VIP di sana. Jadi begitu dia masuk banyak juga karyawan di sana yang menyapanya. Termasuk cewek-cewek dengan pakaian kurang bahan itu. Sebastian hanya menanggapi sekedarnya.


Sebastian dan Dewa langsung menuju ruangan di mana orang yang dicarinya berada. Sebastian sudah meminta bantuan sang pemilik untuk berusaha menahan orang itu sampai dia datang ke sana.


Karena geram Sebastian langsung mencengkeram krah baju orang yang setengah mabuk itu. "Berani-beraninya kau mau main denganku, hah???" hardik Sebastian.


"Dewa kau ikat dan bawa dia" perintah Sebastian.


"Bawa ke tempat seperti biasanya. Malam ini kau interogasi dia sampai mengaku" lanjutnya.


Tanpa banyak perlawanan, Dewa membawa orang itu dengan mobil yang berbeda dibantu anak buah yang lain. Sementara Sebastian kembali ke apartemen karena tak mau mengotori tangannya dengan hal-hal seperti itu. Dewa sudah begitu lihai untuk urusan seperti itu.


Sebastian datang lebih cepat, tidak seperti yang dia bilang ke istrinya tadi sore. Ternyata menangkap orang yang ditargetkan tak sesulit yang diperkirakan. Mutia bahkan masih berberes meja makan, karena baru selesai menemani Langit tidur.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


To be continued, happy reading


Makan malam dengan daging rendang #up datang smoga readers senang 😊


Ikan patin dengan tahu #othor ijin tindakan dulu

__ADS_1


Lope U pull


💝💝💝


__ADS_2