WANITA ITU IBU ANAKKU

WANITA ITU IBU ANAKKU
Part 96


__ADS_3

Tuan Baskoro beranjak, hendak menemui tuan Supranoto. "Ada apa Pah?" selidik mama Cathleen.


"Kalau aku nggak kesana mana aku tau Mah" jawab papa Baskoro.


"Pak Amin, suruh menunggu di ruang tamu. Nanti aku menyusul" ucapan tuan Baskoro adalah perintah untuk pak Amin.


"Baik tuan" pak Amin undur diri dari hadapan keluarga itu.


Mereka yang di sana saling tatap. "Berani sekali Supranoto datang kembali ke sini" umpat Sebastian.


"Sudah...sudah...biar papamu aja yang ke sana. Nanti kita juga akan tau maksud kedatangannya" mama Cathleen mencoba meredam emosi sang putra kesayangan.


"Mutia ngedrakor aja yuk" ajak Catherine, dan diiiyakan mama Cathleen.


"Tian, Reno kalian nginap saja di sini ya" pinta mama.


Tian dan Reno saling pandang. Mana bisa mereka menolak permintaan mama dan mama mertua mereka.


"Oke Mah" sahut Tian dan Reno bersamaan.


"Reno, kita ke ruang kerja aja yuk" Sebastian mengajak ke ruang kerja, sementara para wanita cantik gabung di ruang keluarga untuk menonton film kesayangan.


Tuan Baskoro pergi menemui tuan Supranoto di ruang tamu. Tuan Supranoto beranjak dari duduk untuk menyambut kedatangan tuan Baskoro.


"Selamat malam tuan Baskoro" sapa tuan Supranoto ramah.


"Malam" jawab singkat tuan Baskoro.


Tuan Supranoto tidak mengetahui kalau keluarga besar Baskoro sedang berkumpul di mansion itu.


"Silahkan duduk tuan Supranoto, ada apa gerangan yang membawa anda ke sini" basa basi tuan Baskoro.


"Saya rasa kita juga sudah tidak pernah saling bertemu tuan, semenjak anda membatalkan pernikahan putra anda dengan putriku" korek tuan Supranoto.


"Bukankah sudah tidak perlu lagi kita bicarakan itu. Putraku sudah dengan kehidupannya. Saya harap putrimu juga begitu" tuan Baskoro mulai jengah dengan pria di hadapannya.


"Aku di sini hanya ingin mengingatkan anda tuan. Hati-hati dengan menantu anda" tuan Supranoto mulai serius.


"Aku rasa bukan kapasitasmu untuk mencampurinya tuan. Dan terima kasih kau sudah mengingatkan. Tapi aku yang lebih tau siapa menantuku" tegas tuan Baskoro.


"Oh ya???" tanya sinis tuan Supranoto.


"Anda akan kaget kalau anda tau siapa Mutia tuan" lanjut tuan Supranoto.


"Apa ada yang perlu anda sampaikan lagi. Kalau tidak ada silahkan" tangan tuan Baskoro menunjuk pintu keluar.


"Baiklah tuan Baskoro. Terima kasih atas waktunya. Saya ingatkan kembali untuk hati-hati dengan menantu anda" tuan Supranoto melangkah ke arah yang ditunjuk oleh tuan Baskoro.


Setelah kepergian tuan Supranoto, tuan Baskoro masih menimang apa yang dikatakan oleh tuan Supranoto. Meski tidak percaya sepenuhnya, tapi tuan Baskoro yakin ada hal yang tidak diketahuinya saat ini.

__ADS_1


"Pah sini" panggil Sebastian dari ruang kerja. Dia yang sedang ngobrol dengan Reno, sengaja memanggil papa nya.


"Ada apa si tua itu datang?" selidik Sebastian.


"Kepo" singkat tuan Baskoro.


"Ayolah Pah" rajuk Sebastian.


"Kalau seperti ini, kamu memang benar-benar daddy nya Langit dech" imbuh tuan Baskoro yang melihat putranya sedang merajuk itu.


"Tian, kau menyelidiki Mutia sejauh mana sebelumnya?" tanya balik Tuan Baskoro.


"Hhmmm..." Sebastian berpikir sejenak.


"Apa maksudnya Pah?" sela Reno.


"Kemungkinan ada yang Supranoto ketahui, tapi tidak kita ketahui. Dan itu bersinggungan dengan istrimu" tandas Tuan Baskoro.


Sebastian sedikit menautkan alisnya.


"Makanya papa nanya ke kamu, sejauh mana penyelidikan kamu tentang sosok istrimu? Tapi aku yakin Mutia adalah sosok wanita baik-baik" tegas tuan Baskoro kembali.


"Jelas saja dia baik-baik Pah. Aku yakin itu" tukas Tian.


