WANITA ITU IBU ANAKKU

WANITA ITU IBU ANAKKU
Part 77


__ADS_3

"Sayang, kamu beneran mau ikut ke pesta pernikahan itu. Kalau kamu nggak yakin aku juga tidak akan datang" ulas Sebastian saat memasuki apartemen.


"Hhmmmm" Mutia mengangguk.


"Nggak ada yang musti ditakutkan kan?" lanjut Mutia.


"Atau kau yang tak tega mantanmu menikah dengan orang lain" nada cemburu di ucapan Mutia.


"Ha....ha.... Kau cemburu?" ucap Sebastian.


"Nggak" sungut Mutia.


"Nggak itu bibirmu yang bilang sayang, tapi wajahmu nggak mendukungnya" Sebastian semakin terbahak.


Mutia semakin bersungut, membuat Sebastian langsung menerkam dengan bibirnya.


Mutia sampai terengah kehabisan nafas.


"Aku senang kau cemburu, itu tandanya kau mencintaiku. Love you my wife" Sebastian terkekeh.


"Sebaiknya kau siapkan mentalmu saja, kalau memutuskan pergi ke sana" bisik Sebastian.


"Hhmmm..." Mutia menyetujuinya.


"Pernikahan kita yang belum aku publikasikan pasti nanti akan sedikit menyulitkanmu sayang" jelas Sebastian.


"Karena yang orang tau, aku baru mengakui keberadaan Langit saja. Kalau kau setuju, aku akan membuatkan pesta mewah untukmu. Biar dunia tau kalau Mutia Arini adalah istri Sebastian Putra" ungkap Sebastian.


"Aku rasa nggak perlu sayang. Aku sudah bahagia kalau Langit juga bahagia. Apalagi bisa menghadirkan keluarga lengkap untuknya" tukas Mutia.


"Nggak ada penolakan" sahut Sebastian.


"Terus ngapain tadi nanya setuju atau nggak?" tandas Mutia.


"He...he...karena kau pasti tak akan setuju. Aku sudah tau jawabanmu sebelum menanyakannya. Alasan utamanya pasti boros buang-buang cuan kan?" Sebastian tertawa.


"Kamu lupa siapa suamimu ini?"


"Bukan gitu sayang, alangkah baiknya kalau ketimbang buat pesta mendingan disalurkan aja buat panti-panti asuhan atau yayasan sosial" usul Mutia.


Mutia yang dasarnya berasal dari keluarga sederhana, tentu akan berpikir ribuan kali untuk mengadakan pesta besar dengan dana miliaran rupiah. Tentu saja itu berbanding terbalik dengan pola pikir Sebastian, yang memang sedari kecil sudah berada di lingkungan kelas atas.


"Boleh lah, tapi pestanya suatu saat tetap aku agendakan" imbuh Sebastian.


Mutia dibuat tak berkutik dengan ucapan Sebastian.


Saat akan bersiap berangkat, Sebastian menyerahkan sekotak perhiasan yang memang sudah disiapkan untuk sang istri.


"Apa ini?" tanya Mutia.


"Bukalah!!!" ucap Sebastian.

__ADS_1


"Woooowww, buatku???" tunjuk Mutia ke dirinya sendiri.


"Hhhmmm...pastinya" seru Sebastian.


"Makasih sayang" Mutia tersenyum.


"Mau dipake sekarang?" imbuh Sebastian.


"Makasih sayang, tapi boleh nggak kusimpan dulu. Aku sudah pakai yang ini" Mutia memegang liontin pemberian sang ayah tercinta.


Sebastian memandang liontin yang dipakai istrinya, dan mendekat.


Sebastian tahu kalau liontin itu barang limited. "Kau punya liontin itu?" tanya Sebastian yang memang baru pertama kali melihat istrinya memakai liontin itu.


"Hhmm..... pemberian ayah" jawab Mutia.


"Apa kau tau kalau liontin yang kau pakai itu barang limited?" imbuh Sebastian. Hanya gelengan kepala Mutia yang didapatkan Sebastian.


Yang Sebastian pikirkan sekarang adalah, darimana orang tua Mutia mendapatkan itu? Ada hubungan apa Mutia dengan keluarga Baksono mertua dari tuan Supranoto.


Karena setahu Sebastian, liontin itu hanya dipunyai oleh keluarga Baksono. Orang tua dari nyonya Martha. Itupun Sebastian tahu, karena nyonya Martha pernah menceritakan hal itu waktu dirinya masih dekat dengan Janetra.


Tapi nyonya Martha tidak pernah cerita kalau liontin itu ada dua, dia hanya membanggakan liontin yang dipakainya.


"Ayo berangkat!!!" ajak Mutia berdiri dari meja rias.


"Cantiknya, istri siapa ini???" puji Sebastian.


Digandengnya tangan sang istri. Sungguh pasangan yang sangat serasi. Siapapun yang memandang, pasti akan sangat iri melihat sepasang suami istri itu.


Di tempat acara, kebetulan mereka bertemu dengan Catherine dan Reno. Mereka berbarengan masuk.


Setelah menscan barcode masing-masing, mereka dipersilahkan masuk oleh sang penerima tamu undangan.


Mutia menelisik sekeliling, mewang mewah sih acaranya.


