(Bukan) Sang Pengganti

(Bukan) Sang Pengganti
Eps 100 - Membebaskan Elsa


__ADS_3

Robin memang sangat membenci ayah nya dan semua wanita yg menjadi simpanan nya, biasa nya mereka melakukan nya demi uang maupun karir.


Tapi Elsa?


Robin berfikir Elsa mau menjadi kekasih Jimmy karena Elsa tidak tahu Jimmy kalau Jimmy sudah menikah, tapi seperti nya Elsa sudah tahu dan dia bahkan rela jadi simpanan ayah Robin.


"Awas saja kamu, Elsa" desis Robin penuh amarah, ia sendiri tidak tahu kenapa dia begitu marah pada simpanan ayah nya kali ini.


.........


Elnaz sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter Arfan, membuat Elnaz merasa begitu senang. Ia sungguh tidak sabar ingin kembali berbaring di kamar nya dan beristirahat di sana.


"Kak Arfan..." panggil Elnaz lembut sembari memegang lengan suami nya itu. Saat ini Arfan sedang mempersiapkan kepulangan istri itu.


"Iya, Sayang. Ada apa?" tanya Arfan kemudian ia menggendong Elnaz dan mendudukan nya di kursi roda. Kaki Elnaz tentu masih tidak berjalan.


"Kak, sudah tiga minggu Kak Elsa di penjara. Bebaskan saja ya, kasihan" Elnaz membujuk untuk yg kesekian kali nya yg membuat Arfan menghela nafas berat.


Arfan sungguh hanya ingin memberikan Elsa pelajaran atas semua keegoisan yg Elsa lakukan, tapi Elnaz memang terlalu baik untuk menjadi adik wanita seperti Elsa, belum lagi Mama nya yg terus memelas pada Elnaz agar Elsa di bebaskan.


"Sayang, kita bicarakan itu nanti ya. Sekarang sebaiknya kita pulang dan kamu harus beristirahat" kata Arfan lembut, Elnaz hanya! menanggapi nya dengan senyum lembut. Dalam hati Ia selalu berdoa agar Arfan mau memaafkan Elsa dan semoga Elsa mau pulang ke kampung halaman nya, memulai hidup yg baru dan menyingkirkan semua sifat keegoisan nya. Menjalani hidup seadanya tanpa ambisi gila yg membuat nya buta.


Arfan mendorong kursi Elnaz dan membawa nya keluar, di luar, sudah Ada Bu Isna yg membawa tas yg berisi barang barang Elnaz.


"Sudah, El?" tanya Mama nya.


"Sudah, Ma. Ayo..." kata Elnaz.


.........


Sesampainya di rumah, Elnaz langsung di sambut oleh mertua nya.


"El, Mama sudah siapkan makanan. Sudah bersihkan semua rumah, kamar kalian juga" kata Bu Yuni dengan girang.

__ADS_1


"Terima kasih, Ma. Maaf merepotkan" kata Elnaz. Ia masih dalam kondisi yg sama sebenarnya, namun ia merasa jauh lebih baik.


"Besok Mama mau pulang, El. Jadi kakak ambil cuti untuk sementara waktu" tutur Arfan kemudian "Mereka sudah terlalu lama di sini"


"Iya, El. Kasihan Papa mu, di rumah tidak ada yg ngurus" kata Bu Isna.


Arfan sebenarnya memang tidak meminta ibu mertua nya pulang, karena Arfan fikir Bu Isna lebih berkewajiban mengurus Elnaz dan Elnaz mungkin akan lebih nyaman jika di urus oleh ibu kandung nya di banding oleh ibu mertua nya. Sementara Arfan juga sudah meminta Mama nya pulang, namun Mama nya sendiri yg tak mau pulang dan mengatakan ingin mengurus Elnaz sampai Elnaz pulang dari rumah sakit.