"Ya jelas saja Tian. Semua orang yang jatuh cinta pasti akan bilang begitu tentang pasangannya" ledek Reno.


Kembali tuan Baskoro menatap Sebastian.


"Iya..iya..aku jawab. Penyelidikanku ya berakhir saat aku yakin Mutia adalah wanita yang mengandung putraku" kata Sebastian yang mengerti arti tatapan papanya.


"Apa ada yang terlewat?" selidik tuan Baskoro.


Sebastian termangu, seperti memikirkan sesuatu. Karena menurutnya, tidak ada hal yang dilewatkannya saat itu. "Nggak ada Pah" celetuknya.


"Apa kau sudah telusuri masa kecil istrimu juga?" sela Reno ikutan nimbrung.


"Sudah sih, tapi cuma sekilas. Karena yang aku tahu ayah ibu istriku meninggal karena terbebani istriku yang hamil karena perbuatanku saat itu" kata Sebastian dengan suara sesal.


"Melihat Supranoto mengatakan itu dengan yakinnya, pasti ada sesuatu yang kau lewatkan Tian" seru tuan Baskoro.


"Melihat latar belakang Mutia yang berasal dari keluarga biasa, tak mungkin ada sesuatu Pah" kata Sebastian masih meyakini hasil penyelidikannya bersama Dewa.


"Bentar...bentar...kayaknya ada yang kau lewatkan Tian" celetuk tuan Baskoro.


"Apa?" ucap Sebastian ikut penasaran.


"Mama mu perneh cerita kalau istrimu punya liontin yang limited itu" kata tuan Baskoro.


"Memang. Liontin yang kembar dengan istri tuan Supranoto itu kan?" tandas Sebastian.

__ADS_1


"Tapi Mutia tidak pernah tahu kenapa dia juga punya liontin yang sama persis dengan punya nyonya Martha. Mutia pernah bilang itu kepadaku" imbuh Sebastian.


"Tapi yang kau perlu tau Tian, liontin itu ternyata memang dipesan khusus oleh keluarga Baksono" tegas tuan Baskoro.


"Apa memang istriku punya hubungan dengannya?" tukas Sebastian.


"Itu yang perlu kau selidiki. Kalau memang Mutia ada hubungan dengan keluarga itu. Maka tugasmu akan semakin banyak, terutama keselamatan istri dan anakmu" nasehat papa Baskoro.


Reno lebih banyak terdiam sekarang, tapi ada sesuatu yang diingatnya.


"Pah, tuan Baksono itu apa pemilik perusahaan retail itu?" sela Reno. Dan tuan Baskoro pun mengangguk membenarkan ucapan sang menantu.


"Iya, pemilik gerai-gerai departemen store yang tersebar di kota-kota besar itu. Waktu itu perusahannya adalah saingan terkuat dari Dirgantara Grub." imbuh Sebastian.


"Tapi semenjak dipegang Supranoto, pernah beberapa kali perusahaan itu kolaps" tuan Baskoro menimpali.


"Kalau nggak salah info, tuan Baksono yang meninggal karena serangan jantung mendadak itu kan?" tanya Reno penasaran.


Dan lagi-lagi tuan Baskoro mengangguk. Dan Reno pun manggut-manggut.


"Emang kamu tahu ceritanya Ren?" tanya Sebastian yang selalu memanggil nama ke kakak iparnya itu.


"Sedikit sih. Karena waktu itu aku kebetulan jaga di ruang ICCU. Tapi aku belum terlalu mendalami ilmu penyakit jantung saat itu. Maklumlah kan masih koas" celetuk Reno.


"Kau selalu tak bisa diandalkan" ledek Sebastian.


"Emang aku tau, kalau akhirnya akan terjadi hal ini. Kalau seandainya aku tahu, jiwa kekepoanku akan bangkit tanpa kau suruh" canda Reno.


"Hhhmmm kau ini" Sebastian meninju lengan sang kakak ipar.


"Aku juga heran kenapa kakakku yang cantik bisa jatuh cinta setengah mati dengan dokter selengekan sepertimu?" ujar Sebastian.


"Aku saja heran, apalagi dikau...ha...ha..." Reno terbahak.


"Selain wajah ganteng...nggak ada yang lain loh" tambah Sebastian.


"Tapi kamu ngakuin kan kalau aku ganteng" gurau receh Reno, sang dokter spesialis bedah jantung itu.


"Sudah...sudah...kembali ke topik awal" tuan Baskoro menengahi anak dan menantunya itu.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


To be continued, happy reading


Beli buku buat belajar, beli pencil buat menulis #up terbaru baru saja keluar, kasih like yang othor tulis


Salam sehat


πŸ’

__ADS_1


__ADS_2