"Akan kubuatkan pesta yang lebih mewah dari ini" bisik mesra Sebastian.


Nyonya Martha yang melihat kehadiran seorang yang tak diundangnya, segera menghampiri.


Dia berniat akan membuat malu wanita itu, tekadnya.


"Hhmmm, selamat malam nyonya Mutia" sapanya masih dibuat ramah.


"Malam nyonya Martha" tukas Mutia tak kalah ramah.


"Berani sekali anda datang ke sini. Siapa yang mengundang??" terdengar nada ejekan di sana. Mutia masih tak bergeming. Nyonya Martha masih mengira Mutia datang sendirian.


Sebastian yang masih berada di toilet. Catherine dan Reno duluan mengucapkan selamat untuk mempelai.


"Hhmmm...aku datang bukan untuk menjadi tamu yang tak diundang nyonya. Tapi aku ke sini karena ada seseorang yang ingin aku temani untuk memenuhi undangan keluarga anda" tegas Mutia.

__ADS_1


"Bahkan dia juga tak sudi datang, andai aku tak mau menemaninya" tandas Mutia lagi.


"Ha....ha....percaya diri sekali kau nyonya Mutia. Setelah yang kau perbuat terhadap putriku masih saja kau berani ke sini. Mau membuat masalah lagi?" imbuhnya.


"Saya tidak pernah merasa membuat masalah. Tapi putri anda lah yang menyebabkan masalahnya sendiri?"


"Ada apa sayang?" suara yang sangat dikenal oleh nyonya Martha terdengar dari belakangnya. Nyonya Martha menoleh, dan sudah ada Sebastian di sana.


"Hah? Sayang?" gumam nyonya Martha.


"Selamat malam nyonya Martha, apa kabar? Kuharap anda sehat" senyum paksa terlihat di mulut Sebastian.


Digandengnya wanita yang sangat dicintainya itu menuju kedua mempelai yang juga tampak bahagia meninggalkan nyonya Martha yang masih terdiam di tempatnya.


"Selamat Frans, selamat Janetra" ucap Sebastian menyalami kedua mempelai. Frans bahkan tertawa lebar, "Sori, milikmu sekarang telah menjadi milikku" bisik Frans seakan memanasi Sebastian. "Ha...ha... Aku ikhlas sekali Tuan Frans. Silahkan ambil. Aku telah menemukan berlian yang sebenarnya" tawa Sebastian membahana. Janetra melebarkan pandangannya saat tau Sebastian telah menggandeng wanita yang pernah ditemuinya itu. Meski dia sudah mempunyai Frans, tapi harta kekayaan laki-laki yang telah menjadi suaminya itu masih kalah jauh dibandingkan dengan keluarga Baskoro.


Melihat kemesraan yang ditunjukkan oleh Sebastian, tak mungkin mereka tidak ada hubungan spesial. Pikir Janetra. Sebuah pikiran licik terlintas di benak Janetra.


Tibalah acara pemotongan wedding cake. Mempelai telah berdiri di hadapan kue mewah itu. Kue yang dibuat oleh Mutia Bakery.


Sorot kamera para pemburu berita juga sedang fokus ke sana.


Tapi tiba-tiba saja Frans menendang cake mahal itu sehingga jatuh berantakan. Semua yang ada di sana tentu saja kaget melihatnya.


"Maaf... Maaf... Aku tak sengaja. Hanya kue murah" ucapnya sok ramah.


Terdengar banyak orang yang menyela, "Kue murah bilangnya???


Sebastian menggenggam tangannya kuat. Mutia yang bisa merasakan itu, menoleh ka arah sang suami. Mutia menggeleng, dan menatap tajam sang suami. "Biarkan saja" Mutia menahan suami.


Tapi tidak bagi Sebastian, jelas-jelas Frans tadi sengaja menendang wedding cake itu. Bagi Sebastian itu adalah hinaan karena tidak menghargai sebuah karya seni. Apa dia sengaja memanas-manasi ku? Batin Sebastian.


Sebenarnya dia sudah menyiapkan amunisi jika saja keluarga Supranoto akan menyerangnya hari ini. Tapi ternyata mereka hanya menyinggung wadding cake saja.


"Ayo kita pulang" gandeng Sebastian


Saat hendak keluar dari tempat acara, mereka bertemu dengan tuan Supranoto.


Dia nampak terkejut dengan apa yang terpakai di leher Mutia. Itu pun tak lepas dari pandangan mata Sebastian yang bagai elang.


"Malam tuan, maaf kami tidak bisa sampai selesai acara" pamit Sebastian berbasa-basi.


"Makasih atas kehadirannya, mohon doa semoga Janetra bahagia. Meski kebahagiaannya harusnya bersamamu" kata tuan Supranoto tanpa memperdulikan Mutia yang berada di samping Sebastian.


Dan keesokan hari jagad sosmed gempar dengan pesta pernikahan mewah yang diadakan semalam. Bahkan tragedi wedding cake pun ikut meramaikannya.


Frans yang mengadakan jumpa pers selesai acara bersama Janetra, kembali minta maaf. Tapi di ujung ucapannya, dia mengatakan kalau harga wedding cake itu sangat murah baginya, jadi kalaupun hancur dia tidak merasa rugi. Sombong sekali.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


To be continued, happy reading

__ADS_1


💝


__ADS_2