"Terima kasih ya, Ma. Sudah jagain El dan bantuin Kak Arfan" ucap Elnaz tulus sambil menatap kedua Mama nya itu bergantian.


"Sama sama, Sayang. Kata Arfan, kalian akan tinggal di kamar bawah, supaya kamu gampang beraktifitas nya. Mama sudah bersihkan kamar nya, sudah memindahkan bantal kamu, sudah ganti seprei nya juga" tutur Bu Yuni dengan senyum sumringah nya, membuat Elnaz merasa tak nyaman karena ibu mertua nya sudah sangat di repot di rumah nya.


"Terima kasih banyak lho, Ma" kata Elnaz.


"Ya sudah, sebaik nya sekarang kamu istirahat ya" kata Arfan.


Ia membawa Elnaz ke kamar yg ada di lantai bawah, kamar nya sudah di bersihkan dan AC nya sudah di nyalakan.


"Sayang, kamu tidur ya. Kakak keluar dulu sebentar" tukas Arfan kemudian.


Arfan keluar dari kamar nya dan ia menuju sofa, dimana ibu nya dan ibu mertua nya sedang menonton tv.


"Ma..." seru Arfan sambil duduk di sofa, di depan kedua ibu nya itu.


"Terima kasih ya, Mama sudah bantuin aku, sudah jagain Elnaz juga" kata Arfan sambil menatap Mama nya dan Mama mertua nya bergantian. Kemudian Arfan menatap Mama mertua nya dengan serius.


"Dan aku akan membebaskan Elsa tapi dengan satu syarat" tukas nya.


"Apa itu?" tanya Bu Isna antusias.


"Aku mau Mama memastikan Elsa tidak akan membawa masalah pada Elnaz atau pun rumah tangga ku" tegas Arfan dan Bu Isna pun langsung mengangguk cepat.


"Iya, Fan. Mama janji tidak akan membiarkan Elsa membawa masalah lagi dalam hidup Elnaz" jawab nya.

__ADS_1


"Aku membebaskan Elsa karena aku tidak mau Elnaz terus kefikiran tentang Elsa, bagaimana pun juga dia kakak nya. Tapi bukan berarti aku mau melupakan apa yg sudah Elsa lakukan"


.........


Keesokan harinya, Arfan membebaskan Elsa namun dengan syarat.


"Kamu tidak boleh membawa masalah pada Elnaz!" tegas Arfan.


Elsa hanya tersenyum tipis dan mengangguk mengerti.


"Terima kasih, Fan. Aku tahu aku salah" kata Elsa lirih.


"Aku akan pulang sama Mama, aku janji tidak akan menganggu Elnaz lagi" lanjut nya.


"Baguslah, dan ingat, Elsa. Elnaz sudah sangat berbesar hati untuk memaafkan mu dan dia sangat tulus mencintaimu. Aku harap kamu mengerti itu" tegas Arfan.


Ponsel Arfan berdering dan saat melihat nama My Lovely Wife tertera di layar ponsel nya, Arfan langsung menjawab nya.


"Kak Arfan, El pengen rujak buah" terdengar suara manja sang istri dari seberang telpon, membuat Arfan tersenyum.


"Mulai mengidam, hm?" tanya Arfan.


"Bukan, cuma Pengen makan itu saja" kata Elnaz.


"Fan, kandungan Elnaz baik baik saja kan?" tanya Elsa.


"Kak Arfan sama kak Elsa? Sudah membebaskan Kak Elsa?"


"Iya, Sayang. Tapi setelah dari sini, Elsa akan langsung ke bandara"


"Kenapa tidak mampir ke rumah dulu sebentar?"


"Nanti ketinggalan pesawat, Sayang. Sudah tidak ada waktu"

__ADS_1


Elsa tentu sedih dengan apa yg di katakan Arfan, namun Elsa mengerti Arfan pasti sangat kecewa pada nya. Mau bagaimana lagi, ini harga yg harus Elsa bayar.


__ADS_2